Arti Bahasa Arab

Arti Ya Ayyuhalladzina Amanu Qu Anfusakum Wa Ahlīkum Naro QS At Tahrim Ayat 6 Kewajiban Menjaga Anak

Orang tua harus memberi tahu mana yang baik dan buruk kepada anak karena orang tualah yang akan menjadi bagian penting dalam menentukan nasib mereka

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribunsumsel.com
KEWAJIBAN ORANGTUA -- Ilustrasi orangtua dan anak, berikut Arti Ya Ayyuhalladzina Amanu Qu Anfusakum Wa Ahlīkum Naro QS At Tahrim Ayat 6 tentang Kewajiban orang tua terhadap anggota keluarga. 

Arab latin:

Kullu mauludin yuuladu 'alal fitrah, fa abawahu yuhawwidani atau yumajjisani atau yunashshirani.

Artinya:

 “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dan menunjukkan bahwa setiap manusia dilahirkan dengan fitrah yang suci dan bersih, namun lingkungan dan pendidikan yang diterima dari orang tua dapat membentuk keyakinan dan agama yang dianutnya.

Dari hadits ini, kita, para orang tua disadarkan untuk benar-benar menjaga anak bukan secara fisik saja. Namun dari sisi mental, akidah, dan karakter anak juga harus diperhatikan. Karakter di sini juga bisa dalam bentuk pendidikan etika, sopan santun dan akhlak.

Nasihat dan pendidikan ini perlu kita ajarkan kepada anak dalam dunia nyata sebagai wujud pendidikan akhlakul karimah dalam interaksi dengan orang-orang lain.

Jika kita tidak mengajarkan dan menanamkan akhlak baik sejak dini, kemudian anak kita sudah didahului belajar dari internet, maka kemungkinan besar anak kita akan tidak memiliki akhlak sesuai dengan yang diajarkan dalam Islam. Na’udzubillah min dzalik.

Semoga kita mampu merawat para generasi penerus peradaban dan mudah-mudahan kita memiliki anak-anak yang saleh dan salehah yang bisa kita rawat dengan baik. Amin.

Perlu kita sadari, selain sebagai nikmat dan amanat yang mampu mendatangkan hal-hal positif, anak juga bisa mendatangkan hal-hal negatif jika tidak benar dalam mengasuh dan membimbingnya. Hal ini sudah diingatkan dalam Al-Quran bahwa anak bisa menjadi dan memiliki 5 sifat.

Pertama, sebagai Qurrata a’yun yakni mampu menjadi penenang hati, penyejuk jiwa, sekaligus ke depannya mampu menjadi pemimpin orang-orang yang bertakwa.

Kedua, anak bisa menjadi perhiasan, artinya menjadi kebanggaan orang tua di dunia. Penting bagi kita untuk menjaga agar perhiasan berupa anak yang kita miliki bisa senantiasa membahagiakan dan memberikan kemaslahatan dalam kehidupan di dunia dan akhirat kita.

Ketiga, anak bisa menjadi musuh, yang memusuhi orang tua, memusuhi kerabatnya, bahkan saling gugat dan menyudutkan, akibat hak masing-masing tidak dipenuhi. Ketika orang tua mendidik anak dengan penuh kasih sayang maka hati mereka akan menyatu dan selalu bersemai kasih sayang yang jauh dari permusuhan.

Keempat, anak bisa menjadi fitnah atau ujian. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Taghabun ayat 15:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved