Pilkada Lampung 2024
Daftar 11 Profil Kepala Daerah di Lampung Dilantik Presiden Prabowo 6 Februari 2025
Pelantikan itu merupakan bagian dari pelantikan pertama yang mencakup kepala daerah yang hasil pemilihannya tidak bersengketa atau tidak digugat ke Ma
Pria kelahiran Tanjung Karang,15 Januari 1957 ini berputra satu dari pernikahannya dengan Sri Asiyah.
Ia pernah menjadi Kabag hukum dan teknis KPU Provinsi Lampung tahun 2008.
Serta pernah menjadi Asisten Bidang Pemerintahan di Pemerintah Kota Bandar Lampung tahun 2010 sampai pensiun di tahun 2017.
Setelah ia pensiun, Deddy menjadi ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandar Lampung tahun 2011 – 2020.
Serta menjabat sebagai ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ) Kota Bandar Lampung 2017 – 2020.
Sekaligus Ketua Ikatan Pensiunan PNS (IPPNS) Kota Bandar Lampung.
3. Wali Kota dan Wawako Metro
- Bambang Santoso Wali Kota Metro
Bambang Iman Santoso lahir di Desa Sukadamai, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, pada 8 Februari 1972 memiliki banyak pengalaman berorganisasi.
Bambang pernah menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Lampung Timur periode 2004-2009.
Kemudian Wakil Ketua KONI Lampung Timur periode 2004-2009, A'wan Suriah PCNU Metro tahun 2015 dan Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Lampung periode 2011-2015.
Tak hanya itu, Bambang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Metro periode 2022-2027.
Wakil Ketua IPHI Kota Metro periode 2022-2024 dan Ketua KBIHU Kota Metro periode 2015-2024.
Tak hanya memiliki pengalaman berorganisasi, Bambang Iman Santoso juga memiliki riwayat pekerjaan mulai dari Anggota DPRD Lampung Timur hingga Dosen.
Yaitu pernah menjadi Ketua Komisi I DPRD Lampung Timur periode 2004-2009, Ketua DPRD Sementara Provinsi Lampung tahun 2009, dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung periode 2009-2014.
Tak hanya pernah menjadi anggota legislatif, Bambang juga pernah menjadi Manajer Koptan Lampung Selatan tahun 2017, Direktur Utama PT. Salma Amanah Wisata tahun 2018-2024, dan Direktur PT. Salma Saudi Wisata tahun 2022-2024.
Bambang juga pernah menjadi Ketua Yayasan YPPIL Lampung tahun 2022-2024, Dekan FEBI Universitas Annur Lampung tahun 2017-2018, dan Dosen Tetap IAI Agus Salim Metro tahun 2022-2024
- M. Rafieq Adi Pradana Wawako Metro
M Rafieq Adi Pradana lahir di Bandar Lampung 11 November 1991 menimba ilmu hingga meraih gelar Doktor.
Pernah berkuliah S1 Sarjana Ekonomi di Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, S2 Magister Manajemen di Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, dan S3 Doktor Universitas Islam Raden Intan.
Ayah tiga anak itu juga berprofesi sebagai Dosen sebelum mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Wali Kota Metro bersama dengan Bambang Iman Santoso.
Yaitu Dosen di STIE Krakatau dan Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai.
Tak hanya itu, Rafieq juga pernah memiliki riwayat berorganisasi.
Seperti menjabat sebagai Ketua Yayasan Mahya Abdi Bangsa tahun 2015, Tenaga Ahli DPRD Provinsi Lampung tahun 2023-2024, dan Kepala Bidang LPPM Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai tahun 2024.
M Rafieq adalah anak sulung dari Edy Irawan Arief, ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung dan keponakan Andi Arief Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat.
4. Bupati dan Wabup Lampung Barat :
- Parosil Mabsus
Parosil Mabsus merupakan pria asal Sinar Jaya, Lampung Barat, lahir 12 Maret 1974.
Mukhlis Basri sendiri merupakan seorang politisi terkemuka dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Mukhlis pernah menjabat sebagai Bupati Lampung Barat selama dua periode dan kini terpilih sebagai Anggota DPR RI untuk periode 2024-2029.
Selain aktif dalam politik, Mukhlis juga mendukung penuh keluarganya dalam dunia politik.
Ia secara aktif mendampingi dan memberikan motivasi kepada keponakannya yakni, Laras Tri Handayani, mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pringsewu pada Pilkada 2024.
Selain itu, Mukhlis juga terlibat dalam pencalonan keponakannya Lesty Putri Utami.
Lesty Putri Utami, merupakan kakak dari Laras, saat ini terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Lampung untuk periode 2024-2029.
Mereka mengikuti jejak sang ayah.
Lesty aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan politik di Lampung.
Soal karier Parosil Mabsus memulai kariernya sebagai guru honorer pada akhir tahun 1999.
Ia mengajar di SMP 2 Sumberjaya (sekarang SMP 1 Kebun Tebun), hanya berjarak beberapa kilometer dari rumahnya.
Ia mengajar mata pelajaran PPKN serta beberapa mata pelajaran lainnya.
Pada 2002, Parosil diangkat menjadi guru kontrak dan ditempatkan di SMA 1 Lemong, Lampung Barat (sekarang masuk wilayah Kabupaten Pesisir Barat).
Selain mengajar, ia juga aktif di Lembaga Himpunan Pemekon (LHP), sebuah lembaga berfokus pada pengembangan masyarakat desa.
Pada 2003, saat masa pemilihan legislatif 2004, Parosil mulai mempertimbangkan untuk terjun ke dunia politik.
Ia memilih mengikuti jejak kakaknya, Mukhlis Basri, saat itu baru terpilih sebagai Wakil Bupati Lampung Barat.
Setelah berdiskusi dengan keluarganya, Parosil memutuskan untuk mundur sebagai guru kontrak dan mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPRD Lampung Barat.
Berkat dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat, ia terpilih sebagai anggota DPRD dengan suara terbanyak di daerah pemilihannya.
Keberhasilan ini menjadi langkah awal Parosil di panggung politik.
Puncaknya, pada Pilkada Lampung Barat 2017, ia mencalonkan diri sebagai Bupati, berpasangan dengan Mad Hasnurin,.
Alhasil ia memenangkan pemilihan pada 15 Februari 2017.
- Mad Hasnurin
Mad Hasnurin ia merupakan pria kelahiran 30 November 1955.
Sebelum menjadi Wakil Bupati tahun 2024, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Barat ke-4 periode 2017—2022.
5. Bupati dan Wabup Lampung Selatan :
- Radityo Egi Pratama Bupati Lampung Selatan
Radityo Egi merupakan pria kelahiran 20 Juli 1988.
Ia menikahi Zita Anjani pada 2012 lalu.
Perlu diketahui, Zita Anjani dikenal sebagai politikus Indonesia, Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 dan 2024-2029.
Pada periode 2019-2024, Zita menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional.
Ia merupakan anak dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Di sisi lain, Egi sendiri merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Geodesi.
Usai lulus sarjana, ia kemudian melanjutkan pendidikannya sebagai Master of Business Administration (MBA) dari Middlesex University, London.
Karier Radityo sendiri dimulai sebagai penguasaha.
Ia merintis bisnis di bidang properti yang kemudian berkembang ke sektor lain.
Egi sempat menjadi developer dengan omzet ratusan miliar.
Kini ia juga terjun ke dunia pendidikan hingga mendirikan sebuah yayasan pendidikan.
Ia juga ikut andil dalam membangun Jokowi Learning Center di SMA Kebangsaan, Lampung Selatan, Lampung.
Pria yang biasa disapa Egi itu kini juga menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat.
Terbaru Radityo Egi Pratama bersama M Syaiful Anwar dideklarasikan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan pada Pilkada 2024.
Egi diusung oleh Golkar, Gerindra, PAN, PKB, Nasdem, Demokrat, PPP, PSI, Garuda, Gelora, dan Partai Ummat.
Alhasil, mereka terpilih sebagai kepala daerah Lampung Selatan 2024 ini.
- Syaiful Anwar Wawako Lampung Selatan
Syaiful Anwar merupakan lelaki kleahiran Sidoasri 11 September 1979.
Ia merupakan lulusan SMA yang kini berhasil terpilih sebagai Anggota pemerintahan.
Berdasarakan laporan elhkpn.kpk.go.id, Wakil Bupati Syaiful Anwar telat mencatatkan harta kekayaannya.
Ia telah melaporkan per 21 Agustus 2024 dengan total nilai Rp 2 Miliar.
6. Bupati dan Wabup Kabupaten Lampung Tengah :
- Ardito Wijaya Bupati Lampung Tengah
Ardito Wijaya merupakan pria kelahiran Lampung Tengah 23 Januari 1980.
Sebagai putra asli daerah, ia lahir dan besar di Lampung Tengah, menghabiskan masa kecil hingga remajanya di lingkungan daerah tersebut membentuk fondasi karakter dan dedikasinya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Ardito Wijaya terlebih dahulu meniti karier di dunia kesehatan sebagai seorang dokter muda.
Pada 2010, ia memulai pengabdian pertamanya di Puskesmas Seputih Surabaya, Lampung Tengah.
Selama setahun penuh, dari 2010 hingga 2011, Ardhito tidak hanya menjalankan tugas sebagai dokter umum.
Ia juga mendalami tantangan di lapangan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat pedesaan.
Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang kebutuhan kesehatan masyarakat di daerah terpencil.
Serta pentingnya akses pelayanan lebih merata.
Setelah menyelesaikan tugasnya di Seputih Surabaya, pada tahun 2011 Ardhito melanjutkan kariernya sebagai dokter muda di Puskesmas Rumbia.
Selama berada di Rumbia hingga 2012, ia kembali terjun langsung ke masyarakat.
Sekaligus membantu penanganan berbagai kasus kesehatan sekaligus meningkatkan kapasitas puskesmas dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.
Pengalamannya di kedua puskesmas ini semakin mengasah kemampuan Ardito sebagai praktisi kesehatan peka terhadap kebutuhan warga, terutama di wilayah dengan akses terbatas.
Karier Ardhito kemudian berkembang lebih jauh saat diangkat menjadi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (Kabid P2PL) di Dinas Kesehatan Lampung Tengah 2014.
Ardito mengemban posisi ini hingga 2016
Pengalaman panjangnya di bidang kesehatan menjadi modal berharga saat Ardito memutuskan untuk terjun ke dunia politik.
Pada 2021, ia terpilih sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah mendampingi Musa Ahmad sebagai Bupati Lampung Tengah saat itu, posisi ini diembannya hingga periode 2026.
Sebagai wakil bupati, Ardito terus membawa semangat pelayanan dan visi kesehatan masyarakat inklusif.
Ia menerapkan prinsip-prinsip ia pelajari selama bertahun-tahun sebagai seorang dokter.
Hingga di Pilkada 2024 Ardito Wijaya dan Komang Koheri mengajukan diri sebagai paslon di Pilihan Bupati Lampung Tengah 2024.
Alhasil mereka unggul mendapatkan suara terbanyak.
- I Komang Koheri Wabup Lampung Tengah
Komang Koheri diketahui jika ia sempat mengawali karirnya sebagai pedagang beras.
Ia lahir di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputihraman, Lamteng, tanggal 25 November 1972.
Komang Koheri juga dibesarkan di Kampung Rama Dewa.
Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih, pasutri transmigran asal Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Di kampung halamannya, Komang Koheri dikenal sebagai pengusaha sukses.
Menurut Koheri sapaan akrabnya, dirinya menekuni dunia usaha sejak duduk di bangku perguruan tinggi.
Sambil kuliah di Jurusan Managemen STIE Lampung, Koheri berdagang beras.
Sebagai pedagang, tentu saja dia pernah mengalami pahit dan getirnya berbisnis.
Dia sadar kemampuan akademiknya tidak terlalu bagus, sehingga tak berniat melamar pekerjaan di perusahaan.
Sebab, bila melamar pekerjaan, pasti yang dilihat nilai akademik dulu ketimbang skill.
Nah, dengan nilai akademik yang tidak bagus, Koheri kemudian pilih berwiraswasta.
Selain menjual beras, dia juga menjual hasil perkebunan seperti sawit dan karet, serta merambah ke properti dan kontraktor.
Koheri selanjutnya mendirikan Koperasi Tri Darma, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tara tahun 1999.
Nama BPR Tara dia ambil dari singkatan nama panggilan kedua anaknya, Luh Tasya Saraswati alias Tasya dan Komang Raja Seva Mayday alias Raja.
Menurut Koheri, dirinya mendirikan BPR Tara demi membantu masyarakat agar tidak terjerat rentenir.
Melalui BPR Tara yang didirikannya, Koheri ingin membangun daerah kelahirannya.
Agar bisa berkontribusi lebih luas lagi dalam membangun daerahnya, Koheri lalu terjun ke politik taktis.
Dia mengawali kiprahnya sebagai Ketua DPC PNI Marhaenisme Lampung Tengah, lantaran senang dengan ajaran Marhaen dan Tri Sakti Bung Karno.
Setelah dua kali periode duduk di DPRD Lampung, Komang Koheri suami dari Ni Ketut Dewi Nadi yang juga Caleg DPRD Provinsi Lampung Partai PDI Perjuangan, kini ditugasi PDIP maju berebut kursi DPR RI Dapil Lampung II dalam Pileg 2019 mendatang.
Koheri optimistis bisa melenggang ke Senayan, lantaran sudah memiliki basis massa tersendiri tanpa hanya mengandalkan suara dukungan dari transmigrans asal Bali.
Dia rangkul pemilih berbagai latar belakang etnis melalui komunitas Paguyuban Bali-Lampung yang dibentuknya.
Koheri menyebutkan, dirinya merupakan satu-satunya krama Bali perantauan di Lampung yang maju berebut kursi DPR RI dalam Pileg 2019 mendatang.
Menurut Koheri, sebetulnya ada 5 putra Bali perantauan yang duduk di DPRD Lampung saat ini.
Namun, hanya Koheri yang maju berebut kursi ke Senayan.
Karenanya, kans Koheri untuk terpilih menjadi lebih besar, karena krama Bali perantuan di Lampung praktis hanya punya satu pilihan.
7. Bupati dan Wabup Kabupaten Lampung Timur :
- Ela Siti Nuryamah Bupati Lampung Timur
Ela Siti Nuryamah adalah seorang perempuan kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat 3 Januari 1983.
Melalui latar belakang pendidikan beragam dan berbasis keagamaan, Ela membentuk fondasi akademik dan intelektual untuk mendukung langkah-langkahnya dalam dunia karier di bidang politik.
Ela Siti Nuryamah memiliki perjalanan organisasi panjang dan beragam.
Sejak tahun 2002, ia menjadi anggota Koalisi Perempuan Indonesia.
Karier organisasinya berlanjut ketika ia menjabat sebagai Ketua I Kaderisasi Korps PMII Puteri pada periode 2008 hingga 2010.
Kemudian ia dipercaya sebagai Ketua V Ekonomi PMII dari tahun 2010 hingga 2012.
Selain itu, Ela juga aktif dalam bidang kesehatan dan lingkungan hidup sebagai anggota di PP Fatayat NU pada periode 2015 hingga 2020.
Dalam ranah politik, ia menduduki posisi Wakil Bendahara Umum DPP PKB untuk periode 2019 hingga 2024.
Serta menjabat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Lampung sejak 2021 hingga 2026.
Ela Siti Nuryamah mengawali karier politiknya di tingkat daerah sebagai Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Timur pada periode 2014–2019.
Selama menjabat, Ela terlibat dalam berbagai kebijakan daerah.
Terlebih dalam pengawasan dan perancangan peraturan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Timur.
Sebagai wakil ketua, perannya sangat strategis dalam menjaga keseimbangan antara pemerintah daerah dan legislatif.
Serta mengadvokasi aspirasi masyarakat di berbagai sektor, termasuk pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Setelah menyelesaikan masa jabatannya di DPRD, Ela berhasil melanjutkan karier politiknya ke tingkat nasional.
Pada tahun 2019, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), menandai langkah penting dalam pengabdian politiknya.
Di Senayan, Ela memperluas cakupan kerjanya dengan turut serta dalam pembuatan undang-undang.
Sekaligus menyampaikan aspirasi dari daerah pemilihannya, dan memastikan bahwa suara rakyat Lampung Timur tetap terwakili dalam kebijakan nasional.
- Azwar Hadi Wabup Lampung Timur
Azwar Hadi, dilahirkan di Sukadana, pada 11 Oktober 1966.
Pria yang akrab disapa Azwar ini, memulai pendidikan formalnya, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukadana lulus pada 1980.
Sebelum meniti karir di perpolitikan, Azwar adalah salah satu tokoh yang turut memperjuangkan pemekaran wilayah Kabupaten Lampung Timur.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi cukup malang melintang di legislatif, baik kabupaten ataupun provinsi.
Bagaimana tidak, bahkan, ia menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur selama 20 tahun atau empat periode.
Pada tahun 1999-2004, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur, dan menjadi Ketua Fraksi Golkar pada saat itu.
Anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur kembali di 2004-2009, dan menjadi Ketua Fraksi Golkar juga.
Setelah itu, pada Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Timur pada periode 2009-2014.
Kemudian, pada tahun 2019, ia mencalonkan diri sebagai calon DPRD Provinsi Lampung dan terpilih.
Namun, pada perhelatan pilkada Kabupaten Lampung Timur, ia memutuskan untuk memimpin tanah kelahirannya, dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Lampung Timur pada Pilkada 2019.
8. Bupati dan Wabup Kabupaten Lampung Utara :
- Hamartoni Ahadis
Sosok Hamartoni Ahadis sebenernya sudah pernah menduduki beberapa jabatan penting di provinsi.
Pria kelahiran Kotabumi, Lampung Utara, 9 Februari 1964 ini sempat duduk dijabatan Kepala Sub Bagian Bimbingan Kelompok Tani di Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2000 hingga 2001.
Dalam posisi ini, mengawali langkah kecil namun penting dalam dunia birokrasi.
Dedikasi dan kinerja baik mendorong peningkatan kariernya, dan pada 2002, ia diangkat sebagai Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan di Bappeda Kabupaten Lampung Utara, menduduki golongan.
Di posisi ini, Hamartoni terlibat dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah strategis selama dua tahun, hingga 2004.
Karier Hamartoni terus melejit.
Pada 2004, ia diangkat menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lampung Utara.
Posisi ini ia emban selama enam tahun hingga 2010.
Selama masa jabatannya ini, Hamartoni berperan penting dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya dalam bidang kehutanan dan perkebunan merupakan sektor kunci di Lampung Utara.
Kemudian, ia dipindahkan ke posisi strategis lainnya, yaitu sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Lampung Utara pada 2010 hingga 2011.
Di jabatan ini, Hamartoni turut mengarahkan perencanaan pembangunan daerah.
Pada 2011, Hamartoni dipercaya memimpin Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Utara hingga 2014.
Dalam jabatan ini, ia berkontribusi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur vital untuk kemajuan daerah.
Kariernya terus meningkat hingga akhirnya diangkat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara pada 2014.
Jabatan Sekda, merupakan puncak karier bagi seorang Aparatur Sipil Negara di tingkat kabupaten, menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Hamartoni.
Pengalaman ini membawanya ke tingkat provinsi, di mana ia dipercaya sebagai Asisten IV Sekretariat Pemprov Lampung pada tahun yang sama.
Setelah itu, Hamartoni terus melangkah maju di tingkat provinsi, menjadi Asisten III Sekretariat Pemprov Lampung dari 2014 hingga 2018, sebelum akhirnya menjabat sebagai Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Lampung pada 2018 hingga 2019.
Tak lama berselang, ia dipercaya sebagai Kepala Inspektorat Provinsi Lampung dan kemudian sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Lampung.
Posisi ini dipegangnya hingga masa pensiunnya pada tahun 2024.
Pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia birokrasi, Hamartoni kini memilih untuk terjun ke dunia politik.
- Romli Wabup Lampung Utara
Pria kelahiran Pakuon Agung, Muara Sungkai, 2 Juni 1972 ini merupakan anak ke 3 dari 8 bersaudara.
Romli memiliki seorang istri bernama Bety Viviyanti, S.Pd.
Dari pernikahan itu, keduanya dikarunial 3 orang Anak.
Romli yang merupakan mantan aktifis 1998 ini memulai kiprahnya terjun kedunia politik sejak tahun 2007.
Romli memulai karir politiknya dari akar yang dalam di desa Papan Rejo danPakuon Agung, Muara Sungkai tempat ia lahir dan dibesarkan.
Selama bertahun-tahun, ia aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat, dengan fokus pada pengembangan komunitas lokal dan pemberdayaan warga desa.
Pada 2009, Romli terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara.
Dalam perannya sebagai anggota dewan, ia menduduki jabatan sebagai Ketua Komisi B DPRD Lampung Utara Tahun 2009-2012.
Ia juga menjabat sebagai Ketua Badan Legislasi DPRD Lampung Utara Tahun 2012-2014.
Lalu di Pileg 2014-2019 Romli kembali terpilih kembali masuk parlemen.
Di pileg 2019-2024 untuk ketiga kalinya ia duduk dikursi legislatif hingga menempati jabatan ketua DPRD Lampung Utara.
Pada pileg 2024-2029 ia kembali terpilih.
Ia juga peduli terhadap isu-isu pembangunan desa, kesehatan, dan pendidikan.
Berbagai inisiatif yang dipimpinnya telah berhasil memperbaiki infrastruktur desa dan mendukung program-program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.
Keberhasilan tersebut mengantar Romli ke posisi yang lebih tinggi ketika ia dilantik sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2019.
9. Bupati dan Wabup Kabupaten Tanggamus :
- Moh. Saleh Asnawi Bupati Tanggamus
Saleh Asnawi memiliki kekayaan yang cukup fantastis.
Ia punya ratusan aset tanah dan bangunan yang membuat kekayaannya berlimpah.
Dengan nominal fantastis, Saleh Asnawi memiliki harta kekayaan lebih dari Rp 25 Miliar.
Di mana aset yang mendominasi adalah tanah dan bangunan
- Agus Suranto Wabup Tanggamus
Tak banyak informasi mengenai sosok Agus Suranto ini,.
Lelaki kelahiran Tanggamus, 17 Agustus 1980 ini menempuh pendidikan akhir D2.
Berikut riwayat pendidikannya:
D2 Universitas Terbuka Lampung (2006-2008)
SMU Muhammadiyah Gisting (1997-1999)
SMP Muhammadiyah Gisting (1993 - 1996)
SD Negeri 3 Purwodadi (1987 - 1993)
Berikut daftar riwayat organisasinya:
Ketua Ranting IRM SMU Muhammadiyah Gisting (1997-1998)
Wakil Ketua IRM Cabang Gisting (1998-2004)
Ketua IRM Kabupaten Tanggamus (2004-2006)
Sekretaris Tapak Suci Cabang Gisting (2004-2008)
Ketua Karang Taruna Purwodadi (2006-2013)
Ketua Bidang Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tanggamus (2009-2013)
Koord. Bidang Organisasi Karang Taruna KabupatenTanggamus (2010-2015)
Wakil Sekretaris IPSI Kabupaten Tanggamus (2010-2014)
Wakil Sekretaris Pimda Tapak Suci Kabupaten Tanggamus (2010-2014)
Ketua Pemuda Muhammadiyah Tanggamus (2015-2019)
Bendahara Umum Pemuda Muhammadiyah Provinsi Lampung (2020-2024)
10. Bupati dan Wabup Kabupaten Tulang Bawang Barat:
- Novriwan Jaya Bupati Tulang Bawang
Novriwan Jaya merupakan seorang pria kelahiran Kotabumi, 14 November 1974.
Ia merupakan putra dari dari pasangan suami istri (Pasutri) H. Rustam dan Hj. Hapipah.
Novriwan Jaya mulai menempuh pendidikan pertamanya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Tanjung Aman Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, sejak tahun 1981-1987.
Kemudian dia melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Xaverius Kotabumi 1987-1990.
Selanjutnya, Novriwan meneruskan pendidikan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Bandar Lampung sejak tahun 1990-1993.
Pada tahun 1993-1998, Novriwan Jaya meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi Universitas Lampung jurusan Agronomi Fakultas Pertanian.
Adapun riwayat pekerjaan, pada tahun 2000, Novriwan Jaya mulai meniti karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada pejabat Menhut.
Seiring perjalanan waktu, Novriwan kemudian dipercaya menjabat pada Kasubbag Produksi Daerah Bidang I Bagian Perekonomian Setdakab Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) pada 2005-2008.
Tahun 2008-2009 dia menjabat Kasi Pengolahan dan Verifikasi Kantor PTSP Tuba.
Selanjutnya, setelah adanya pemekaran Kabupaten Tubaba, pada tahun 2009-2011 Novriwan Jaya dipercaya menjadi Kepala Bidang Anggaran dan Perbendaharaan DP2KAD Bappeda Kabupaten Tubaba.
Tahun 2011-2014 Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Tubaba.
Kemudian pada tahun 2014-2016 Sekretaris Dispenda Tubaba.
Serta tahun 2016-2018 Sekretaris Bappeda Tubaba, dan 2018-2021 Kepala Bappeda Tubaba.
Atas dedikasinya bekerja dengan jujur dan ikhlas untuk masyarakat dan daerah, pada tahun 2021 hingga 2024 saat ini Novriwan Jaya pun dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Tubaba.
Hingga ia memilih untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati Tulang Bawang Barat 2024.
Ia menggandeng wakilnya Nadirsyah di Pemilu 2024 yang digelar pada 27 November 2024.
Alhasil Novriwan dan Nadirsyah unggul dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.
- Nadirsyah Wabup Tulang Bawang
Nadirsyah merupakan lelaki kelahiran Karta, 7 September 1982.
Ia memiliki riwayat pendidikan terakhir SMA.
Berikut riwayat pendidikannya:
SMU Negeri 1 Tulang Bawang Udik (1997-2000)
SMP Negeri 3 Tulang Bawang Udik (1994-1997)
SD Negeri 1 Lampunh Utara (1989-1994)
Selain menamatkan pendidkan SMA, sosok Nadirsyah pernah mendapatkan penghargaan, yaitu Satya Lencana Aditya Karya Mahatva Yodha.
Penghargaan tersebut diberikan dari karang Taruna Provinsi Lampung tahun 2022.
11. Bupati dan Wabup Kabupaten Way Kanan :
- Ali Rahman Bupati Way Kanan
Nama Ali Rahman mungkin sudah tak asing lagi bagi masyarakat Way Kanan, Provinsi Lampung.
Ia merupakan Wakil Bupati Petahana yang sukses duduk di kursi Bupati di Pilkada 2024 ini.
Lewat profil Ali Rahman lahir di Blambangan Umpu 10 Agustus 1970.
Ali Rahman memulai karier sebagai birokrat pada usia muda, yakni 22 tahun.
Ia diangkat sebagai Kepala Seksi Pembangunan di Kecamatan Bahuga.
Pada waktu itu masih berada di bawah administrasi Kabupaten Lampung Utara, tepatnya pada 3 Mei 1993.
Saat itu, wilayah tersebut berada di bawah pembinaan Pembantu Bupati Lampung Utara Wilayah Blambangan Umpu.
Tiga tahun kemudian, pada 4 Juni 1996, ia berpindah tugas ke Kecamatan Blambangan Umpu dengan jabatan sama.
Ketika Kabupaten Way Kanan resmi terbentuk pada 27 April 1999, Ali Rahman mendapat penugasan sebagai Camat Pembantu di Kecamatan Way Tuba pada 27 Juni 2000.
Ia kemudian dipercaya menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Kecamatan Way Tuba pada 7 Februari 2001.
Serta merangkap sebagai Pj Camat Tuba pada Mei 2001.
Tidak lama berselang, Ali Rahman ditunjuk sebagai Pj Camat Bahuga pada 9 Februari 2002.
Pada 13 Juli 2005, Tamanuri, Bupati pertama Way Kanan hasil Pilkada, memberikan Ali Rahman tanggung jawab baru sebagai Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan.
Kemudian, ia diangkat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Way Kanan pada 28 April 2008, merupakan jabatan strategis dan bergengsi.
Pada 13 Agustus 2010, Ali Rahman dipindahkan ke Kabupaten Lampung Selatan dan menjadi Kadis PU di sana.
Faktor kedekatannya dengan Rycko Menoza SZP, putra Gubernur Lampung saat itu, Sjachroedin ZP, diduga turut memengaruhi perpindahan tersebut.
Setelah tiga tahun bekerja di Lampung Selatan, Ali Rahman diajak oleh Sjachroedin ZP untuk bergabung di Pemerintah Provinsi Lampung sebagai Kepala Dinas Bina Marga pada 3 Juli 2013.
Setahun kemudian, ia ditugaskan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup oleh Gubernur M. Ridho Ficardo.
Kembali ke kampung halamannya, Ali Rahman diangkat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Way Kanan pada 30 Desember 2016.
Ia kemudian berpindah jabatan menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Way Kanan pada 2019.
Karier Ali Rahman mencapai puncaknya saat ia terpilih sebagai Wakil Bupati Way Kanan pada Pilkada 2020, mendampingi Raden Adipati Surya.
Kini ia terpilih menjadi bupati.
- Ayu Asalasiyah Wabup Way Kanan
Nama Ayu Asalasiyah cukup sukses di dunia politik, terlebih lantaran keluarganya juga ada yang terjun di sana.
Ayu Asalasiyah sebelumnya telah dikenal di masyarakat Way Kanan sebagai adik kandung dari Raden Adipati Surya sang petahana yang merupakan bupati kabupaten Way Kanan pada tahun 2020.
Ayu Asalasiyah sendiri merupakan salah satu anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Way Kanan terpilih dengan suara tertingi di Dapil nya dari Partai Demokrat.
Diketahui Ayu Asalasiyah merupakan asli putri Daerah Kabupaten Way Kanan yang berusia 44 tahun.
Ia berdomisili di jln Lintas Tengah Sumatera, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan.
Selain menjadi anggota dewan daerah terpilih, Ayu juga merupakan wakil sekretaris partai demokrat Way Kanan besutan Agus Murti Yudhoyono.
Sebagian Sumber dari Tribun Batam
Baca berita lainnya di Google News
Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
Daftar 15 Calon Bupati/Walikota Menang Perolehan Suara Pilkada 2024 di Lampung, Banyak Unggul Jauh |
![]() |
---|
Profil Eva Dwiana Pemenang Pemilihan Walikota Bandar Lampung 2024 dengan Jumlah Suara Terbanyak |
![]() |
---|
Hasil Quick Count Pilkada Lampung 2024 Versi Indikator, Mirzani Djausal-Jihan Unggul Sementara |
![]() |
---|
LINK Hasil Quick Count Pilkada Lampung 2024 Versi Indikator, Rahmat -Jihan Unggul Sementara |
![]() |
---|
LINK Quick Count Pilkada Lampung 2024 Arinal Djunaidi-Sutono dan Mirhani Djausal-Jihan Nurlaela |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.