Mayat Dalam Karung di Tanah Datar

Bertugas Cari Karung, Bima Ikut Terseret Kasus Pembunuhan Siswi MTs di Tanah Datar, Awalnya Tak Tahu

Pelaku utama Noval Julianto mengajak pelaku Bima Dwi bertemu dan berencana ingin mengenalkannya dengan korban CNS, usai dibunuh Bima mencarikan karung

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
PENANGKAPAN PELAKU PEMBUNUHAN SISWI MTS TANAH DATAR: Dua pelaku pembunuhan siswi di Tanah Datar N dan B. Ia diamankan karena diduga melakukan pembunuhan terhadap CNS (15) di Kabupaten Tanah Datar, Rabu, (26/2/2025). Pelaku utama Noval Julianto mengajak pelaku Bima Dwi bertemu dan berencana ingin mengenalkannya dengan korban CNS, usai dibunuh Bima mencarikan karung 

Kemudian jasad korban dibuang pelaku Noval di pinggir jalan samping perkebunan warga yang berada di Jorong Ladang Koto, Nagari Sungai Tarab, Kecamatan  Sungai Tarab,  Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu (19/2/2025) dini hari. 

Setelah pelaku Noval meletakan jasad korban di lokasi, ia kembali menelepon pelaku Bima untuk membantunya mendorong sepeda motor yang digunakannya. 

"Ia kembali menelepon pelaku B untuk membantu mendorong sepeda motornya yang habis minyak ke tempat pengisian BBM terdekat, setelah itu mereka kemudian berpisah kembali ke rumah masing-masing," jelasnya. 

Hingga pada Rabu (19/2/2025) pagi jasad korban ditemukan warga. 

Korban ditemukan dalam kondisi terbungkus karung putih. 

Korban Sempat Curhat Akan Dibunuh

Kematian Cinta Novita Sari atau  dibuang di pinggir jalan Kecamatan Sungai Tarab, Tanah Datar, Sumatera Barat menyisakan duka mendalam bagi keluarga. 

Terutama sang ibunda, Delka Liza yang begitu terkejut putrinya meregang nyawa di tangan pria kenalan korban, Noval Julianto alias N warga Salimpaung dan Bima Dwi Putra alis B (27), warga Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar. 

Sebelum ditemukan tewas,  korban sempat curhat kepada ibunya bahwa dirinya menerima pesan ancaman akan dibunuh pelaku.

Akan tetapi, ibu siswi MTs tidak menghiraukan karena mengira pesan ancaman pembunuhan itu iseng. 

Ancaman tersebut didapati melalui tangkapan layar pesan dari anaknya sendiri. 

Tidak lama dari itu, ibu kaget putrinya sudah ditemukan meninggal dunia di dalam karung 

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi. 

Baca juga: Tega Habisi Nyawa Anak Saya, Tangis Ibu Siswi MTs Anak Dibunuh di Tanah Datar, Minta Dihukum Berat

Menurut AKP Surya Wahyudi, ibu korban menerima tangkapan layar ancaman tersebut beberapa hari sebelum kejadian. 

"Korban sempat mengirimkan tangkapan layar ancaman tersebut kepada ibunya. Namun ibu korban menganggap hal tersebut adalah sebuah keisengan sehingga tidak terlalu menghiraukan," kata AKP Surya Wahyudi, Kamis (27/2/2025). 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved