Berita Viral

Ketakutan Dwi Ayu usai Dianiaya George, Tidur Selalu Pagi, Tanya soal Kekerasan di Tempat Kerja Baru

Peristiwa peganiyaan dilakukan George Sugama Halim kini meninggalkan trauma mendalam bagi korbannya, Dwi Ayu Darmawati, tidur di waktu pagi

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
youtube trans TV
Dwi Ayu Darmawati kini harus menjalani kebiasaan baru demi mengatasi traumanya akibat kekerasan yang dilamainya saat bekerja toko roti Lindayes di Cakung, Jakarta Timur. 

TRIBUNSUMSEL.COM- Peristiwa peganiyaan dilakukan George Sugama Halim kini meninggalkan trauma mendalam bagi korbannya, Dwi Ayu Darmawati.

Dwi Ayu Darmawati kini harus menjalani kebiasaan baru demi mengatasi traumanya akibat kekerasan yang dilamainya saat bekerja toko roti Lindayes di Cakung, Jakarta Timur.

Sehari-hari, Dwi Ayu pun harus tidur di waktu pagi hari lantaran selalu merasa ketakutan saat malam.

Baca juga: Dwi Ayu Bongkar Sistem Kerja di Toko Roti Lindayes, Tanpa Kontrak, Tanggal Gajian Tak Tentu

Hal itu diungkapnya saat menjadi bintang tamu Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Kamis, (19/12/2024).

"Dari semenjak kejadian itu, saya selalu tidur pagi, biasanya saya tuh tidurnya on time enggak pernah kayak ketakutan, setiap malam tuh kayak deg-degan cemas," kata Dwi Ayu Darmawati.

Bahkan, meski tak lagi bekerja di toko milik orangtua pelaku, Dwi Ayu pun lebih selektif memilih lingkungan kerja yang sehat.

Seperti diketahui, Dwi Ayu telah mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan milik pengusaha Jhon LBF.

"Sampai saya pernah dapat panggilan kerja, disitu pas staff interviewnya saya sampai ngomong ke managernya  disini ada kekerasan gak, sampai segitunya karena saya takut," ungkapnya.

Dwi Ayu sendiri harus melanjutkan hidupnya mencari nafkah karena ia merupakan tulang punggung keluarganya.

Sehari-hari sang ibunda hanya menjual nasi kuning.

"Maaf ya ma udah ngerepotin," ujarnya menitikan air mata.

Tolak Berdamai Meski Memaafkan Pelaku

Dwi Ayu Darmawati, menolak damai dengan pihak George Sugama Halim.

Diketahui, Dwi Ayu menjadi korban penganiayaan anak bos toko roti, George Sugama Halim.

Kini ibu George Sugama berharap damai dengan korban, Dwi Ayu.

Menanggapi soal perdamaian itu, Dwi Ayu tegas menolak damai.

Namun ia mengaku sudah memaafkan anak bos toko roti.

"Saya gak mau damai, tapi saya sudah memaafkan pelaku, saya mau kasus ini tetap berjalan," kata Dwi Ayu lewat Youtube tvOneNews, Senin (23/12/2024).

Baca juga: Karyawan Toko Roti Lindayes Kompak "Resign", Dwi Bongkar Tabiat Ibu George Sugama Sering Tahan Gaji

Dwi Ayu berharap kasus tetap berjalan dan memberikan efek jera terhadap tersangka.

"Saya takut kalau misalkan nanti ada korban selanjutnya. Biarkan ada efek jera, cukup saya yang mengalami ini," terangnya.

Selain itu, Dwi Ayu mengungkapkan kondisinya yang kini masih mengalami trauma pasca kejadian penganiayaan tersebut.

Bahkan setelah penganiayaan tersebut, Dwi mengaku kini susah tidur dan merasa ketakutan.

"Trauma, kalau saya ke situ jadi keingat kejadian jadi sedih, bahkan setelah kejadian ini saya jadi tidurnya selalu pagi, sulit tidur, merasa takut dan gelisah," ujarnya.

Sementara, Dwi juga mengungkapkan reaksi orang tuanya pasca kejadian.

Dikatakatakan Ayu, ibunya sedih melihat dirinya dianiaya anak bos roti.

"Namanya orangtua sedih melihat anak perempuannya diperlakukan seperti ini, mama emang gak nunjukin tapi kita anaknya tahu perasaan mama," tuturnya.

Dwi Ayu (19) korban penganiayaan yang dilakukan anak bos Toko roti di Cakung, Jumat (20/12/2024).
Dwi Ayu (19) korban penganiayaan yang dilakukan anak bos Toko roti di Cakung, Jumat (20/12/2024). (KOMPAS.com/Febryan Kevin)

Sebelumnya, Dwi Ayu Darmawati (19), karyawati toko roti di Cakung menjadi korban penganiayaan oleh anak bos toko roti tersebut, George Sugama Halim.

Penganiayaan itu berawal ketika Dwi menolak permintaan George yang menyuruhnya dengan kalimat tak sopan untuk mengantarkan makanan yang dipesan secara online ke kamarnya. 

Tapi George yang tidak terima permintaannya ditolak korban justru melemparkan patung, mesin EDC, kursi, dan loyang hingga Dwi mengalami pendarahan di kepala dan luka memar.

Setelah kasus itu viral, ia lalu ditangkap dan dijadikan tersangka. 

George Ngaku Khilaf

Saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolres Metro Jakarta Timur, pelaku George Sugama Halim beralasan khilaf menganiaya pegawainya, Dwi Ayu Darmawati (19) hingga babak belur.

Hal ini disampaikan George saat menjawab pertanyaan Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly terkait alasan menganiaya Dwi pada 17 Oktober 2024 lalu.

"Khilaf, saya khilaf," kata George yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (16/12/2024).

George yang mengenakan baju tahanan tak banyak bicara saat dihadirkan dalam ungkap kasus di Mapolres Metro Jakarta Timur, dia hanya tertunduk dan tampak sekali mengusap matanya.

Bahkan saat Nicolas menanyakan George menyesalkan atas tindak penganiayaan yang mengakibatkan Dwi terluka, George hanya menjawab pertanyaan dengan isyarat menggangguk.

Sementara saat ditanya awak media terkait alasan saat penganiayaan sempat menyuruh Dwi untuk mengantar makanan ke kamar, George enggan menjawab pertanyaan.

George dijerat dengan Pasal 351 KUHP, dan atau Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan. 


(*)

Baca berita lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved