Berita Palembang

Sejarah Kelurahan 29 Ilir Palembang, Ada Legenda Kutukan Sumpah dari Puyang Sugih

Ternyata, Kelurahan 29 Ilir juga memiliki legenda kutukan pahit sumpah dari Puyang Sugih (Syeh akbar Maqribi).

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/MAT BODOK
KELURAHAN 29 ILIR -- Lurah 29 Ilir Muhammad Ridho Rasyid SSTP MSi menceritakan sejarah dari Kelurahan 29 Ilir, Senin (17/2/2025). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kota Palembang memiliki 18 kecamatan dan 107 kelurahan yang salah satunya Kelurahan 29 Ilir

Ternyata, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 2 Palembang juga memiliki legenda kutukan pahit sumpah dari Puyang Sugih (Syeh akbar Maqribi).

Hal ini disampaikan  Lurah 29 Ilir Muhammad  Ridho Rasyid SSTP MSi yang didampingi Budayawan Kgs Haris Fadillah yang juga sebagai Ketua RT 15 di Lurah 29 Ilir. 

Dalam kesempatan ini, mereka menjelaskan sejarah dan legenda di Kelurahan 29 Ilir Palembang

"Dulunya Kampung 29 Ilir dapat kutukan, sumpah dari Puyang Sugih (Syeh akbar Maqribi) bunyinya apabila ingin sukses dan maju warga di sini harus pindah dari Kampung Air Tawar," ujar Ridho. 

Kampung Sungai Air Tawar terletak di Jalan Ki Gede Ing Soro yang penduduk aslinya disebut masih keturunan Kesultanan Palembang Darussalam. 

Di kampung ini ada sumur kisah air tawar yang sudah tersebar di seluruh Indonesia. 

Di mana, air sungai tawar diyakini warga dapat menyembuhkan berbagai macam santet dan guna-guna, yang dapat disembuhkan setelah minum dan mandi di Air Tawar. 

Namun sayangnya, kondisi sumur air tawar tak terawat dan nyaris hilang nilai sejarahnya, karena lokasi sumur air tawar tersebut semakin menyempit dengan adanya pengembangan pembangun. 

"Saya melihat sumur air tawar sekarang sedikit geli, dan kami di kelurahan tidak dapat berbuat banyak untuk melestarikan sejarah yang telah diperbuat oleh orang-orang hebat di zaman kolonial Belanda," kata suami dari Nurul Mutia Baba. 

Lurah kelahiran Palembang 19 Desember 1991 yang pernah menjabat sebagai Lurah Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang ini, sebelum dirinya dipercaya pemerintah untuk memilih Lurah di 29 Ilir, dirinya terus belajar memahami asal usul Lurah 29 Ilir. 

Sebelum disebut dengan nama Kelurahan 29 Ilir, ternyata Tahun 1877 dulunya disebut nama Guguk 29 yang dipimpin Pak Pong (H Mansyur) terdiri dari Dua Kecamatan Seberang Ulu dan Ilir. 

Pada Tahun 1912 berubah menjadi Kampung 29 juga dipimpin oleh H Mansyur. Dan pada Tahun 1982 berubah nama lagi menjadi Pasirah Kampung dipimpin oleh Mat Nur. 

"Pasirah Kampung Mat Nur sebelum menjabat sebagai Pasirah ternyata pernah menjabat sebagai Sekretaris Guguk zaman H Manyur," kata Ridho yang menyebutkan mereka ini ternyata masih ada hubungan keluarga. 

Semakin berkembangnya jaman pada Tahun 1992 berubah menjadi Kelurahan yaitu Kelurahan 29 Ilir, dipimpin oleh M Noer Husseb.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved