Penculikan di OKI
Isak Tangis Warnai Malam Pertama Takziah, RDP Bocah Ceria yang Tewas Tragis di Pedamaran OKI
Raut duka mendalam menyelimuti malam pertama takziah atas kepergian tragis RDP (6), bocah tak berdosa yang ditemukan
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG -- Raut duka mendalam menyelimuti malam pertama takziah atas kepergian tragis RDP (6), bocah tak berdosa yang ditemukan tewas di area perkebunan karet di Desa Pedamaran 5, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Sabtu (26/7/2025) malam.
Tangis pilu keluarga, sanak saudara pecah saat mengiringi doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhumah.
Pantauan di lokasi rumah duka di Desa Menang Raya terlihat tenda duka yang didirikan di kediaman orang tua Rania tak henti disambangi pelayat dari berbagai kalangan.
Tetangga, kerabat hingga perwakilan pemerintah setempat turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan kuatkan keluarga yang tengah berduka.
Suasana hening dan khidmat begitu terasa, diselingi isak tangis sesekali pecah, menggambarkan betapa terpukulnya masyarakat atas insiden keji yang menimpa Rania.
"Kami semua sangat terpukul atas kejadian ini. Rania merupakan anak yang ceria dan ramah," ujar Cakuk tetangga dengan suara bergetar.
Hal senada dikatakan Kepala Desa Menang Raya, Rian Syaputra yang mengatakan dalam takziah malam pertama ini dihadiri oleh puluhan orang sanak saudara dan tetangga yang silih berganti mendatangi rumah duka.
"Takziah dimalam pertama digelar keluarga untuk mendoakan ananda RDP. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran," ungkapnya.
Ibu RDP MInta Pelaku Dihukum Setimpal
Orangtua RDP (6) tak mau memaafkan pelaku Rozi (20) yang sudah menghabisi nyawa anaknya dengan cara dirudapaksa terlebih dahulu. Jasad korban ditemukan di sebuah perkebunan karet Desa Pedamaran V, Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI, pada Sabtu (26/7/2025).
Melis (37) ibu korban mengatakan, pelaku harus mendapat hukuman setimpal atas apa yang diperbuat kepada anaknya.
"Hukum setimpal, mau itu hukuman mati atau penjara seumur hidup. Tolong ditegakkan keadilan pak, hukum budak (orang) itu. Bukan dak waras budak itu, tidak mungkin (dak waras)," kata Melis saat dijumpai di Rumah duka, Desa Menang Jaya, Pedamaran, Minggu (27/7/2025).
Ia sama sekali tidak terima dengan apa yang dilakukan pelaku terhadap bocah malang tersebut hingga meregang nyawa dengan cara menyedihkan.
| Ibu Korban Histeris, Pelaku Pembunuhan dan Asusila Bocah 6 Tahun Di OKI Divonis 20 Tahun Penjara |
|
|---|
| Sidang Vonis Pembunuhan dan Asusila Bocah 6 Tahun di OKI Ditunda, Ibu Korban Menangis Histeris |
|
|---|
| Pelaku Pembunuhan dan Asusila Bocah 6 Tahun di OKI Dituntut Hukuman Mati, Orang Tua Korban Bersyukur |
|
|---|
| Bocah 6 Tahun Dibunuh dan Dirudapaksa, Camat Pedamaran OKI Ungkap Kondisi Desanya Pasca Warga Ngamuk |
|
|---|
| 'Baru 2 Minggu Masuk Sekolah, Fakta Pilu Bocah SD di OKI Dibunuh-Dirudapaksa, Dikenal Rajin Belajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Raut-duka-mendalam-menyelimuti-malam-pertama-takziah-a.jpg)