Berita Viral

Sebelum Dianiaya George, Dwi Ayu Sebut Hubungan dengan Bos Toko Roti Lindayes Baik-baik Saja

Menurut Ayu, bosnya baik, tapi Ayu tak tahu penilaian teman-temannya. Meski hubungannya dengan bos toko baik, tidak dengan anaknya.

Editor: Weni Wahyuny
Kolase/Tribunjakarta
(kiri) Linda Pantjawati Ibunda George Sugama Halim dan (kanan) Dwi Ayu Eks Karyawan. Ayu mengungkap hubungannya dengan Linda Pantjawati baik-baik saja sebelum viral terjadi penganiayaan oleh George. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Dwi Ayu Darmawati (19) menyebut hubungan dengan Linda Pantjawati, bos Lindayes Patisserie and Coffee baik-baik saja sebelum viral jadi korban penganiayaan anak bosnya bernama George Sugama Halim (35).

Meski hubungannya dengan bos toko baik, tidak dengan anaknya.

"Hubungan dengan rekan kerja dan bos, hubungannya baik-baik saja tapi pelaku ini kalau gak dituruti bakal marah," kata Ayu, dilansir dari YouTube Kompascom Reporter on Location, Jumat (20/12/2024).

Menurut Ayu, bosnya baik, tapi Ayu tak tahu penilaian teman-temannya.

"Ada yang bilang baik, ada yang...Beda-beda pendapat orang," ungkapnya.

Awal-awal kekerasan yang dilakukan oleh George, menurut Ayu, orangtua George minta maaf.

"Minta maafnya lewat WA (WhatsApp), tapi tidak (minta maaf) ke keluarga," ujarnya.

Ayu mengatakan, di matanya, sosok George sosok yang terlihat normal.

"Saya lihat normal saja karena dia sering bertemu dengan orang untuk meeting dan menghandle cabang di Kelapa Gading. Tapi memang orangnya suka marah kalau tak dituruti," kata Ayu.

Baca juga: Dwi Ayu Bongkar Sistem Kerja di Toko Roti Lindayes, Tanpa Kontrak, Tanggal Gajian Tak Tentu

Orangtu George Minta Ayu Lapor Polisi

Dwi Ayu mengaku diminta oleh orangtua pelaku untuk melaporkan kejadian penganiayaan tersebut. 

Ia  menjelaskan bahwa penganiayaan terjadi setelah dirinya menolak mengantarkan makanan ke kamar pribadi George Sugama. 

Penolakan itu membuat George tersinggung dan melempar berbagai benda, termasuk patung, kursi, loyang kue, dan mesin Electronic Data Capture (EDC). 

"Habis itu saya ditarik sama Bapaknya si pelaku untuk laporan polisi dan pulang," kata D saat ditemui di kantor Kompas.com, Jumat (20/12/2024). 

Baca juga: Awal Mula Dwi Kerja di Toko Roti Lindayes, Ngelamar SPG Ditawari Kasir, Berujung Dianiaya Anak Bos

Setelah kejadian, D berencana pulang namun kembali ke toko roti untuk mengambil tas dan barang-barangnya yang tertinggal. 

"Pas saya ingin ambil barang-barang saya, akhirnya dilempari lagi pakai kursi," ungkapnya. 

D juga menyatakan bahwa orangtua pelaku menyaksikan tindakan penganiayaan tersebut. 

"Ibunya pelaku menahan, tapi karena ditarik juga, mungkin juga ibunya enggak punya kekuatan juga," katanya. 

D melaporkan kejadian ini ke kepolisian pada 18 Oktober 2024. 

Sebelumnya, George Sugama ditangkap polisi di Anugrah Hotel Sukabumi, Cikole, Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (16/12/2024) dini hari. 

Penangkapan dilakukan setelah video penganiayaan tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, D terlihat dihantam dengan kursi dan benda lainnya hingga mengalami luka di kepala. 

Peristiwa itu terjadi pada 17 Oktober 2024. 

Baca juga: Karyawan Toko Roti Lindayes Kompak "Resign", Dwi Bongkar Tabiat Ibu George Sugama Sering Tahan Gaji

Polisi menyebut penganiayaan ini dipicu oleh penolakan D untuk mengantarkan makanan. 

"Korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya," ujar Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Lina Yuliana saat dihubungi pada Jumat (13/12/2024). 

Amarah George Sugama meledak setelah penolakan itu. 

"Terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban," imbuh Lina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Penganiayaan Anak Bos Toko Roti di Cakung Diminta Melapor oleh Orangtua Pelaku"

Baca berita lainnya di Google News

Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved