Berita OKU Selatan

Warga OKU Selatan Resah Saat Melintas di Jalan Alternatif Sumsel- Bengkulu, Ekstrem Perlu Pelebaran

Melintas dilokasi, akan menemui akses jalan yang sempit dan berkelok berada persis di bibir jurang sehingga dikenal dengan jalur neraka.

Tayang:
Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Slamet Teguh
Sripoku.com/ Alan Nopriansyah
JALUR EKSTREM - Kendaraan melintas di jalur ekstrem dari Desa Wates menuju desa Muara Sindang di Kecamatan Sindang Danau OKU Selatan. Senin (24/3/2025). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Ruas jalan alternatif  Sumatera Selatan menuju Provinsi Bengkulu dikenal memiliki medan dengan jalur ekstrEm di wilayah Kabupaten OKU Selatan.

Melintas dilokasi, akan menemui akses jalan yang sempit dan berkelok berada persis di bibir jurang sehingga dikenal dengan jalur neraka oleh masyarakat setempat.

Seyogyanya, terdapat berapa titik ruas jalan lebarnya tidak sampai 4 meter, berada di sisi kiri dinding tebing yang labil dan rawan longsor serta jurang dengan kedalaman puluhan meter di bagian sisi kanan.

Bahkan tak jarang kendaraan kerap kali terjun ke jurang bahkan menelan korban jiwa saat melintas di medan jalan yang sempit, berkelok serta tanjakan dan turunan yang curam.

"Upaya dari Pemerintah Provinsi memang ada untuk perbaikan ruas jalan itu. Namun kurang maksimal, lagi pula pengerjaanya asal asalan mungkin karena diujung perbatasan jauh dari pengawasan," kata Evan (38) , salah seorang tokoh pemuda di Kecamatan Sungai Are, Senin (24/3).

Sebagai warga sekitar, yang kerap melintas menuju ke Pusat Kota Muaradua, Evan menjelaskan terdapat beberapa titik ruas jalan dengan kondisi sangat memperihatinkan dan membahayakan pengendara.

"Yang parah itu dari Simpang Campang hingga ke Sadau Jaya Kecamatan Sungai Are, selain sempit juga menikung. Banyak sisi kiri dan kanan aspal jalan sudah tergerus longsor, aspal jalan sudah mengelupas," ujarnya.

Baca juga: Misnadi Ajak Masyarakat di OKU Selatan Manfaatkan Program Kesehatan Gratis

Baca juga: Jelang Lebaran, Harga Kopi di OKU Selatan Malah Turun Jadi Rp 64 Ribu Perkilo

Ia berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten ataupun pemerintah Provinsi untuk melakukan pelebaran di akses jalan tersebut.

Apalagi di akses jalan itu sudah sering terjadi kecelakan. 

"Dalam kurun waktu sebulan terakhir sudah sering kejadian kecelakaan, mulai dari tabrakan antar pengendara bahkan kendaraan terjun ke dalam jurang,"timpalnya 

Sementara, Kepala Desa Muara sindang Hilir, Kecamatan Sindang Danau, Edwien Jonilson menuturkan hal yang sama jika jalur tersebut sudah selayaknya dilakukan pelebaran di beberapa titik karena kondisinya yang sangat membahayakan. 

"Yang parah bahkan jika berpapasan salah satu kendaraan roda empat harus berhenti karena sempitnya badan jalan berada di ruas jalan dari desa Pulau Beringin  ke Desa Tanjung Bulan sekitar 1 Kilometer atau liku Jago, kemudian dari desa Wates menuju Muara Sindang Hilir dan dari desa Simpang Luas menuju desa Ujan Mas. Titik ruas jalan itu yang sudah mendesak untuk diperbaiki pemerintah,"pungkas Edwien.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved