Aktor Sandy Permana Tewas Ditusuk

Pekerjaan Sandy Permana Aktor 'Mak Lampir' usai Vakum dari Aktor Laga, Konten Kreator, Pernah Caleg

Selain menjadi aktor, Sandy Permana juga pernah coba mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi Dapil 1 2024-2029. membuat konten kuliner

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
ig/sandhypermana30
Selain menjadi aktor, Sandy Permana juga pernah coba mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi Dapil 1 2024-2029. membuat konten kuliner 

TRIBUNSUMSEL.COM - Semasa hidup Sandy Permana, korban tewas ditusuk tetangganya sendiri dikenal sebagai aktor pemain film dan sinetron laga.

Sandy Permana pernah bergabung dengan rumah produksi Genta Buana Paramita, yang dikenal memproduksi berbagai serial laga populer seperti Tutur Tinular, Brama Kumbara, dan Misteri Gunung Merapi 3 (Mak Lampir).

Namun, namanya kian meredup dan jarang muncul di televisi setelah tak lagi membintangi sinetron laga kolosal

Baca juga: Pekerjaan Nanang Gimbal Terduga Pelaku Penusukan Sandy Permana, Dulu Kru Tukang Bubur Naik Haji

Sandy Permana terakhir kali muncul di televisi saat membintangi FTV 'Karateka Kok Baby Sister' pada Maret 2024 lalu.

Selain menjadi aktor, Sandy Permana juga pernah coba mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi Dapil 1 2024-2029.

Ia maju bersama Partai Hanura dan mendapatkan nomor urut 4 saat nyaleg.

Walaupun pada Pileg 2019 lalu, Partai Hanura gagal mendapatkan kursi legislatif di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
 
Aktor kelahiran tahun 1979 itu sendiri memiliki banyak bakat.

Meski jarang dipanggil sebagai aktor, ia mulai berambah menjadi seorang konten kreator yang aktif berinteraksi dengan para penggemarnya melalui platform media sosial.

Sandy Permana juga kerap mengajak artis rekan sinetron kolosal untuk collab membuat konten kulineran.

Sandy Permana bahkan baru mendirikan bisnis bakso tak jauh dari kediamannya.

Nahas, bisnis yang baru dibangunya 2 minggu itu kini telah ditinggalkan oleh pemiliknya.

Perjalanan hidup Sandy berakhir dengan cara yang tragis. 

Baca juga: Inilah Tampang Nanang Gimbal Terduga Pelaku Pembunuhan Sandy Permana Aktor Mak Lampir, Diburu Polisi

Pada tanggal 12 Januari 2025, Sandy ditemukan meninggal dunia diduga akibat penikaman di Bekasi. 
Kejadian ini menandai akhir dari karier dan kehidupannya yang penuh warna.

Sandy juga meninggalkan istrinya, Ade Andriani dan tiga anaknya yang masih kecil.

Ade Indriyani meminta agar pelaku pembunuhan suaminya segera ditangkap dan diberikan hukuman setimpal.

"Hukumannya ya agar dihukum setimpal, saya ingin nyawa dibalas nyawa karena dia sudah membunuh ayah dari anak-anak saya, cepet ketemu dan sadar deh," ungkap Sandy Permana, dilansir dari youtube Bibirmerahentertainmentnews, Senin, (13/1/2025).

Terduga Pelaku Kru Sinetron
'
Terduga pelaku sendiri dikatakan Ade merupakan tetangganya sendiri.

Dikatakan Ade, terduga pelaku merupakan sosok yang tertutup dengan warga sekitar.

"Emang pelaku itu sih orangnya kan tertutup ya gak pernah ngomong, cuma kalau suami saya itu gak ada dendaman, cuma gak tahu kalau dia yang dendam," sambungnya.

"Pelaku itu kalau berpapasan di motor dengan saya dia melotot, dia melotot saya plototin balik," sambungnya.

Terduga pelaku lanjut Ade dikatakan pernah terlibat dalam satu project film.

"Kalau fisiknya tuh arogan, kalau dulu yang saya tahu dia kru film Tukang Bubur Naik Haji itu dulu, udah sampai sekarang gak ada kegiatan, kalau kerja sama saya kurang tahu, kalau di Mak Lampir dulu ia pernah, karena disini kan banyak kru-kru film," terang Ade.
 

Cerita Amelia, kakak ipar Sandy Permana ungkap sosok terduga pelaku pembunuhan adiknya di Jalan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (12/1/2025) pagi sekira pukul 08.00 WIB.
Cerita Amelia, kakak ipar Sandy Permana ungkap sosok terduga pelaku pembunuhan adiknya di Jalan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (12/1/2025) pagi sekira pukul 08.00 WIB. (Youtube Official iNews)


Namun, saat ini terduga pelaku sudah lama tak lagi dipanggil project film maupun sinetron.

Sementara menurut RT setempat, Sudarmaji, terduga pelaku sehari-hari memiliki kesibukan mengurus ternak ayam.

"Jadi secara khusus (terduga pelaku) memang tertutup dan tidak banyak omong, sekarang ini lagi sibuk mengurusi ternak ayam di rumahnya," katanya.

Terduga pelaku kurang bersosialisasi sehingga tidak banyak mengenal orang di lingkungan tempat tinggalnya.

"Agak tertutup, jadi bisa dibilang kalau enggak ditanya dia (terduga pelaku) enggak akan ngomong, jadi kalau kita enggak mendekati dia, dia tidak akan mendekati kita, jadi memang saking tertutupnya bisa dibilang terisolasi sendiri," ungkapnya.

Menurut Sudarmadji, penusukan tersebut diduga berawal dari cekcok antara Sandy Permana dan terduga pelaku.

Cekcok itu bermula dari rencana Sandy Permana akan mengirimkan somasi ke terduga pelaku setelah terjadi perdebatan dalam rapat warga pada Oktober 2024.

"Ada perdebatan yang walau ringan sampai akhirnya terjadi penusukan," kata Sudarmadji.

Pasalnya, ketua RT setempat sempat mendapat keluhan warga atas kegiatan minum-minuman keras yang dilakukan terduga pelaku.

"Ya memang ada keberatan atau masukan dari warga kepada saya tentang penertiban adanya kegiatan miras di lingkungan ini,"

Perdebatan ringan yang awalnya tidak terlalu signifikan akhirnya berkembang menjadi konflik yang lebih besar, berujung pada penusukan Sandy Permana.
 
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Sebelumnya, Sandy Permana ditemukan tergeletak di jalan dekat rumahnya kawasan Cibarusah pada pukul 08.00 WIB, Minggu (12/1/2025).

Ketika ditemukan, tubuh Sandy terdapat sejumlah luka tusuk.

Sandy pertama kali ditemukan tetangga rumahnya.

Awalnya Sandy masih hidup dalam kondisi bersimbah darah.

Korban yang sempat pingsan itu dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Awalnya korban ditemukan bersimbah darah oleh tetangganya. Kemudian dibawa ke rumah sakit, namun tidak tertolong," kata Kasat Reskrim Polres Bekasi, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar.

Sementara, menurut Ketua RT setempat, Sumardji, peristiwa tewasnya Sandy bermula ketika korban dalam perjalanan pulang setelah mengurus ternak yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Saat di tengah perjalanan, korban sedang mengendarai sepeda listrik dihadag pelaku dan langsung menikam korban dengan membabi buta," jelasnya, dikutip dari Tribun Bekasi.

Setelah terkena luka tusukan, korban sempat menghampiri rumah seorang warga yang berprofesi sebagai perawat.

Lalu, dia pun langsung dilarikan ke RSUD Cileungsi tetapi dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya jasad korban dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk kepentingan penyelidikan.

Di sisi lain, Onkoseno mengatakan terduga pelaku awalah warga setempat yang juga mengenal Sandy.

Hal ini diketahui lewat pemeriksaan sejumlah saksi dan rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian.

"Ya menurut warga sebelumnya korban sempat terlibat cekcok dengan seseorang, kami sedang kejar Identitas dan buru pelakunya," jelasnya.
 

(*)

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved