Berita SMK PP Sembawa

Rampungkan SPMB Jalur Umum, SMKPP Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Modern

Kegiatan seleksi yang berlangsung di lingkungan kampus SMK PPN Sembawa ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dengan antusiasme tinggi.

Tayang:
Editor: Sri Hidayatun
Tribun Sumsel/Google Play
Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMK PPN) Sembawa kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing melalui pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur umum Tahun Ajaran 2026/2027. 

TRIBUNSUMSEL.COM,BANYUASIN-  Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian Negeri (SMK PPN) Sembawa kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing melalui pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur umum Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan seleksi yang berlangsung di lingkungan kampus SMK PPN Sembawa ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah dengan antusiasme tinggi.

 Jalur umum menjadi salah satu tahapan strategis dalam menjaring calon generasi muda pertanian yang memiliki minat, potensi, dan semangat untuk berkembang di sektor agribisnis modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya regenerasi petani melalui pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Pertanian saat ini membutuhkan SDM muda yang adaptif terhadap teknologi. SMK PP Kementan menjadi wadah strategis untuk mencetak wirausahawan muda di sektor pertanian yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa kualitas lulusan sangat ditentukan oleh kualitas peserta didik yang direkrut sejak awal.

“Melalui jalur umum ini, kami berupaya menjaring siswa-siswi terbaik, khususnya dari wilayah perdesaan, yang memiliki minat dan potensi besar di bidang agribisnis,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa penguatan kurikulum terus dilakukan melalui pendekatan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Kami mendorong lulusan SMK PP tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja di sektor pertanian,” tegasnya.

Baca juga: Pacu Produksi Nasional, Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi

Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berbasis digital guna menjamin akuntabilitas.

“Kami mencari bibit unggul yang siap ditempa menjadi job seeker sekaligus job creator di sektor pertanian. Persaingan pada jalur umum tahun ini cukup kompetitif karena diikuti putra-putri terbaik dari berbagai wilayah,” ujarnya, Selasa (12/05/2026).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Heri Purbono, menambahkan bahwa meningkatnya jumlah pendaftar menunjukkan semakin besarnya minat generasi muda terhadap pendidikan vokasi pertanian.

“Peserta seleksi mengikuti beberapa tahapan, mulai dari Tes Potensi Akademik (TPA), tes fisik dan kesehatan, hingga wawancara,” jelasnya.

Dari total 324 pendaftar, sebanyak 147 peserta dinyatakan lolos seleksi untuk mengisi kuota yang tersedia pada lima program keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (42 siswa), Agribisnis Tanaman Perkebunan (42 siswa), Agribisnis Ternak Unggas (21 siswa), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (21 siswa), serta Mekanisasi Pertanian (21 siswa).

Pelaksanaan seleksi tahap I dan tahap II berlangsung pada 11–13 Mei 2026.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved