Berita Kilang Pertamina Plaju

Kilang Pertamina Plaju Peroleh Penghargaan IGA 2025, Lewat Pengolahan Eceng Gondok

Komitmen penyelamatan sumber daya air berbasis pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Kilang Pertamina Plaju kian diakui

Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi kilanng Pertamina Plaju
Kilang Pertamina Plaju Peroleh Penghargaan Indonesia Green Award (IGA) 2025 

Oleh karena itu, melalui program Musiparian & ERCC, diharapkan solusi kolaboratif dapat diimplementasikan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem perairan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan sosial di sekitar sungai.

Fokus Nilai Tambah Produk

Pada aspek lingkungan, program ini menargetkan pengurangan tutupan eceng gondok di permukaan perairan sebesar 70 persen hingga akhir 2026 dengan fokus pada pemanenan dan pengolahan eceng gondok menjadi produk bernilai tambah.

Dari sisi sosial, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi kelompok Ankubas dari skala uji coba pada tahun 2022 menjadi bisnis komersial pada 2026.

 Keberhasilan program ini juga didukung oleh pendekatan terintegrasi, termasuk survei wilayah terdampak, pelatihan teknis, dan penguatan pemasaran serta kemitraan strategis.

Reksotriono, Ketua Kelompok Ankubas, mengaku setiap harinya remaja-remaja setempat yang tergabung dalam Ankubas, biasa pergi ke sungai untuk mengumpulkan 20 Kg eceng gondok perhari. “Mereka pergi ke Sungai membawa karung dan balik berisi eceng gondok,” kata dia. Adapun eceng gondok yang telah dicacah kemudian dibungkus dengan bahan Polietilena Tereftalat, salah satu jenis serat benang yang terbuat dari bahan polyester.

Adapun lapisan luar bantal juga dijahit oleh remaja-remaja putri di Kelompok Ankubas. “Penjahitnya juga remaja-remaja putri disini, dengan mesin jahit dan mesin obras yang difasilitasi Pertamina, jadi memberdayakan masyarakat juga,” tuturnya.

Produk lain yang diolah dari eceng gondok oleh Kelompok Ankubas ialah pewangi ruangan, yang telah dikomersilkan dengan brand Ankubas Scents. Ada juga inovasi Oil Absorbent yang diproyeksikan menjadi alternatif dalam mengatasi risiko tumpahan minyak (oil spill) di industri.

Dukung Keberlanjutan Sumber Daya Air

Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Siti Rachmi Indahsari mengatakan, program TJSL Musiparian & ERCC diharapkan menjadi langkah inisiatif perusahaan dalam menyelamatkan sumber daya air berbasis pemberdayaan masyarakat, yang mendukung keberlanjutan lingkungan, sekaligus berkelanjutan prosesnya.

“Kami berharap, inisiatif ini dapat berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), dan pada saat yang sama, juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” kata Rachmi.

Program ini setidaknya mendukung SDGs keenam berkaitan dengan perlindungan dan restorasi ekosistem sumber daya air, dalam hal ini sungai musi agar bebas dari gulma.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved