Berita Bisnis
Sewa Lapak Mall Turun Hingga 50 Persen, Terdampak Pandemi Sepi Peminat
Memasuki Ramdan pekan kedua saja permintaan lapak belum maksimal. Biasanya sebelum pandemi sebelum Ramadan permintaan lapak sudah banyak.
Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air dan membuat Sumsel terpaksa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat sektor ekonomi ikut terpukul.
Dampaknya, okupansi mall dan tingkat kunjungan hingga transaksi belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi.
Akibatnya sejumlah tenant di mall memilih menutup usahanya karena sepi pembeli dan minim pemasukan. Hal ini juga berdampak pada turunnya harga sewa lapak pedagang di mall.
Di OPI Mall misalnya, sewa lapak di mall ini 50 persen. Penurunan ini karena sepi pedagang yang menyewa lapak.
General Manager OPI Mall, Agus Ekawani mengatakan okupansi turun karena banyak tenant tutup. Saat ini okupansi OPI Mall mecapai 92 persen.
Memasuki Ramdan pekan kedua saja permintaan lapak belum maksimal. Biasanya sebelum pandemi sebelum Ramadan permintaan lapak sudah banyak dan penuh saat Ramadan.
"Tahun ini permintaan turun hingga sekarang masih ada lapak yang kosong," ujar Agus ketika dikonfirmasi, Rabu (21/4/2021).
Sementara itu kondisi berbeda terjadi di mall lainnya yakni Palembang Indah Mall (PIM) dan Palembang Square dan PSX permintaan pedagang membuka lapak di kedua mall ini mulai normal dan naik.
Asisten Chief Marcomm Palembang Square Mall, Intan mengatakan, awal pandemi lalu memang ada penurunan permintaan lapak karena operasional mall tutup dan juga perekonomian drop drastis. Tapi kini mulai berangsur naik dan bisa dilihat sendiri kondisi PS mall dan PSX selalu ramai baik tenant permanen maupun tenant pameran yang di isi UMKM hingga pameran mobil dan furniture.
"Okupansi sekarang di atas 90 persen dan kalau memang ada tenant hingga ruko yang tutup itu karena memang milik pribadi bukan milik PS sehingga manajemen tidak bisa mengisinya meski dibiarkan kosong," ujar Intan.
Soal harga lapak turun, Intan mengatakan harga saat ini sudah stabil, apalagi saat ini menjelang lebaran justru permintaan lapak naik juga berdampak pada harga sewa. Namun khusus UMKM biasanya diberikan kebijakan harga sewa atas pertimbangan dukungan membangkitkan perekonomian.
"Secara tersurat tidak ada perbedaan tarif tapi secara tersirat pasti ada beda sewa lapak UMKM dan tenant peretail," ujar Intan.
Baca juga: Gubernur Sumsel H Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-78 Kabupaten Musirawas
Sementara itu Senior Commercial & Marketing Manager PIM Ongky Prastianto mengatakan, sewa lapak di PIM saat ini tidak turun justru naik karena menjelang lebaran permintaan produk dan kunjungan konsumen naik.
Hanya saja tarif sewa lapak yang naik yang sementara misalnya bazar dan pameran. Kalau tenan permanen tidak naik karena kontraknya jangka panjang dan lama.
"Sekarang justru naik sewa karena ramai yang mau jualan sebab saat ini tingkat transaksi dan kunjungan konsumen sudah normal seperti sebelum pandemi," ujar Ongky.
Dia mengatakan okupansi PIM saat ini lebih dari 90 persen dan sebagian besar didominasi fesyen. Keberadaan fesyen baru H&M di mall itu memberikan andil mendongkrak jumlah pengujung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/sewa-lapak-mal-turun-50-persen-karena-sepi-pengunjung.jpg)