Warga Kalidoni Resah Pesan Pembunuhan Berantai
Masyarakat Kecamatan Kalidoni Resah dengan Pesan Berantai Pembunuhan Anak Kecil
Diketahui bahwa pelaku akan mengambil jantung korban sebagai syarat pendalaman ilmu hitam yang dijalankan pelaku.
Informasi yang berhasil didapatkan Tribun, Senin (27/8/2013) diketahui pelaku merupakan seorang pria paruh baya yang belum menikah yang biasa dipanggil Fredi. Pelaku tinggal sekitar 200 meter dari rumah korban yang berbeda lorong.
Pelaku saat kejadian, Jumat (24/5/2013), sudah mengeksekusi korban pada bagian perut hingga usus terburai dan belum diketahui menggunakan alat apa. Namun saat kejadian diketahui oleh warga dan pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang bersimbah darah. Dalam info dari pesan berantai, diketahui bahwa pelaku akan mengambil jantung korban sebagai syarat pendalaman ilmu hitam yang dijalankan pelaku.
Saat ini wartawan Tribun Sumsel tengah melakukan investigasi mengenai pesan berantai tersebut. Selengkapnya baca Tribun Sumsel edisi cetak besok, Selasa (28/5/2013).