Palembang

Sulit Untuk Diurai, Kecamatan Sako Manfaatkan Ban Bekas Sebagai Pot Bunga

Untuk itu, melihat banyaknya ban bekas yang tak lagi dipakai, Kecamatan Sako memanfaatkan ban bekas tersebut untuk digunakan sebagai pot bunga.

Editor: Slamet Teguh
Dokumen
Camat Sako, Ammirudin Sandy saat melihat proses pembuatan pot bunga dari ban bekas 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ban bekas merupakan salah satu jenis sampah yang sulit untuk diurai.

Untuk itu, melihat banyaknya ban bekas yang tak lagi dipakai, Kecamatan Sako memanfaatkan ban bekas tersebut untuk digunakan sebagai pot bunga.

"Kita melihat banyak sekali ban bekas yang tidak dipakai ya, sehingga kita coba manfaatkan dengan membuat pot bunga," terang Camat Sako, Amiruddin Sandy saat dibincangi Tribunsumsel.com.

Menurut Amir, untuk tahap pertama ini, akan dibuat sebanyak 100 pot bunga yang terbuat dari ban bekas ini.

"Kita bagikan ke kelurahan dan RTlah ya, agar dapat dimanfaatkan," katanya.

Disinggung waktu pengerjaan, Amir menjelaskan, untuk mengerjakan 100 pot bunga dari ban ini dibutuhkan waktu sekitar dua minggu.

Pengerjaannya dilakukan oleh staf kecamatan dibantu warga yang memang mengerti tentang pembuatan pot bunga dari ban bekas ini.

"Untuk ban bekasnya ini kita beli. Ya, itu tdi, daripada dibuang di TPA. Kan susah mengurainya, jadi kita manfaatkan," jelasnya.

Tak cukup sampai disini, nantinya pot bunga ini akan terus diproduksi, dan akan diisi sejumlah tanaman hias dan diletakkan di pinggir jalan di Kecamatan Sako.

"Untuk jenis tanamannya bakal kita koordinirlah oleh PKK Kecamatan. Mungkin hanya kita pakai satu jenis tanaman saja," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved