Berita Polres Ogan Ilir

Polres Ogan Ilir Panen Raya Jagung Tahap 2, Wujudkan Program Ketahanan Pangan

Polres Ogan Ilir melaksanakan kegiatan panen raya jagung tahap kedua dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan.

Tayang:
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Moch Krisna
Foto : Humas Polres Ogan Ilir.
PANEN RAYA - Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo beserta jajaran dan instansi terkait menggelar panen raya jagung tahap kedua, Senin (5/5/2025). Panen dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan ini berlangsung di lahan seluas 3 hektar di Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Polres Ogan Ilir melaksanakan kegiatan panen raya jagung tahap kedua dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan.

Kegiatan ini berlangsung di lahan seluas 3 hektar milik Aipda Iwan Haryanto, yang berlokasi di Kelurahan Indralaya Indah, Kecamatan Indralaya.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengatakan, panen raya ini merupakan tindak lanjut dari tahap pertama yang telah dilaksanakan pada April lalu.

Di mana ketika itu hasil panen mencapai 6,5 ton jagung manis dan 20 ton jagung pipil dari lahan seluas 5 hektar. 

"Dan untuk tahap kedua ini diperkirakan hasil panen mencapai 24 ton jagung pipil," terang Bagus ditemui di lokasi panen raya, Senin (5/5/2025).

Bagus menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini adalah bentuk nyata dukungan institusi Polri terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. 

Pucuk pimpinan Polres Ogan Ilir juga menekankan pentingnya kerjasama antara aparat kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat.

Kerjasama ini dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mengurangi ketergantungan terhadap impor jagung.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih giat dalam bertani. Ke depan, kami berkomitmen untuk mengembangkan penanaman jagung di setiap desa, minimal satu hektar sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan,” ujar Bagus.

Dijelaskannya, lahan jagung yang dipanen kali ini mulai ditanami bibit pada pertengahan Januari lalu.

Penanaman dengan bibit sebanyak 50 kilogram, menggunakan pupuk kandang 300 karung, phonska delapan karung dan urea delapan karung. 

"Selama masa tanam, dilakukan penyemprotan herbisida dan insektisida untuk mengendalikan gulma serta hama ulat," terang Bagus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved