Berita OKI

Sejumlah Titik Kerusakan Jalan Tol Terpeka Mulai Diperbaiki, Berikut Titik-titik Lokasi Perbaikan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, sejumlah titik kerusakan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar - Pematang

Hutama Karya.
PERBAIKI JALAN - Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, sejumlah titik kerusakan ruas Terpeka mulai dilakukan perbaikan. 

TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG -- Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah, sejumlah titik kerusakan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayuagung (Terpeka) telah mulai dilakukan perbaikan.

Hal tersebut disampaikan Executive Vice President (EVP) Sekretaris PT Hutama Karya, Adjib Al Hakim bahwa kondisi jalan tetap terjaga dalam kondisi optimal menjelang puncak arus mudik Idhul Fitri.

"Kami memohon maaf jika selama masa pemeliharaan jalan tol akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Dihimbau bagi  pengguna jalan dapat berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan saat melintas di area pemeliharaan," kata Adjib ketika  dikonfirmasi Sabtu (15/2/2025) sore.

Dijelaskan untuk pemeliharaan rigid (perkerasan jalan yang terbuat dari beton semen) dilakukan kilometer 183+525 hingga 184+905 jalur A. Lalu km 231+ 228 - 215+598 jalur B, dan km 187+433 - 173+215 jalur B.

Selanjutnya, km 141+120-211+060, km 247+830 - 272+718 jalur A, km 273+995 - 306+439 jalur A dan km  287+810 - 222+616 jalur B. 

"Kami menargetkan penyelesaian pada awal Maret 2025 mendatang," imbuhnya.

Menurutnya, pemilihan metode SFO (scrapping, filling, overlay) berdasarkan hasil inspeksi kondisi jalan, analisis kebutuhan dari pada perbaikan.

Dimana metode dipilih karena lebih efektif menangani perkerasan fleksibel mengalami alur, retak dan lubang akibat beban kerja tinggi.

"Proses pengupasan aspal lama, pengisian kembali material dan pelapisan ulang untuk memastikan permukaan jalan lebih rata, tahan lama. Serta meningkatkan kenyamanan berkendara," ujarnya. 

Sementara untuk rekonstruksi beton rigid diterapkan pada perkerasan yang mengalami retak, deformasi signifikan. 

"Karena metode ini mampu kembalikan kekuatan dan stabilitas jalan secara menyeluruh," cetusnya.

Dikatakan kembali, kedua metode ini disesuaikan dengan karakteristik kerusakan jalan agar pemeliharaan lebih optimal, meminimalkan risiko perbaikan berulang dan memastikan kondisi jalan tol tetap prima dan aman bagi pemudik.

"Guna mempercepat pemeliharaan, kami juga meningkatkan jumlah tim inspeksi pothole yang bertugas untuk melakukan inspeksi secara berkala di seluruh ruas tol yang dikelola. Dari sebelumnya total dua tim menjadi tiga tim," 

"Tim ini bertugas mengidentifikasi,  melaporkan dan segera menangani lubang atau kerusakan berpotensi bahayakan pengguna jalan," pungkasnya.

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved