Harga Beras

Harga Beras Lokal di Musi Rawas Stabil, Jadi Primadona Pasca Heboh Beras Premium Oplosan

Harga beras di Kabupaten Musi Rawas, Sumsel khususnya di tingkat pedagang di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo masih tetap stabil

|
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/EKO MUSTIAWAN
HARGA BERAS -- Salah satu lokasi penggilingan padi yang ada di Kecamatan Tugumulyo, Musi Rawas saat dijumpai, Rabu (13/8/2025). Pasca heboh beras premium oplosan, kini beras lokal jadi primadona warga. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Harga beras di Kabupaten Musi Rawas, Sumsel khususnya di tingkat pedagang di Pasar B Srikaton Kecamatan Tugumulyo masih tetap stabil di harga Rp12.500 per kilogramnya, Rabu (13/8/2025).  

Harga tersebut untuk beras lokal dari petani yakni jenis IR.64.

Sedangkan untuk beras premium dengan merek dagang JM, juga masih terpantau stabil di harga Rp14.500 per kilogramnya. 

Stabilnya harga beras di tingkat pedagang di Musi Rawas, dikarenakan saat ini beberapa wilayah sedang memasuki musim panen, sehingga stok beras di Musi Rawas pun cukup banyak. 

Disampaikan, Irah salah seorang pedagang beras di Pasar B Srikaton mengatakan, harga beras IR.64 atau beras lokal atau beras petani, masih stabil sejak beberapa pekan terakhir.

"Harganya masih normal mulai Rp12.000 sampai Rp12.500 per kilogramnya. Itu untuk beras lokal atau beras petani," kata Irah kepada Sripoku.com, Rabu (13/8/2025).

Dikatakan Irah, untuk beras yang dijualnya, merupakan beras hasil panen dari petani yang didapatnya langsung dari tempat penggilingan. 

"Sekarang mulai mudah cari beras, karena beberapa wilayah di Musi Rawas, khususnya di Tugumulyo ini sudah mulai panen," ucapnya.

Baca juga: Daftar Harga Beras di Pasar Induk Jakabaring Palembang, Beras Premiun Turun Rp5.000

Menurutnya, pemintaan beras lokal lebih tinggi dibanding beras kemasan lainnya.

Sebab, masyarakat bisa melihat langsung kualitas beras dan tak perlu khawatir soal beras oplosan. 

"Memang setalah heboh beras oplosan, masyarakat lebih banyak tanya beras lokal atau beras petani," ungkapnya.

"Apalagi sekarang musim panen, hampir sebagian besar masyarakat kita punya sawah. Jadi saya masyarakat tak khawatir soal beras oplosan, karena mereka jarang lebih beras kemasan. Apalagi untuk dikonsumsi sendiri," imbuhnya.

Meskipun lanjut dia, terjadi peningkatan permintaan beras lokal di tingkat pedagang, namun hal itu tak mempengaruhi harga beras. Sebab, saat ini wilayah Musi Rawas sedang memasuki musim panen. 

"Sekarang kan lagi musim panen, jadi beras ini banyak. Walaupun tidak sebanyak sebelum-sebelumnya, karena sekarang banyak petani yang jual gabah langsung ke Bulog," ucapnya.

Sementara itu, Imam salah seorang petani padi di Desa Mataram mengaku, hasil panen di musim tanam ini cukup maksimal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved