Masak Besar di Palembang
5 Ribu Kupon Dibagikan Saat Masak Besar di BKB, Kembalikan Marwah Palembang, 300 Kg Rendang Daging
Wati, salah satu warga yang berasal dari KM 14 Betung Banyuasin juga rela datang ke BKB karena antusias melihat konten masak besak.
Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ribuan masyarakat rela antre berjam-jam menunggu demi rela mendapatkan rendang daging atau ayam kecap yang dimasak besak (besar) di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kamis (27/3/2025).
Wati, salah satu warga yang berasal dari KM 14 Betung Banyuasin juga rela datang ke BKB karena antusias melihat konten masak besak.
Dia berangkat dari rumah pukul 14.00 WIB dan ikut barisan antre hingga mendapatkan masakan yang dimasak.
"Tahu ada kegiatan masak dari Tik Tok jadi datang ke BKB iseng saja siapa tahu dapat dan Alhamdulillah benar dapat," ujarnya.
Sebanyak 5 ribu kupon dibagikan untuk membagikan hasil masakan 300 kg daging rendang dan 1 ton ayam kecap yang dimasak.
Masak besak ini untuk mengangkat kembali citra dan marwah Kota Palembang yang sempat menjadi pergunjingan masyarakat se Indonesia, buntut dari vitalnya konten rendang Wilie Salim baru-baru ini saat masak besar di BKB.
Masak besar rendang dan ayam kecap ini diinisiasi oleh dr Richard Lee juga Gerakan Cinta Rakyat (Gencar).
Proses memasak dimulai sejak pukul 14.00 WIB yang dilakukan diantaranya oleh Persatuan Chef Profesional Indonesia (PCPI) dan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI), HIPMI, Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang dan sejumlah pihak lainnya.
Terdapat enam wajan besar untuk memasak 300 Kg rendang dan 700 porsi ayam kecap.
Kedua hidangan besar ini dibagikan kepada warga Palembang yang sudah menunggu untuk menu berbuka puasa.
Baca juga: Warga Palembang Antusias Hadiri Acara Masak Besar di BKB, Ada 3500 Kupon yang Dibagikan
Baca juga: Masak Besar di Palembang Hari ini, 300 Kg Rendang dan 1 Ton Ayam Dibagikan Lewat Kupon, Bukan Bukber
dr Richard Lee mengatakan, masak besar ini untuk mengembalikan nama baik Kota Palembang yang sempat viral karena masak besar yang tidak maksimal pengaturannya kemarin.
"Palembang bagian dari Indonesia meski Palembang disebut 'Prindavan' harusnya kita bersatu tunjukkan Palembang lebih baik. Jangan saling menghina, mari kita balas dengan kasih sayang, kita tunjukkan kita saling rangkul, jangan saling benci," katanya
Sementara Asisten II Setda Palembang Isnaini Madani yang membuka acara masak besar di BKB, dia menegaskan jika masyarakat Bumi Sriwijaya memiliki jiwa tertib, disiplin dan saling menghargai.
"Masyarakat Palembang penuh dengan sopan santun dan ketertiban. Kita buktikan bahwa masyarakat Palembang sejak masa kesultanan sudah beradab, punya rasa disiplin dan perjuangan," katanya.
Menurut Ketua Gencar Charma Afrianto, kegiatan masak besar ini untuk mengembalikan marwah positif warga Palembang. Menurutnya, perkara konten dia (Willie) sengaja atau tidak sengaja, akibatnya bagi masyarakat itu tidak bagus.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.