Citizen Journalism
Kopdit Karya Jasa RS RK Charitas Gelar Pendidikan Dasar Koperasi
Koperasi kredit dapat diartikan sebagai badan usaha yang dimiliki sekumpulan orang dalam ikatan pemersatu yang sepakat menabung.
PALEMBANG - Sekitar lebih dari 40 orang yang diutus dari masing-masing koperasi kredit yang ada di Kota Palembang mengikuti pendidikan dasar koperasi kredit di aula biara RS RK Charitas Palembang, Selasa (1/10/2013) pukul 15.30 .
Peserta pendidikan dasar ini berasal dari Kopdit Karya Jasa, Kopdit Karya Asih, Kopdit Mardiwacana, Kopdit Abdi Sesama dan BMPS. Adapun narasumber atau pembicara dari pendidikan dasar koperasi kredit ini adalah Kurniawi AM Kep (Penyelia Diklat RS RK Charitas), FX Cahyoko (Ketua Badan Pengawas Kopdit Karya Jasa), Didit Satriadi (Bendahara Kopdit Karya Jasa), Hasyim Jakfar SH (Puskopdit), V Eddy Cahyono SSos (Ketua Puskopdit), Yoyok Dwibiyanto SE (Ketua Kopdit Karya Jasa), Parwata SSos (Pengawas Kopdit Karya Jasa), C Wintoko ST MM ( Manajer kopdit Karya Jasa), Y Agus Riyanto ( Supervisor Kopdit Karya Jasa).
Dalam seminar tersebut dijelaskan, cikal bakal berdirinya koperasi kredit di dunia ini adalah dimana rakyat bertambah miskin dan mereka semua banyak berhutang ke lintah darat. Maka dari itu koperasi kredit lahir pada tahun 1849 oleh Walikota Jerman Barat Friedrich Williem Raiffeisien dan berkembang pesat ke seluruh dunia dan oleh seorang wartawan media Jerman, Alphonse Desjardin ke Kanada, Asia, Afrika, Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Dalam ilmu pengetahuan, koperasi kredit dapat diartikan sebagai badan usaha yang dimiliki sekumpulan orang dalam ikatan pemersatu yang sepakat menabung hingga terciptanya modal untuk pinjaman antar anggota.
Dalam materi seminar itu sendiri dijelaskan ada 3 prinsip koperasi kredit yaitu, adanya swadana, Ssenasib sepenanggungan, kerjasama dan saling percaya.
Para anggota juga agar supaya berpartisipasi dalam usaha menumbuhkan kopditnya dan calon-calon anggota serta masyarakat umum agar memiliki kesadaran dan menghargai gerakan serta kegiatan koperasi kredit.
Menurut Fx.Cahyoko (52) yang sekaligus sebagai Ketua Badan Pengawas Kopdit Karya Jasa mengatakan, lebih menekankan apa itu tugas dan kewajiban dari struktur organisasi baik itu anggota, ketua dan lain sebagainya.
"Dan juga dalam pendidikan ini kita menjelaskan bagaimana keuangan kopdit atau bagan peminjaman, anggaran belanja keluarga, SHU, fungsi pengawas dan masih banyak lainnya dan koperasi kredit adalah gerakan ekonomi melalui pendidikan maupun sebaliknya dan supaya prinsip-prinsip, metode dan tujuan koperasi kredit benar-benar melekat dalam pikiran dan diketahui oleh masyarakat luas dan pendidikan dasar ini akan terus berjalan hingga tiga hari ke depan dengan jam yang sama," ungkapnya.
Menurut sari (25) karyawan RS RK Charitas mengatakan pendidikan dasar ini sangat diperlukan dalam kopdit karena hal ini merupakan langkah awal dimana para anggota Kopdit bisa menjadi lebih mengerti akan koperasi kredit itu dan merupakan langkah awal juga menjadi seorang pengurus koperasi kredit. Dan pendidikan ini wajib diikuti oleh seluruh anggota. "Dalam pendidikan dasar ini kita diberikan
pengetahuan tentang visi misi dan perhitungan keuangan," ungkapnya.
Sedangkan menurut Toni (21) seorang karyawan Kopdit Karya Jasa menuturkan, pendidikan dasar ini memang salah satu program kerja dari Kopdit Karya Jasa yang bekerja sama dengan Puskopdit. "Bertujuan agar para anggota mengetahui seluk beluk tentang koperasi kredit ini, serta kepengurusan koperasi, SHU dan banyak hal lainnya. Dan saya melihat begitu antusias sekali para anggota yang hadir dari koperasi yang ada di kota palembang ini," ungkapnya.
Dikirim oleh : Stefanus Yulius Bonaventura