Jalan Gandus Rusak Parah

Jalan Gandus Harus Mulus sebelum Agustus, Warga Kumpulkan Koin

"Wacana membangun Gandus sudah sering kita dengar dari mulut manis pemimpin kita, tapi buktinya mana.

Jalan rusak, persis di depan PT Nindya Karya Gandus. Beberapa petugas berpakaian kuning kemudian menumpahkan bebatuan itu ke lubang-lubang yang sudah digenangi air. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Upaya masyarakat menggugah kepedulian pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) agar segera memperbaiki jalan utama di Kecamatan Gandus yang rusak parah, hingga kini belum juga berhasil.

Pemerintah setempat terkesan tutup mata, meski aspirasi sudah sering disampaikan baik secara langsung maupun melalui media massa juga media sosial.

Meski begitu, masyarakat Gandus tak putus asa.

Berbagai upaya masih akan dilakukan untuk "membuka mata" pemerintah agar melihat dan peduli terhadap penderitaan warganya. Itu dibahas dalam pertemuan sekelompok warga di wilayah Kelurahan Gandus, Minggu (24/12/2017), malam.

Mereka bertekad, jalan Gandus harus mulus sebelum Agustus. Selain perangkat RT, pertemuan itu juga dihadiri perwakilan dari organisasi Jurnalis Asal Gandus (Juragan) Palembang dan warga.

Apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut?

Menurut perwakilan Juragan Palembang, Eko Adia Saputro, pertemuan itu membahas strategi dan tahapan-tahapan dalam menyampaikan aspirasi.

Mulai dari melakukan komunikasi antar warga di seluruh kelurahan di Gandus, mengintensifkan serta mengefektifkan publikasi, penggalangan koin, unjuk rasa besar-besaran sampai pada tindakan mengisolasi jalan.

Warga gandus kumpulkan koin berharap jalan rusak segera diperbaiki
Warga Gandus kumpulkan koin berharap jalan rusak segera diperbaiki 

"Ada beberapa rencana yang sudah oke, ada pula yang masih perlu dibahas dan disepakati. Salah satunya, usulan warga memboikot Asian Games, menolak penyelenggaraan Pilkada di Gandus dan masih banyak lagi," katanya.

Eko menegaskan, aksi ini murni berasal dari hati nurani masyarakat Gandus.

Menurut dia itu wajar, karena Gandus sebagai salah satu kecamatan di Ibukota Sumsel sudah lama tertinggal.

Jalan Lettu Karim Kadir yang menjadi akses utama ke Kecamatan Gandus tidak pernah bagus, saat hujan becek dan berlumpur, ketika panas penuh dengan debu.

"Wacana membangun Gandus sudah sering kita dengar dari mulut manis pemimpin kita, tapi buktinya mana. Tidak ada realisasinya. Padahal mereka tahu, banyak objek wisata yang sering dikunjungi orang luar di Gandus ini. Apa gak malu? Makanya warga bergerak. Target kita jalan mulus sebelum Agustus," katanya.

Eko juga menyinggung peran aktif dari anggota DPRD Palembang, khususnya Dapil Gandus. "Kita ini ada wakil di DPRD bahkan di DPR, tapi ya itu tidak bisa diandalkan. Masyarakat Gandus sendiri yang harua bergerak, berjuang, mengubah citra Gandus menjadi lebih baik. Jangan orang taunya Gandus jalannya jelek, rawan dan bau karet saja," kata Eko.

Sementara itu, Senin (24/12/2017), sebuah truk berisi batu koral berada di sekitar jalan rusak, persis di depan PT Nindya Karya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved