Berita Nasional

Pasrahnya Agam Kepsek SMAN 1 Cianjur Dinonaktifkan Dedi Mulyadi Imbas Study Tour,Siap Tanggung Jawab

Adapun penonaktifkan Agam tersebut imbas pelaksaan Study Tour ke Bromo dan Bali yang sudah dilarang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Editor: Moch Krisna
Dok. SMAN 1 Cianjur/youtube KompasTV
DICOPOT DARI JABATAN. Kolase Kiri) Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai dilantik di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (Kanan) Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyanta, yang nekat gelar studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan BalicMulyadi copot Agam Supriyanta dari jabatan Kepsek SMAN 1 Cianjur. Imbas ngeyel berangkatkan siswa study tour ke Bali meski sudah dilarang. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Dinonaktifkan dari jabatan sebagai kepala sekolah SMAN 1 Cianjur, Agam Supriyatna bak pasrah

Adapun penonaktifkan Agam tersebut imbas pelaksaan Study Tour ke Bromo dan Bali yang sudah dilarang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Melansir dari Tribunjabar, Jumat (28/2/2025) Agam menyebutkan kegiatan studi tour ke Bromo dan Bali sudah direncankan sebelum adanya kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait larangan study tour.

"Study tour ke Bromo dan Bali yang diikuti sebanyak 361 siswa kelas 11 tersebut sudah direncanakan jauh-jauh hari, dan dilaksanakan sebelum keluarnya instruksi gubernur," kata Agam saat dihubungi, Kamis (27/5/2025).

Kegiatan implementasi kurikulum merdeka tersebut lanjut dia, berlangsung mulai Selasa (18/2/2025) sampai Senin (24/2/2025). 

KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta, Selasa (25/2/2025). Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur menyebutkan studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali merupakan kegiatan Outing Class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika
KEPALA SEKOLAH - Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta, Selasa (25/2/2025). Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur menyebutkan studi tour ke Bromo, Jawa Timur dan Bali merupakan kegiatan Outing Class Implentasi P5 Bhineka Tunggal Ika (dok SMAN 1 Cianjur/Tribunjabar.id)

Sementara pelantikan Gubernur baru Jawa Barat digelar pada Kamis (20/2/2025).

"Saat kebijakan baru tersebut mulai diberlakukan, rombonga SMAN 1 Cianjur dan siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut sedang dalam perjalanan menuju kota tujuan. Ketika itu kita tidak bisa diminta untuk kembali, karena ada beberapa pertimbangan, seperti spikologis para siswa," ucapna.

Selain itu ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut tercatat ada sebanyak 78 siswa yang tidak ikut, hal tersebut merupakan bukti bahwa kegiatan tersebut tidak bersifat wajib.

"Siswa yang ikut dalam kegiatan itu harus membayar biaya sebesar Rp 3,6 juta. Para siswa yang ikut dalam outing class tersebut juga mengumpulkan uang dengan cara menabung, bahkan sebelum rombongan berangkat juga dilakukan poling dan Mou, persiapanya memang sudah dilakukan setahun tahun lalu," ucapnya.

Agam mengatakan, pihaknya bersedia untuk bertanggung jawab atas keberangkatan ratusan siswanya tersebut ke Bromo dan Bali. Selain itu ia mengaku dirinya sudah memberikan klarifikasi dan keterangan kepada Dinas Pendidik Jawa Barat.

"Pada prinsipnya kita siap melalukan perbaikan, dipastikan akan memanutuhi kebijakan yang diluarkan pemeritah kedepannya," ucapnya.

Buntut dari study tour SMA Negeri 1 Cianjur ke Bali,  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menonaktifkan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cianjur, Agam Supriyanta.

Dedi Mulyadi menyampaikan hal tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71. 

Dedi Mulyadi menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inspektorat Jawa Barat. 

"Diputuskan bahwa Kepala SMA Negeri 1 Cianjur dinonaktifkan sementara karena kami harus melakukan pendalaman terhadap berbagai kegiatan pengelolaan keuangan di SMA Negeri 1 Cianjur," kata Dedi dalam unggahan videonya, dikutip Kompas.com, Kamis (27/2/2025). 

Dedi Mulyadi menegaskan, langkah serupa akan diterapkan di sekolah lain jika ditemukan kesalahan dalam pengelolaan sekolah. 

"Ini akan terus kami lakukan ke semua SMA dan SMK sehingga kami bisa mendapatkan rekomendasi objektif untuk kepentingan dunia pendidikan," ujarnya.

 (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved