Begini Penjelasan Soal Mengapa IHSG Naik Namun Rupiah Melemah

IHSG lebih banyak merefleksikan prospek laba perusahaan, likuiditas di dalam negeri, dan selera investor terhadap saham

GRAFIS TRIBUN SUMSEL
ILUSTRASI MATA UANG - Pada perdagangan Selasa (20/1/2026) sore, rupiah ditutup melemah tipis satu poin dari Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp 16.955. 

Selain itu, juga bisa karena skenario pelebaran defisit dan risiko suplai surat utang yang lebih tinggi, serta potensi berkurangnya pasokan valas jangka pendek karena pengetatan atau perubahan ketentuan devisa hasil ekspor yang bisa menahan konversi valas ke rupiah.

Pada saat yang sama, saham justru bisa menguat karena ada dorongan likuiditas dan ekspektasi pertumbuhan, ditambah efek rupiah yang lebih lemah terhadap emiten tertentu.

Contohnya seperti perusahaan berorientasi ekspor atau berbasis komoditas sering terlihat labanya lebih besar dalam rupiah, sehingga minat investor ke sahamnya naik dan ikut mengangkat indeks.

Selain itu, kebijakan likuiditas yang membuat suku bunga pasar uang jangka pendek lebih turun biasanya lebih cepat mendukung pasar saham daripada menguatkan rupiah.

Hal itu dikarenakan penurunan imbal hasil rupiah justru bisa mengurangi daya tarik parkir dana asing di instrumen rupiah.

"Pola tersebut bisa bertahan cukup lama bila sumber tekanan rupiah belum berubah," ucap Josua.

Cara Agar IHSG dan Rupiah Bisa Sama-sama Menguat

Menurut dia, agar rupiah dan IHSG kembali selaras menguat, biasanya dibutuhkan kombinasi yang jelas.

Pertama, pasokan valas membaik, contohnya seperti surplus dagang kembali melebar dan konversi valas eksportir lebih lancar.

Kedua, persepsi risiko fiskal menurun. Ketiga, kondisi global lebih tenang, sehingga dana asing tidak terlalu merepatriasi likuiditas valasnya.

Jika tiga hal itu terjadi, rupiah punya ruang pulih tanpa harus mengorbankan penguatan IHSG.

Sebab, penguatan rupiah juga menurunkan tekanan biaya impor dan memberi napas pada daya beli, yang pada akhirnya juga baik untuk saham. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IHSG Naik tapi Rupiah Melemah, Begini Penjelasan Ekonom Bank Permata.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved