Begini Penjelasan Soal Mengapa IHSG Naik Namun Rupiah Melemah
IHSG lebih banyak merefleksikan prospek laba perusahaan, likuiditas di dalam negeri, dan selera investor terhadap saham
Ringkasan Berita:
- Ini alasan IHSG menguat namun Rupiah malah melemah
- IHSG lebih banyak merefleksikan prospek laba perusahaan, likuiditas di dalam negeri, dan selera investor terhadap saham
- Kebijakan likuiditas yang membuat suku bunga pasar uang jangka pendek lebih turun biasanya lebih cepat mendukung pasar saham daripada menguatkan rupiah
TRIBUNSUMSEL.COM - Mengatakan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah rupiah yang melemah bukan merupakan fenomena yang aneh, kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede.
Rupiah ditutup melemah tipis satu poin dari Rp 16.956 per dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp 16.955 pada perdagangan Selasa (20/1/2026) sore.
Sementara itu, pada hari yang sama, IHSG ditutup di level 9.134, menguat 0,82 poin atau naik 0,01 persen dari perdagangan sebelumnya.
"Fenomena IHSG menguat sementara rupiah melemah itu bisa terjadi dan bukan hal yang aneh karena keduanya digerakkan oleh faktor yang berbeda," kata Josua kepada Tribunnews, dikutip Rabu (21/1/2026).
IHSG lebih banyak merefleksikan prospek laba perusahaan, likuiditas di dalam negeri, dan selera investor terhadap saham, Josua menjelaskan.
Sementara itu, rupiah sangat sensitif terhadap keluar-masuk valas harian untuk kebutuhan impor, pembayaran utang dan bunga, repatriasi dividen, serta arus dana asing di pasar surat utang dan valas.
"Jadi, saat aliran dana dan sentimen di pasar saham sedang positif, rupiah tetap bisa tertekan bila kebutuhan valas dan arus keluarnya lebih besar dari pasokannya," ujar Josua.
Dalam sejarah pasar, kata Josua, hubungan IHSG dan rupiah juga tidak selalu searah.
Ada fase keduanya sama-sama menguat, sama-sama melemah, dan ada fase berlawanan seperti sekarang ketika sumber penggeraknya tidak sinkron.
"Penyebabnya biasanya campuran faktor global dan domestik, tetapi dalam episode rupiah melemah saat saham menguat, sering kali pemicunya lebih kuat di sisi valas dan surat utang," ujar Josua.
Global dan Domestik
Dari sisi global, saat ketidakpastian meningkat, pelaku pasar disebut cenderung mengurangi posisi di aset berisiko dan menambah aset yang dianggap aman.
Hal itu mendorong pergeseran dana lintas negara dan bisa menekan mata uang negara berkembang, meski bursa saham lokal masih ditopang investor domestik.
Pada Januari 2026, sentimen global juga dipengaruhi isu tarif dan ketegangan geopolitik yang mendorong lonjakan emas serta perubahan cepat preferensi aset, yang tercermin pada pergerakan dolar dan mata uang Asia.
Dari sisi domestik, rupiah bisa tertekan bila pasar melihat risiko fiskal membesar, kebutuhan pembiayaan pemerintah naik, atau pasokan valas dari eksportir melambat.
| Doni Salmanan Tenteng Tas LV Usai Keluar Penjara, Dinan Fajrina Gerak Cepat Beri Klarifikasi |
|
|---|
| Sholawat Tunjina atau Munjiyat, Teks Arab Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lengkap |
|
|---|
| Bacaan dan Khasiat Sholawat Busyro 100x, Teks Arab, Latin dan Terjemahan Lengkap |
|
|---|
| 10 Puisi Hari Kartini 2026 Menyentuh Hati, Puisi 1 Bait, Unggah di Media Sosial |
|
|---|
| Kumpulan Puisi Hari Kartini 5 Bait, Unggah di Media Sosial Saat Momen 21 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/500-dolar-berapa-rupiah-cek-kurs-dolar-Amerika-hari-ini.jpg)