Berita Nasional
5 Alasan Bupati Pangadaran Citra Pitriyami Pilih Tak Ikuti Arahan Dedi Mulyadi Soal Jam Kerja ASN
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diketahui membuat kebijakan terkait perubahan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama Ramadan 2025.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diketahui membuat kebijakan terkait perubahan jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama Ramadan 2025.
Adapun setiap ASN di provinsi Jawa Barat diminta untuk masuk pukul 06.30 selama bulan ramadhan.
Kebijakan tersebut ternyata tak diikuti oleh Bupadi Pangandaran Citra Pitriyami.
Melansir dari Kompas.com, Jumat (7/3/2025) Pemkab Pangandaran tetap menerapkan jam kerja normal, berbeda dengan arahan gubernur yang mengharuskan ASN masuk lebih pagi.
Citra mengungkapkan lima alasan di balik keputusan tersebut:
1. Hasil Musyawarah dengan pemangku kepentingan
Keputusan mempertahankan jam kerja normal diambil setelah musyawarah dengan Sekretaris Daerah (Sekda) serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran.
"Jadi jam kerja kita masih tetap seperti biasa," ujar Citra Pitriyami, Rabu (5/3/2025)
2. Jam kerja tetap 8 jam sehari
Menurut Citra, efisiensi kerja ASN di Pangandaran tetap terjaga selama memenuhi durasi kerja yang telah ditetapkan. "Prinsip kerja di kita yang penting 8 jam kerja," katanya.
3. Tidak mengganggu ibadah
Ramadhan Citra menilai bahwa jam kerja yang diterapkan tidak akan menghambat pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan, meskipun berbeda dari kebijakan di daerah lain. Baca juga: Satpol-PP Tak Berdaya, Warga Rebut Alat Berat dan Bongkar Paksa Hibisc Fantasy Bogor
4. Menjaga konsistensi pelayanan publik
Dengan mempertahankan jam kerja seperti biasa, Citra memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa ada perubahan drastis yang bisa memengaruhi produktivitas ASN.
5. Kewenangan pemerintah daerah
| Minta Maaf atas Insiden Bekasi Timur, KAI Fokus Tangani Penumpang dan Awak Kereta yang Terdampak |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur, Kereta Jarak Jauh Hantam KRL, Gerbong Wanita Ringsek Parah |
|
|---|
| Polisi Kuak Alasan Pengasuh Daycare Little Aresha di Jogja Ikat Kaki dan Tangan Anak, Gak Mau Repot |
|
|---|
| Bela Saiful Mujani, Mahfud MD Minta Polri Profesional & Tidak Asal Proses Laporan Dugaan Penghasutan |
|
|---|
| Isi Pertemuan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Purnawirawan TNI di Kantor Kemhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/CITRA-PITRIYAMI.jpg)