Arti Bahasa Arab
Arti Allahummaj Alna Mustajabi Dua Aamiin Ya Mujibassailin, Lafadz Penutup Doa Mohon Dikabulkan Doa
"Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang dikabulkan doanya, Amin ya Allah yang mengabulkan permintaan orang yang meminta."
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TRIBUNSUMSEL.COM -- Kalimat Allahummaaj'alna mustajabi du'aa Aamiin yaa Mujibaassailin, adalah salah satu lafadz penutup doa.
Tulisan Arab untuk kalimat tersebut adalah:
الهم أجعلنا مستجابي الدعاء
آمين يا مجيب السآئلين
Allahumma aj'alna mustajabi ad-du'aa' Aamiin yaa Mujiba as-saa'ilin.
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang dikabulkan doanya, Amin ya Allah yang mengabulkan permintaan orang yang meminta."
Doa merupakan bagian dari ibadah. Doa juga adalah sarana berkomunikasi antara hamba dengan Rabbnya.
Untuk menyampaikan harapan, permohonan, dan rasa syukur.
Sebagai seorang hamba yang papa, pasti begitu menginginkan dan berharap doa-doa kita dikabulkan oleh Allah.
Namun ternyata ada faktor yang menyebabkan tidak dikabulnya doa bahkan kita terus terpuruk dalam kemaksiatan.
Dikutip dari laman daarudtauhiid.sch.id, berikut beberapa sebab doa tidak diijabah
1. Harta yang Haram
Memakan atau menggunakan harta yang haram menjadi salah satu penyebab tidak terkabulnya doa.
Maka dari itu, sebagai seorang muslim sudah sepatutnya menjauhkan diri dari segala hal yang telah Allah haramkan, dan menjaga diri beserta keluarga dari hal tersebut.
Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadits Rasulullaah;
Artinya:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya? (HR Muslim).
2. Hati yang Lalai dari Mengingat Allah
Bagaimana bisa dikabulkan bila kita meminta, namun hati tak serius memohon? Lalai dari mengingat Allah padahal Allah lah tempat kita meminta dan Ialah yang kuasa mengabulkan doa.
Sebab doa tak terkabul, bisa juga karena lalainya hati dari mengingat Allah. Hal ini telah disabdakan Rasulullah dalam sebuah hadits;
Artinya: Ketahuilah oleh kalian semua, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari orang yang hatinya lalai. (HR at-Tirmidzi).
3. Tidak Serius dalam Berdoa
Ketika berdoa kepada Allah, tunaikanlah dengan penuh kesungguhan dan kekhusyu’an. Yakinlah bahwa Allah Maha Mendengar dan pasti mengabulkan doa hambaNya.
Jika doa ditunaikan dengan hati yang lalai dan ragu akan terkabulnya doa, bisa jadi itulah salah satu faktor doamu tidak terkabul. Karena Allah sesuai dengan prasangka hambaNya.
“Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan:
‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau kehendaki, dan rahmatilah aku jika Engkau berkehendak, dan berilah aku rezeki jika Engkau berkehendak’. Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam meminta, karena Allah sama sekali tidak ada yang memaksa.” (HR: al-Bukhari).
4. Meninggalkan Kebaikan dan Mengerjakan Keburukan
Meninggalkan amal ma’ruf dan nahi munkar menjadi salah satu sebab tidak terkabulnya doa.
Menjadi suatu hal yang nista bila kita meminta kepada dzat yang Maha Suci, sementara kita dengan percaya diri meninggalkan perintahNya dan malah mengerjakan hal-hal yang dilarang. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda;
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaknya kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar atau jika tidak niscaya Allah akan mengirimkan siksa-Nya dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun doa kalian tidak lagi dikabulkan.” (Hadits Hasan. HR: at-Tirmidzi dan Ahmad).
5. Berdoa untuk Maksiat
Berdoa untuk kebaikan saja belum tentu Allah kabulkan bila ditunaikan dengan cara-cara yang tidak benar. Apalagi berdoa untuk maksiat?
Bagaimana Allah yang Maha Baik menjerumuskan hambanya ke jurang kemaksiatan yang justru berakibat buruk bagi hamba yang amat Ia sayangi? Dalam sebuah hadits,
Rasulullah bersabda;
“Doa seseorang di antara kalian, senantiasa akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa ataupun untuk memutuskan tali silaturahim dan tidak tergesa-gesa. Seorang sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?’
Rasulullah menjawab, ‘Yang dimaksud dengan tergesa-gesa adalah apabila orang yang berdoa itu mengatakan; ‘Aku telah berdoa dan terus berdoa tetapi belum juga dikabulkan’.’ Setelah itu, ia merasa putus asa dan tidak pernah berdoa lagi.” (HR: Muslim).
Sebenarnya Allah mendengarkan semua doa kita, dan memberikan yang terbaik dengan hidup kita.
Apa bila doa kita tidak sesuai harapan, padahal kita telah berusaha sebaik mungkin, itu bukan berarti doa kita tidak terkabul, melainkan Allah punya rencana lain, dan rencana Allah lah yang terbaik. Wallahualam bishawabi. (lis/berbagai sumber)
Baca juga: Arti Allahumma As’ad Ummi Kama As’adatni Kabira Kumpulan Doa untuk Ibu, Ya Allah Gembirakanlah Ibuku
Baca juga: Tulisan Arab & Arti Alhamdulillahilladzi Arsala Rosulahu Bil Huda Wadinil Haq, Doa Mukadimah Pidato
Baca juga: Alhamdulillahi Rabbil Alamin Wassholatu Wassalamu Ala Asyrafil Ambiya Iwal Mursalin, Lafadz Pembuka
Baca juga: 10 Amalan di Bulan Muharram Lakukan Konsisten hingga Bulan Berikutnya, Membaca Surat Al Ikhlas 1000x
Allahummaj Alna Mustajabi du a Aamiin Ya Mujibassa
arti Allahummaj Alna Mustajabi dua
Aamiin Ya Mujibassailin artinya
tulisan arab Aamiin Ya Mujibassailin
tulisan arab Allahummaj Alna Mustajabi dua
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
agar doa dikabulkan
Arti La Ilaha Illallahul Wahidul Qahhar, Dzikir Ketika Terbangun di Tengah Malam dan Keutamaannya |
![]() |
---|
Hubbul Wathon Minal Iman, Quote Bahasa Arab Semangat Nasionalisme, Cinta Tanah Air Bagian dari Iman |
![]() |
---|
Arti Ied Al Istiqlal, Kosa Kata Bahasa Arab Bermakna Hari Kemerdekaan |
![]() |
---|
Arti Wa Lanabluwannakum Bisyaiin Minal Khaufi Wal Jui, Surat Al Baqarah Ayat 155 |
![]() |
---|
Arti Subhanallahi Wabihamdihi Adada Kholqihi Waridho Nafsihi Wa Zinata Arsyihi Wa Midada Kalimatihi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.