Guru SMP di Palembang Diancam
Penjelasan Kepsek SMPN 1 Palembang Usai Viral Pengancaman Sesama Guru di Sekolah, Beri Bantahan
Menurut Maju, hal yang hendak dibicarakan keduanya adalah perihal jadwal jam olahraga yang juga diatur oleh korban Marlita alias M.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala SMP Negeri 1 Palembang menyebut insiden diduga penyekapan dan pengancaman yang terjadi antara Staf Kurikulum yang juga guru Bahasa Indonesia dengan Guru Olahraga, membuat pelaku yang diketahui bernama Tedi alias T sudah diamankan di Polsek Ilir Barat I.
Kepsek SMP Negeri 1 Palembang, Maju Partogi Simanjuntak mengatakan, kedua guru tersebut memang berada di dalam satu ruangan untuk membahas perihal jadwal yang belakangan ini membuat keduanya tidak sepaham.
"Yang saya lihat tidak ada penyekapan ini dilatarbelakangi selisih paham satu olahraga dan staf kurikulum. Tanggal 24 Januari sudah diselesaikan setelah itu libur, mungkin kali ini ada yang mau diklarifikasi antara keduanya," ujar Maju, Selasa (4/2/2025).
Menurut Maju, hal yang hendak dibicarakan keduanya adalah perihal jadwal jam olahraga yang juga diatur oleh korban Marlita alias M.
"T menanyakan jadwal yang diakomodir juga oleh M," katanya.
Ia menyebut rencananya perselisihan keduanya hendak diselesaikan dengan baik-baik dibantu olehnya sebagai Kepala Sekolah dan penengah, sehingga ia membantah tidak ada penyekapan.
"Rencananya saya mau memfasilitasi keduanya di ruangan saya, tapi ternyata saya keduluan mereka datang lebih pagi, tidak ada penyekapan," katanya.
Kemudian beberapa waktu berselang, Babinkamtibas setempat datang ke sekolah karena mendapat laporan diduga adanya penyekapan dan pengancaman.
Saat digeledah Babinkamtibas mendapati senjata tajam jenis pisau yang dikantongi oleh TD, pelaku.
"Ada di saku celananya saat digeledah, Babinkamtibas yang datang tadi juga sempat mengeluarkan catatan. Karena sudah dibawa ke polisi dan ada sajam, ini menjadi ranah pihak berwajib," katanya.
Baca juga: Viral Guru SMPN 1 Palembang Diancam Sesama Guru Dengan Pisau di Sekolah Karena Honor Belum Dibayar
Baca juga: VIDEO Viral 3 Siswa Keroyok Seorang Guru di Dalam Kelas hingga Dipertontonkan Murid Lain, Dikecam
Kejadian Viral
Sebelumnya, Kapolsek Ilir Barat I AKP Ricky Mozam mengatakan, berdasarkan keterangan dari korban pelaku mengancamnya menggunakan pisau sambil menggosok-gosokkan sajam ke tangannya sendiri.
"Keduanya sedang di ruang kosong, dan korban ini diduga mendapat ancaman dari pelaku. Dari keterangan korban, pelaku ini mencoba mengancam dengan cara menyayat sajam ke tangannya sendiri, seolah ingin menunjukkan bahwa dia (pelaku) ini kebal," ujar Ricky saat dikonfirmasi.
Namun hal tersebut dibantah pelaku yang mengaku tidak mengancam korban.
Saat ini korban sudah membuat laporan di Polsek Ilir Barat I sedangkan pelaku masih diperiksa oleh penyidik.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.