Berita Pali

Diguyur Hujan Deras Rumah Ketua RT di PALI Jebol Tertimpa Jalan Amblas, 2 Rumah Lain Terancam Ambruk

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (4/5/2025) malam, sekitar pukul 00.05 Wib.

Tayang:
Penulis: Apriansyah Iskandar | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Apriansyah Iskandar
AMBLAS - Kondisi Dinding Rumah yang Jebol, Senin (5/5/2025). Diguyur Hujan Deras Rumah Ketua RT di PALI Jebol Tertimpa Jalan Amblas, 2 Rumah Lain Terancam Ambruk 

Laporan wartawan Sripoku.com Apriansyah

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI -- Satu rumah warga di RT 04 RW 005 Tebing Atmojo Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, Sumsel mengalami kerusakan akibat tertimpa material tanah bagian bawah badan jalan setapak yang amblas.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (4/5/2025) malam, sekitar pukul 00.05 Wib.

Berdasarkan pantauan dilokasi badan jalan setapak yang amblas tersebut panjangnya mecapai 4- 5 meter, dengan kedalaman mencapai 3 meter.

Akibatnya, satu rumah warga yang lantai dasarnya tepat dibawa jalan setapak tersebut tertimpa material tanah dan menyebabkan dinding rumah lantai bagian bawah jebol.

Aldo pemilik rumah sekaligus ketua RT 04 menceritakan, amblasnya jalan setapak tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Talang Ubi sejak Sabtu malam, sehinggah struktur tanah bawah jalan stapak yang menempel pada dinding rumahnya menjadi labil.

"Kejadiannya kemarin malam, sekitar jam 12 malam, karena hujan deras semalaman, jadi tanahnya amblas dan menjebol dinding pada lantai bagian bawah rumah," kata Aldo, ketika ditemui, Senin (05/5/2025).

Saat kejadian, Aldo mengatakan dirinya hendak memasukan sepeda motor, sementara adiknya bernama Aldi sedang mengerjakan skripsi bersama teman-temannya di ruangan lantai bawah rumah.

Sebelum dinding ruangan tersebut ambruk, Aldo juga mengatakan memang terdapat rembesan air hujan didinding dan lantai rumah.

Sehingga adiknya bersama teman-teman nya segera membereskan peralatan kerja mereka, dan bergeser menghindari rembesan air tersebut.

"Hujannya deras, airnya merembes kedalam rumah, adik saya yang lagi ngerjain skripsi mulai berberes berkas-berkas skripsi dan laptop mereka. Namun baru saja saya hendak masukin motor, dikagetkan bunyi gubrak, saya pikir ada gempa, rupanya dinding rumah sudah jebol, dan tanah bercampur air hujan langsung masuk semua kesini," ungkapnya.

Melihat kejadian itu, Aldo pun sempat panik dan segera membangunkan ibunya yang sedang tidur di lantai atas rumahnya.

Dia juga mengatakan, akibat ambruknya dinding tersebut, sejumlah peralatan elektroknik seperti tv dan prabotan rumah serta berkas-berkas skripsi adiknya dan temannya ikut tertimbun material dinding dan tanah yang memenuhi ruangan tersebut.

Air hujan yang membanjiri ruangan ini ketinggian nya sekitar 30 centimeter lebih, ditambah material dinding rumah dan tanah yang ambruk, saat kejadian.

"Tv sama prabotan diruangan ini rusak, begitu juga dengan sejumlah berkas-berkas skripsi adik saya yang tak terselamatkan. Saya sempat panik dan langsung bangunin ibu saya yang tidur di lantai atas, takut juga kalau rumah roboh, serta menghubungi BPBD untuk meminta bantuan," ujarnya.

Kendati demikian, Aldo bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka, karena saat kejadian posisi Aldo dan adiknya belum tidur.

"Untungnya kami belum tidur, kalau kami tidur entah apa yang akan menimpa kami, sebenarnya diruangan bawah ini hanya ada dapur dan ruangan keluarga. Tapi kadang-kadang juga dipakai buat tidur, "tuturnya.

Baca juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Sejumlah Jalan di OKU Selatan Amblas, BPBD Pasang Pembatas

Baca juga: Turunkan Alat Berat, Jalan Amblas di Simpang OKU Selatan Ditargetkan Bisa Dilewati Siang ini

Pihak BPBD dan warga lainya yang tiba dilokasi langsung membantu Aldo untuk mengevakuasi material dinding rumah dan tanah yang amblas tersebut.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir tidak sedikit dan mencapai puluhan juta rupiah.

Apalagi menurut Aldo, dirinya bersama keluarganya masih dihantui perasaan khawatir, jika terjadi hujan deras lagi, karena dapat memperburuk struktur tanah.

Dengan kondisi badan jalan setapak tersebut yang sudah habis tergerus, dan kondisi lingkungan setempat berupa perbukitan, dibutuhkan penanggulangan lebih serius.

"Takut juga kalau hujan lagi, ini kan badan jalan setapaknya sudah amblas semua, hanya tinggal tersisa sedikit lagi dari pondasi rumah tetangga sebelah. Takutnya rumah di sebelah juga ambruk menimpa kesini kalau tanahnya amblas lagi, jika tidak segera ditanggulangi," kata Aldo.

Dia juga mengatakan, saat ini ada 3 rumah warga yang berpotensi tanahnya amblas, yaitu, rumah miliknya serta 2 rumah tetangga yang bersebelahan dan butuh bantuan penangannan dari pemerintah setempat.

Untuk itu, selaku ketua RT setempat, Aldo mohon bantuan dari pemerintah Kabupaten PALI, agar dapat membantu penannggulangan antisipasi terjadinya tanah amblas dengan cara melakukan pengecoran atau membuat dam penahan tanah.

"Kalau biaya sendiri kami ga mampu pak, hitung-hitung biaya perbaikan dan kerugian yang saya alami ditaksir sekitar Rp 70 juta. Ini aja pakai uang tabungan dulu untuk nutup dinding yang jebol agar air hujan tidak masuk ke rumah. Saya berharap ada bantuanlah dari Pemkab PALI, untuk di cor atau dibuatkan dam penahanan tanah. Kalau kondisi seperti ini kami sebagai warga khawatir pak setiap hujan deras, khawatir kalau rumah kami ambruk karena tanahnya amblas,"imbuhnya.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Ponidi, tetangga sebelah rumah Aldo, dimana pondasi rumah Ponidi, hanya tinggal sekitar 50 centimeter.

"Ini tinggal sedikit lagi, dinding rumah saya bakalan ambruk juga kalau tidak segera diperbaiki, apa lagi kalau hujan deras kami juga khawatir. Monon bantuannya untuk dilakukan pengecoran atau dengan cara apa, supaya tanahnya tidak amblas lagi, dan kami warga disini tidak khawatir lagi," kata Ponidi. 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved