Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak

Profil Simon Aloysius Mantiri, Dirut PT Pertamina Minta Maaf Terkait Korupsi Tata Kelola Minyak

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri kini muncul menyampaikan permintaan maaf atas kasus dugaan korupsi Tata Kelola Minyak

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Moch Krisna
KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY
DIRUT PERTAMINA MINTA MAAF. (kiri) Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro, (tengah) Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri, dan (kanan) Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra dalam konferensi pers di Grha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025). Mengenal sosok Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri kini muncul menyampaikan permintaan maaf atas kasus dugaan korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina, Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri kini muncul menyampaikan permintaan maaf atas kasus dugaan korupsi Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina, Sub Holding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

Pernyataan tersebut disampaikan didepan publik melalui konferensi pers yang digelar di Graha Pertamina, Jakarta, Senin (3/3/2025). 

Simon menyebut bahwa kasus korupsi minyak tersebut menjadi ujian besar dan kejadian yang menyedihkan bagi Pertamina.

Baca juga: Bantah Dioplos, Ini Penjelasan Pertamina Soal Proses Pencampuran Pertamax di Depo, Injeksi Warna

Simon juga menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas kasus korupsi tata kelola minyak pertamina tersebut.

"Pada kesempatan ini, saya Simon Aloysius Mantiri sebagai Direktur Utama PT Pertamina Persero menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir ini", kata Simon dikutip dari KompasTV, Senin (3/3/2025). 

Untuk itu, pihaknya mendukung segala tindakan hukum yang dilakukan untuk menuntaskan kasus tersebut. 

“Kami apresiasi penindakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung atas dugaan (korupsi) yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Pertamina Persero,” ujar Simon. 

PT Pertamina sangat mendukung upaya kejagung dan akan membantu apabila dibutuhkan data-data atau keterangan-keterangan tambahan agar proses penyelidikan dapat diproses dan berjalan dengan baik.

Kasus korupsi korupsi minyak Pertamina ini, menurut Simon, menjadi kesempatan untuk terus memperbaiki perusahaan.

Profil Simon Aloysius Mantiri

Simon ditunjuk menjadi Dirut Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku RUPS PT Pertamina (Persero) SK-259/MBU/11/2024 tanggal 04 November 2024.

Melansir dari Kompas.com, Simon Aloysius Mantiri lahir di Kamasi, Tomohon, Sulawesi Utara yang menjabat sebagai anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.

Sebelum ditunjuk menjadi Dirut Pertamina, Simon merupakan Komisaris Utama dan Independen Pertamina sejak 10 Juni 2024.

Simon menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang mengundurkan diri karena ingin fokus memenangkan Ganjar Pranowo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Di luar jabatan di BUMN dan partai, ia pernah ditunjuk menjadi Personal Assistant to the Chief Executive Officer di PT Nusantara Energy.

Baca juga: Harta Kekayaan Maya Kusmaya Petinggi PT Pertamina Patra Niaga Tersangka Baru Korupsi, Capai Rp10,4 M

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved