Berita Adv

Bimtek Guru SMK Sales Naik Kelas: Bukti Program Gerakan 1000 Siswa Ubah Paradigma Vokasi Indonesia

Ratusan guru SMK Pemasaran dari 30 provinsi Indonesia mengikuti Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru di Hotel Aston Bekasi pada Kamis, (4/6/2026).

Tayang:
Dokumentasi/Handout
BIMTEK -- Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru, merupakan bagian dari program Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. 

Data ini menegaskan bahwa program tidak hanya melatih siswa secara mandiri, tetapi berhasil menghidupkan kembali ekosistem sekolah sebagai penasihat karier yang dipercaya.

Mengapa Temuan Ini Penting bagi Dunia Vokasi Indonesia?

"Selama ini selalu ada stigma dari lulusan SMK, SMA, bahkan universitas tentang profesi sales — sehingga mereka tidak mau menjadi sales," kata Dedy Budiman dalam paparannya. Stigma ini adalah tantangan nyata yang dihadapi dunia industri bertahun-tahun: talenta muda enggan memasuki profesi yang sejatinya menjadi tulang punggung roda bisnis nasional.

Data dari tahun pertama program ini membuktikan bahwa stigma bisa dipatahkan — bukan dengan kampanye citra semata, melainkan dengan pendekatan experiential learning yang terstruktur.

Siswa diajak langsung berpraktik menjual produk nyata — sepeda motor Yamaha dan kitchen set dari Kawan Lama Group — menggunakan metodologi 7 Langkah Penjualan yang dikembangkan Dedy Budiman, dengan fase prospecting–probing–presenting sebagai inti kompetensi yang dibangun.

Sintesis dari seluruh data tahun pertama melahirkan apa yang disebut karakter I.C.A.N.: Innovative (mampu melihat peluang di mana orang lain melihat hambatan), Competitive (mentalitas hunter yang berorientasi hasil), Adaptive (resiliensi psikologis untuk menghadapi penolakan), dan Never Give Up (loyalitas dan daya tahan untuk menuntaskan apa yang sudah dimulai). Keempat karakter ini adalah bibit budaya kerja yang dicari industri — dan kini telah mulai tertanam di ribuan siswa peserta program dari 28 provinsi.

Siapa Saja yang Bergabung Mendukung Program di Tahun Kedua?

Momentum positif data tahun pertama mengundang lebih banyak pelaku industri untuk turut serta. Dedy Budiman secara khusus mengucapkan syukur atas dukungan Yamaha Indonesia dan Kawan Lama Group yang telah mendampingi program selama setahun penuh. Kini, dua mitra industri baru resmi bergabung memasuki tahun kedua.

Lucky Nugroho, Marketing Director PT Fajar Lestari Sejati (Dekkson Group), dan Peter Halim, Managing Director PT Deli Group Indonesia, hadir langsung di acara Bimtek untuk menandatangani komitmen dukungan terhadap program Gerakan 1000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial — ini adalah pernyataan industri bahwa program ini menghasilkan talenta yang relevan dan layak diinvestasikan.

Dari sisi pemerintah, Ibu Tri Haryani selaku Ketua Bidang Kemitraan SMK dan Bapak Sulistio Mukti Cahyono, Ketua Tim Kerja Pembinaan dan Pengembangan SDM Vokasi Kemendikdasmen, menyampaikan kepuasan atas perjalanan program selama satu tahun dan mendorong para guru untuk terus berkomitmen hingga dua tahun ke depan.

Indra Hadiwidjaja, Ketua Umum KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia) yang sejak awal mendukung program ini, melihat hasil setahun perjuangan ini memberikan dampak nyata bagi citra profesi sales di Indonesia.

Ahmad Madani, Co-Founder AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia), juga menyampaikan rasa bangganya ketika data riset membuktikan bahwa para guru pemasaran SMK memberikan pengaruh besar dalam pembentukan karier siswa.

Apa yang Akan Terjadi di Tahun Kedua Program?

Fase mindset telah berhasil ditanamkan di tahun pertama. Kini, program memasuki fase yang lebih menantang: mengubah potensi menjadi kompetensi.

Para siswa yang secara psikologis telah siap kini akan menerima pelatihan teknis yang lebih mendalam — mengasah keterampilan penjualan di lapangan, membangun pipeline prospek yang nyata, dan berinteraksi langsung dengan ekosistem industri melalui program pendampingan mitra.

Sebagai gambaran, pada Jumat pagi, 5 Juni 2026, para guru peserta Bimtek akan melakukan factory visit ke Yamaha Indonesia di kawasan Pulo Gadung, dilanjutkan company visit ke Kawan Lama Group di Jakarta Barat.

Kunjungan ini bukan sekadar wisata industri — ini adalah bagian dari desain pembelajaran yang memastikan para guru memiliki konteks industri yang kuat sebelum mengajar siswa mereka.

Dedy Budiman menutup paparannya dengan optimisme berbasis data: dengan fondasi psikologis yang telah terbentuk kuat di tahun pertama, dua tahun ke depan adalah momentum krusial untuk mencetak pemimpin-pemimpin sales Indonesia yang sesungguhnya dari jalur vokasi — bukan sebagai pilihan kedua, melainkan sebagai pilihan pertama yang membanggakan.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved