"Harapannya, program ini dapat menjadi inisiator yang baik dan ke depan bisa direplikasi di lokasi lain agar pengelolaan sampah organik semakin masif dan bernilai ekonomis bagi masyarakat," ungkap Iwan.
Sementara itu, Pjs Field Manager PHE Ogan Komering Juli Karyanto menilai program ini menumbuhkan kesadaran dan kemandirian warga. "Ketika masyarakat berdaya, keberlanjutan akan tumbuh dari akar," ujarnya.
Melalui sinergi dan inovasi, Kompas Lestari membuktikan bahwa dari limbah dapat lahir kesejahteraan, dan dari desa dapat tumbuh peradaban hijau yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, Kompas Lestari menunjukkan bahwa sampah bukan akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari perjalanan baru menuju kesejahteraan. Dari tangan-tangan masyarakat Makartitama, lahirlah inspirasi bahwa masa depan hijau dapat dibangun dari desa. Tempat di mana perubahan memungkinkan tumbuh dari hal-hal sederhana, namun berdampak besar bagi kehidupan.(eds)