Berita OKU Timur

IRT Desa Tugu Mulyo OKUT Ditemukan Tewas di Kandang Sapi, Diduga Akhiri Hidup

Saat ditemukan, tubuh korban ES (39) sudah dalam posisi tergantung, dengan tali terikat pada salah satu kayu di kandang sapi belakang rumahnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Weni Wahyuny
Dokumentasi Polsek Belitang II
IRT TEWAS AKHIRI HIDUP DI OKUT -- Anggota Polsek Belitang II ketika datang ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bunuh diri di kandang sapi di belakang rumah korban ES (39), Rabu (29/01/2025). Korban ES (39) nekat melakukan tindakan bunuh diri. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Masyarakat Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Belitang Madang Raya, OKU Timur, Sumatera Selatan mendadak geger.

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah kandang sapi di desa tersebut.

Perempuan berinisial ES (39) tersebut diduga mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Saat ditemukan, tubuh korban ES (39) sudah dalam posisi tergantung, dengan tali terikat pada salah satu kayu di kandang sapi belakang rumahnya.

Plh Kapolsek Madang Suku I, Iptu A Sugeng Bintoro mengatakan, peristiwa naas ini terjadi pada Rabu 29 Januari 2025 sekira pukul 08.50 WIB.

Saat itu, saksi DL (20) berkunjung ke rumah korban dan berkali-kali memanggil, namun tak ada jawaban.

"Kemudian, saksi DL (20) mencari korban ke arah belakang rumah. Saat sampai di belakang, betapa terkejutnya saksi melihat jasad korban sudah terbujur kaku," katanya, Kamis (30/01/2025).

Sontak, saksi DL (20) langsung berteriak dan minta pertolongan kepada warga sekitar.

 Kemudian saksi NA (21) memberitahukan kejadian ini kepada perangkat Desa Tugu Mulyo.

Mendapat kabar ini, Kades Tugu Mulyo lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Madang Suku I.

"Setelah dapat kabar dari pak kades, kita bersama anggota langsung datang ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP)," beber Iptu A Sugeng.

Sesampainya di TKP, anggota Polsek Madang Suku I langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis police line.

"Kemudian anggota kita juga langsung melakukan olah TKP. Dan mengintrogasi saksi-saksi," bebernya.

Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan, diketahui bahwa korban murni meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri.

Bahkan, polisi juga tidak menemukan adanya tanda luka-luka yang disebabkan benda tumpul maupun benda tajam.

"Hasil pemeriksaan, korban murni gantung diri, karena tidak ada bekas penganiayaan," jelas Kapolsek.

Menurut keterangan dari saksi ES ini tinggal bersama dua orang anaknya. Lalu suami korban sudah tiga hari pergi ke Jawa.

Terkait motif korban sampai nekat mengakhiri hidupnya kata Kapolsek, diduga karena ada permasalahan keluarga.

"Sebab, menurut cerita saksi, korban sering terlibat cek cok mulut terhadap suaminya. Dugaan kita penyebabnya karena masalah keluarga," terangnya.

Kapolsek menambahkan, setelah dievaluasi, pihak keluarga meminta agar jasad korban tidak dilakukan autopsi.

Sebab, mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.

"Selanjutnya jenazah korban langsung di makamkan pihak keluarga di TPU Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Belitang Madang Raya," pungkasnya. 

Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Baca berita lainnya di Google News

Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved