Natal dan Tahun Baru 2025

Pemuda Gereja Katedral St. Maria Palembang Sulap 500 Botol Bekas Jadi Pohon Natal Setinggi 5 Meter

Ide brilian menurut Fredo ini bermula dari keprihatinan akan limbah plastik yang semakin menumpuk.

Penulis: Syahrul Hidayat | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Syahrul Hidayat
Pohon Natal Terbuat Dari 500 Botol Bekas yang Berada di Depan Gereja Katedral St. Maria Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Adalah Gregorius Fredo Andiyanto (23), salah satu pemuda energik dari Orang Muda Katolik Gereja Katedral St. Maria, telah menciptakan warna dan suasana baru pada pohon Natal yang tak terduga.

Fredo bersama pemuda Katolik Gereja Katedral St. Maria lainnya, sejak 18 Desember 2024 dengan tangan kreatif dan semangat gotong royong membuat dekor pohon natal dan berhasil menyulap 500 limbah botol plastik bekas menjadi sebuah pohon Natal setinggi 5 meter yang berdiri megah di depan gereja.

Ide brilian menurut Fredo ini bermula dari keprihatinan akan limbah plastik yang semakin menumpuk.

Dengan mengumpulkan botol-botol bekas dari kantin gereja dan umat, mereka kemudian mendaur ulang botol-botol tersebut menjadi hiasan Natal yang unik.

Sebagian botol dipotong dan dicat hijau untuk menyerupai daun cemara, sementara yang lainnya disusun sedemikian rupa membentuk kerangka pohon.

Dengan menggunakan jaring kawat sebagai perekat, pohon Natal dari botol plastik inipun berdiri kokoh.

Pohon Natal ini bukan hanya sekadar hiasan semata. Di balik keindahannya, terdapat pesan mendalam tentang kepedulian lingkungan dan hidup sederhana.

"Kami ingin menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas, kita bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan indah. Selain itu, pembuatan pohon Natal ini juga sangat hemat biaya, dibandingkan dengan membeli pohon Natal asli yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah," ujar Fredo ketika ditemui, Selasa (24/12/2024).

Baca juga: Persiapan Gereja Santo Yoseph Palembang, Jelang Misa Natal yang Dimulai Pukul 17.00 WIB

Baca juga: Jaga Keamanan dan Ketertiban, Ratusan Personel Polres Prabumulih Siaga di Malam Natal dan Tahun

Sementara Romo Petrus Sukino, Pastor Paroki Katedral Uskup Palembang, sangat mengapresiasi inisiatif kreatif para pemuda ini.

Pohon natal mengingat makna perayaan natal atas kelahiran Yesus saat musim dingin. Pada saat itu  pohon yang bertahan hanya pohon cemara.
Menurut Romo Kino, pohon Natal dari botol bekas ini memiliki makna yang sangat dalam, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit saat ini.

"Pohon cemara yang identik dengan Natal melambangkan kehidupan yang abadi. Begitu pula dengan semangat gotong royong dan kreativitas para pemuda ini, yang terus tumbuh subur di tengah segala keterbatasan," ujar Romo Kino.

Pohon Natal dari botol bekas ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.

"Ya yang pertama kita memberikan sikap dan perilaku peduli lingkungan hidup. Dengan memanfaatkan botol plastik bekas kita  sudah berupaya menjaga lingkungan. Selain itu di masa sulit sekarang ini hendaknya kita untuk berhemat," ungkap Romo.

Dengan biaya yang sangat minim, mereka telah menciptakan karya seni yang inspiratif dan memberikan harapan bagi masa depan yang lebih baik. Semoga semangat ini dapat menginspirasi banyak orang untuk turut serta dalam menjaga lingkungan dan hidup lebih sederhana.

Sementara itu untuk perayaan Natal 2024 di Gereja Katedral ST Maria, diungkapkan lagi oleh Romo Kino, misa malam Natal akan dimulai pukul 19.00, Selasa (24/12/2024) pukul 19.00 dan dilanjutkan pada Rabu (25/12/2024) pagi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved