Arti Bahasa Arab

Arti Wama Yugni Anhuma Luhu Iza Taradda, Surat Al Lail Ayat 11, Harta Tiada Artinya Bila Kita Tiada

Sebaliknya, bila harta dan kekayaan yang didapat digunakan di jalan Allah dengan sebenar-benarnya takwa, maka  surga balasannya.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
SURAT AL LAIL -- Ilustrasi bacaan surat Al Lail Ayat 11, Wama Yugni Anhuma Luhu Iza Taradda, arti dan maknanya. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kalimat Wamā yugnī 'anhumā luhū iżā taraddā adalah bacaaan Alquran Surat Al Lail ayat 11.

Ayat ini menjelaskan tentang sia sianya harta yang tidak digunakan dengan baik, tidak digunakan di jalan Allah, yang kita cari sekeras apapun kita bekerja,  yang kita tumpuk hingga kaya raya, tiada gunanya bila kita telah tiada.

Berikut bacaan Surat Al Lail ayat 11 Tulisan Arab dan Arti:

Surat Al-Lail Ayat 11

وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ

Arab-Latin:
Wa mā yughnī 'an-hu māluhū iżā taraddā

Artinya:
Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.


Surat Al Lail terutama ayat ini adalah peringatan tegas dari Allah bahwa harta, sebesar dan sebanyak apa pun, tidak akan mampu menyelamatkan seseorang dari kehancuran akhirat — jika ia tidak digunakan dengan benar selama di dunia.

Di dunia ini, kita sering dikejar oleh cita-cita menumpuk kekayaan, membangun aset, mengejar pengaruh. Namun ketika nyawa sudah sampai di tenggorokan, semua itu menjadi tidak ada gunanya.

Sebaliknya, bila harta dan kekayaan yang didapat digunakan di jalan Allah dengan sebenar-benarnya takwa, maka  surga balasannya.


Rumah besar, mobil mewah, tabungan miliaran... tidak bisa dibawa ke kubur. Yang menyertai kita hanyalah amal.


 Allah tidak melarang kita menjadi kaya. Bahkan banyak sahabat Nabi  adalah orang-orang kaya: Abu Bakar, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf.

Namun mereka tidak tertipu oleh kekayaannya. Mereka jadikan harta sebagai kendaraan menuju ridha Allah, bukan tirani yang membutakan.


Rasulullah  bersabda:
"Tidak akan bergeser kaki seorang hamba di hari kiamat hingga ia ditanya tentang hartanya: dari mana ia peroleh, dan ke mana ia belanjakan."
(HR. Tirmidzi)

 Ya Allah, jangan jadikan kami budak dunia. Jadikan kami pemilik harta yang dermawan, bukan orang kaya yang lalai. Karuniakan kepada kami hati yang zuhud, walau kami memiliki dunia. Dan jadikan harta kami sebagai sebab datangnya keberkahan dan bukan kemurkaan-Mu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved