Seputar Islam
Doa Meredam Amarah Orang Lain dari Hasan Al Bashri Saat Berhadapan dengan Penguasa Hajjaj bin Yusuf
Jadikanlah murkanya kesejukan dan keselamatan bagiku, sebagaimana Kau ubah api menjadi kesejukan dan keselamatan bagi Ibrahim ‘alaihissalam.
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TRIBUNSUMSEL.COM -- Hasan Al-Basri memiliki nama lengkap Hasan bin Yasar Al Basri Rahimahullah adalah seorang tabi’in tangguh hidup di masa 110 H.
Dia tak gentar ketika harus berhadapan dengan para pemimpin zalim. Kata-katanya begitu menyengat tapi meluluhkan siapa pun yang berhadapan dengannya.
Terdapat satu warisan doa dari beliau, yaitu Doa meredam marah orang lain, atau doa ketika sedang menghadapi orang yang sedang marah.
Doa Peredam Marah
يَا وَلِيَّ نِعْمَتِي وَمُلَذَّي عِندَ كَلِي كُرْبَتِي اجْعَلْ نِعْمَتَهُ عَلَيَّ بَرْدًا وَسَلَامًا كَمَا جَعَلْتَ النَّارَ بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ
Arab Latin :
Ya waliyya nimatii wamaladzi inda kali kurbatij al nimatahu alayya bardan wasalaman kama jaaltannaaro bardan wasalaaman ala ibraahima
Artinya:
"Ya pemberi nikmat dan pembersih dosa dosaku, jadikanlah nikmat-Mu ini sebagai kesegaran dan keselamatan, sebagaimana Engkau menjadikan api sebagai kesegaran dan keselamatan bagi Ibrahim "
Doa Hasan Al Basri di atas diucapkan ketika menghadapi kemarahan penguasa Hajjaj bin Yusuf.
Berikut kisahnya dikutip dari laman nu.or.id.
Al kisah, dalam waktu singkat dipanggilah Hasan Al-Basri di tengah kerumunan orang, mirip kisahnya seperti Nabi Ibrahim ‘alaihi salam di hadapan raja Namrud. Ketika memasuki pintu istana beliau melihat begitu banyak algojo dengan parang di tangannya.
Dengan banyak mata tertuju padanya, beliau hanya tenang dan khusyuk menggerakkan bibir, seolah berucap sesuatu.
Dihadapkanlah sang alim ini di muka Hajjaj, tanpa rasa gentar dan takut. Bahkan rasa takut ini justru hinggap di hati Hajjaj, seolah ia berhadapan dengan majikannya.
Mukanya pucat pasi, lidahnya kelu bahkan keringat dingin mengalir membasahi pelupuk mata dan pipinya. Hanya satu kata terucap pelan dari mulut Hajjaj, “Kemarilah Aba Sa’id—nama panggilan Hasan Al-Basri— Kemarilah duduklah di samping saya. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan”.
Hal yang membuat para petinggi dan yang hadir takjub. Seorang Hajjaj yang dikenal sangat bengis tak kuasa berhadapan dengan seorang Hasan Al-Basri, ulama yang dikenal sangat sederhana, tenang tapi tegas dalam hal agama.
Bahkan seorang Hajjaj harus rela untuk memuji dengan sebutan gelar yang begitu agung, ”Anta sayyidul ‘ulama ya Aba Sa’id” Engkaulah pemimpinnya para ulama wahai Abu Sa’id. Pujian yang memang sangat pantas beliau dapatkan, walau tak lazim keluar dari mulut Hajjaj.
doa meredam amarah
doa meredam amarah orang lain
doa peredam marah hasan al bashri
doa Hasan Al Basri ketika Berhadapan dengan Pengua
Hasan al-Bashri adalah
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
| Jadwal Puasa Sunnah Bulan Juni 2026: Senin-Kamis, Ayyamul Bidh dan Tasua Asyura |
|
|---|
| Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Dzulhijjah 1447 H, Minggu 31 Mei hingga Selasa 2 Juni 2026 |
|
|---|
| Hadits Anjuran Menyambut Kepulangan Jemaah Haji dengan Salam, Tulisan Arab dan Arti |
|
|---|
| 2 Doa Menyambut Kedatangan Jemaah Haji dari Tanah Suci, Mohonkan Ampunan Menjadi Haji/Hajjah Mabrur |
|
|---|
| Susunan Acara Menyambut Kedatangan Jemaah Haji, dari yang Sederhana hingga Formal, Lengkap Teks MC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/doa-meredam-amarah-orang-lain.jpg)