Seputar Islam

Mengapa Bulan Rajab Disebut Bulan Haram Bulan yang Dimuliakan? 4 Amalan yang Baik untuk Diamalkan

Beribadah dan beramal saleh di bulan-bulan haram dilipatkan gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Sebaliknya bila bermuat maksiat digandakan hukumannya

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
Mengapa Bulan Rajab Disebut Bulan Haram Bulan yang Dimuliakan? 4 Amalan yang Baik untuk Diamalkan 

TRIBUNSUMSEL.COM --  Bulan Rajab adalah  bulan yang dimuliakan, bulan yang termasuk bulan haram. 

Ada empat bulan haram yaitu:

Rajab: bulan ke-7 dalam kalender Hijriah
Zulkaidah: bulan ke-11 dalam kalender Hijriah
Zulhijjah: bulan ke-12 dalam kalender Hijriah
Muharram: bulan pertama dalam kalender Hijriah

Hal itu berdasarkan firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 36:

 “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya 4 bulan haram. Itulah [ketetapan] agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang 4 itu,” (QS. At-Taubah [9]: 36).

 Abdullah bin Abbas Radiallahu anhu (RA) mengatakan : "Beribadah dan beramal saleh di bulan-bulan haram dilipatkan gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Demikian sebaliknya, bermaksiat dan berbuat dosa di bulan-bulan tersebut digandakan hukumannya."

Nama lain dari bulan haram dalam Islam adalah bulan Allah (syahrullah), yang mana pada 4 bulan tersebut ada keutamaannya, di mana Allah mengharamkan pertumpahan darah dan peperangan, kecuali dalam kondisi darurat.

Salah satu amalan yang baik untuk ditingkatkan intensitas amalannya di bulan Rajab adalah memperbanyak dzikir istighfar.

Berikut bacaan dzikir isitigfar yang baik dibacakan di bulan Rajab, tulisan Arab dan Arti.

ربي اغفر لي و ارحمني و تب علي

Latin : Rabbighfirli warhamni watub 'alayya.

Artinya :
Ya Tuhanku ampunilah aku, sayangi/ rahmatilah aku, dan terimalah taubatku.

Bacaan panjang dari doa robbighfirli watub alayya yaitu:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Latin : Rabbighfirlii watub 'alayya, innaka antat tawwaabur rahiim.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved