Longsor di Muba

Daftar Wilayah Rawan Longsor dan Pohon Tumbang di Muba, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, H Pathi Riduan mengatakan, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi.

Tayang:
Dok Warga
LONGSOR DI MUBA -- Peristiwa tanah amblas atau longsor terjadi di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba, Jumat (4/4/2025). Warga diimbau waspada dengan potensi cuaca ekstrem di Kabupaten Muba dalam beberapa hari ke depan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU -- Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca dengan curah hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih akan terjadi secara berkala di sejumlah wilayah Sumsel termasuk di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, H Pathi Riduan mengatakan, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi, terutama di kawasan rawan longsor dan bantaran sungai.

“Beberapa hari ke depan curah hujan cukup tinggi diperkirakan masih sering terjadi. Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang rawan seperti bantaran Sungai Musi,” ujar Pathi, Jumat (4/4/2025).

Baca juga: Longsor di Desa Kasmaran Babat Toman Muba, Terdampak ke 6 Rumah Hingga Akses Terputus

Lanjut Pathi, adapun daerah yang dinilai rawan terhadap cuaca ekstrem di antaranya Kecamatan Sanga Desa, Babat Toman, Lawang Wetan, Sekayu, dan Lais.

Di wilayah-wilayah ini, potensi tanah longsor dan pohon tumbang sangat tinggi jika hujan turun terus menerus.

Kewaspadaan ini diperkuat dengan peristiwa tanah amblas yang terjadi di Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman pada Kamis malam (3/4/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut menyebabkan jalan utama desa terputus dan enam rumah warga terdampak langsung akibat abrasi Sungai Musi yang kian parah karena derasnya arus air.

“Kejadian di Kasmaran adalah contoh nyata dampak dari cuaca ekstrem. Abrasi sungai dan curah hujan tinggi mempercepat kerusakan lingkungan, dan ini bisa terjadi kapan saja,” ungkapnya.

Saat ini, BPBD bersama aparat desa masih melakukan proses evakuasi warga serta pendataan kerusakan.  

"Langkah-langkah antisipatif juga terus dilakukan bersama instansi terkait untuk mencegah kejadian serupa di wilayah lain,"jelasnya.

Sementara itu,  Bupati Muba H M Toha, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih terus mengintai.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Muba untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor, banjir, atau di bantaran sungai, harap segera mengambil langkah antisipatif, termasuk mengevakuasi diri jika diperlukan,” ungkapnya.

Ia juga meminta agar masyarakat terus memantau informasi resmi dari BPBD dan BMKG.

"Kami ingin memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Mari kita saling menjaga dan bekerja sama menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu ini,” tutupnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved