Berita Viral

Kondisi Dwi Pegawai Toko Roti yang Dianiaya George Sugama Halim, Alami Pendarahan Hingga Trauma 

Terungkap kondisi Dwi Ayu Darmawati, pegawai toko roti yang dianiaya George Sugama Halim alami truma dan luka memar.

|
Tribunnews.com
Terungkap kondisi Dwi Ayu Darmawati, pegawai toko roti yang dianiaya George Sugama Halim alami truma dan luka memar. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Terungkap kondisi Dwi Ayu Darmawati, pegawai toko roti yang dianiaya George Sugama Halim alami truma dan luka memar.

Diketahui, aksi penganiayaan anak bos toko roti itu terjadi di Cakung Jawa Timur, pada Kamis (17/10/2024).

Akibat penganiayaan yang dialaminya, Dwi mengalami pendarahan, memar di tangan, kaki, paha, dan pinggang.

"Sekarang tidur selalu pagi. Awalnya sebelum kejadian saya selalu tidur tepat waktu, jam 21.00 WIB atau jam 22.00 WIB. Tapi sekarang baru bisa tidur itu pagi, insomnia," kata Dwi.

Selain itu, Dwi juga masih trauma dan terus memikirkan kasus penganiayaan yang dialami.

"Berpengaruh sampai ke wawancara kerja. Kemarin pas wawancara kerja, saya nanya 'Pak di sini enggak ada kekerasan kan?' Sampai yang menginterview saya kaget kenapa saya bertanya begitu," katanya.

Saat membuat laporan, Dwi sudah melakukan visum di RS Polri Kramat Jati dan menyerahkan video aksi penganiayaan.

Dwi mengaku masih sedih, ia pun berhadap mendapat keadilan setelah melaporkan anak bos toko roti tersebut.

"Sekarang saya masih suka sedih, tapi enggak tahu sedihnya kenapa. Saya berharapnya bisa mendapatkan keadilan. Karena banyak korban sebelumnya, sebelum saya itu banyak," terangnya.

Baca juga: Dilaporkan Oktober, Alasan Polisi Belum Tetapkan Tersangka George Usai Ditangkap Kasus Penganiayaan

Selain itu, Dwi mengaku mendapat ancaman saat hendak membuat laporan ke polisi.

"Dia bilang, 'miskin, babu,' terus dia juga bilang, 'orang miskin kayak lu mana bisa laporin gua ke polisi, gua ini kebal hukum'," ucap D, Jumat (13/12/2024).

George Sugama Halim dan Dwi Ayu Dharmawati
George Sugama Halim dan Dwi Ayu Dharmawati (IST dan Tribunjakarta/Bima Putera)

Lebih lanjut, Dwi kini mengaku telah berhenti bekerja di toko roti tersebut, namun pemilik toko roti belum membayarkan gajinya.

"Gaji saya enggak dikasih (bulan Oktober), disuruh transfer enggak mau. Malah saya disuruh datang ke toko. Saya enggak mau dateng karena takut ada anaknya (George) di toko," tuturnya, Minggu.

Menurut D, sejumlah karyawan lain juga dipersulit ketika meminta gajinya dibayarkan.

George Ditangkap

George Sugama Halim ditangkap di tempat pelariannya di sebuah hotel di kawasan Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (15/12/2024).

Proses penangkapan George Sugama Halim dilakukan dua bulan setelah korban melapor dan video aksi penganiayaan viral di media sosial.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan keberadaan George Sugama Halim diketahui setelah orang tuanya buka suara.

"Yang bersangkutan (GSH) bersama dengan keluarganya berada di Hotel Anugerah Sukabumi pada subuh tadi," tuturnya, Senin (16/12/2024), dikutip dari TribunJakarta.com.

Kombes Nicolas Ary menambahkan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara.

"Setelah saksi kami akan gelar perkara meningkatkan ke tahap status daripada terlapor menjadi tersangka. Setelah itu kita akan menetapkan apakah melakukan penahanan atau tidak," terangnya.

Terkait proses penyelidikan yang dianggap lamban, Kombes Nicolas Ary menegaskan penyidik sudah bekerja secara profesional dan sesuai prosedur.

"Kami masih dalam proses penyidikan, kami melakukan langkah-langkah sesuai dengan SOP yang berlaku dalam penegakan hukum. Proses lidik, sidik. Sehingga kami mohon waktu," bebernya.

Ia menambahkan kasus penganiayaan yang dialami D membutuhkan proses penyelidikan bertahap mulai pemeriksaan saksi hingga George selaku terlapor.

"Bukan kasus tertangkap tangan, dan ini merupakan kasus pidana umum. Jadi langkah-langkah prosedur hukum itu harus kita lalui. Penyidik Polres Metro Jakarta Timur harus lalui," tegasnya.

Penyidik masih mengumpulkan dua bukti kasus penganiayaan untuk menetapkan tersangka.

Ia menambahkan kasus penganiayaan yang dialami D membutuhkan proses penyelidikan bertahap mulai pemeriksaan saksi hingga George selaku terlapor.

"Bukan kasus tertangkap tangan, dan ini merupakan kasus pidana umum. Jadi langkah-langkah prosedur hukum itu harus kita lalui. Penyidik Polres Metro Jakarta Timur harus lalui," tegasnya.

Penyidik masih mengumpulkan dua bukti kasus penganiayaan untuk menetapkan tersangka.

Ditetapkan Tersangka

Kini, George Sugama Halim (35) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap pegawai berinisial D. 

“Menetapkan saudara GSH sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (16/12/2024).

Kronologi

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Lina Yuliana, mengatakan korban menolak mengantarkan makanan ke kamar George sehingga terjadi aksi penganiayaan pada Kamis (17/10/2024).

"Awalnya, terlapor meminta tolong kepada korban untuk mengantar makanan ke kamar pribadi terlapor dan korban tidak mau karena itu bukan pekerjaannya," bebernya, Jumat (13/12/2024).

George yang kesal permintaannya ditolak melemparkan kursi ke kepala korban.

"Selanjutnya, terlapor marah dan mengambil satu buah kursi yang dilemparkan ke arah korban, mengenai kepala dan bahu korban," tukasnya.

Sebelumnya, D mengaku mendapat ancaman saat hendak membuat laporan ke polisi.

"Dia bilang, 'miskin, babu,' terus dia juga bilang, 'orang miskin kayak lu mana bisa laporin gua ke polisi, gua ini kebal hukum'," ucap D, Jumat.

Awalnya, D diminta George mengambil foto roti yang sudah tak layak jual.

Meski sudah memenuhi permintaan tersebut, D tetap mendapat penganiayaan.

"Iya, pernah dilempar tempat solasi kena kaki saya dan meja, tapi pas dilemparin meja, enggak kena saya, dihalangin teman saya juga di situ," terangnya.

George kembali meminta korban mengantarkan makanan ke kamar pribadinya, namun D menolak sehingga terjadi penganiayaan.

D yang trauma memilih berhenti bekerja di toko roti tersebut dan melaporkan George.

"Sekarang saya masih suka sedih, tapi enggak tahu sedihnya kenapa. Saya berharapnya bisa mendapatkan keadilan."

"Karena banyak korban sebelumnya, sebelum saya itu banyak," pungkasnya.

Klarifikasi Pihak Pemilik Roti

Sementara, Pihak pemilik toko roti Linda Yes akhirnya muncul buka suara terkait kasus George Sugama Halim, anak bos toko roti yang menganiaya pegawai toko roti di Cakung Jawa Timur.

Pihak keluarga mengurai klarifikasi terkait perangai buruk pelaku.

Ternyata George Sugama Halim bukan baru satu kali ini saja bertindak kasar hingga melukai orang lain.

Lewat Instagram @lindayes.kelapagading23, Senin (16/12/2024), keluarga mengaku George Sugama Halim bahkan pernah mencelakai orang tua dan kakaknya hingga terluka parah.

Tak keberatan anaknya dilaporkan ke polisi, orang tua pelaku justru enggan menutup-nutupi fakta.

Bahkan pihak keluarga ingin agar kasus tersebut diproses secara cepat.

"Kepada yang terhormat ibu Dwi Ayu Dharmawati dan keluarga dan juga seluruh masyarkat yang sudah mengawal kasus ini. Perihal mengenai kasus yang telah terjadi yang melibatkan George Sugama Halim, kami dengan sesungguhnya Lindayes di sini meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian yang telah menimpa saudari dan menyatakan bahwa kami akan mendukung penuh masalah hukum yang telah terjadi di tempat kami untuk dapat diproses secepat-cepatnya," tulis klarifikasi keluarga pelaku dalam akun Instagram toko roti lindayes yang beralamat di Cakung, Jakarta Timur.

Lebih lanjut dalam klarifikasinya itu, keluarga pelaku mengurai sosok asli George Sugama Halim.

Ternyata diungkap keluarganya, pelaku punya keterbelakangan dalam kecerdasan akademik dan emosi.

"Perlu digaris bawahi bahwa George Sugama Halim tidak memiliki jabatan atau posisi apapun dalam usaha Lindayes yang berada di Cakung. Beliau merupakan anak pemilik namun memiliki keterbelakangan kecerdasan IQ dan EQ yang sudah pernah dites," akui keluarga pelaku.

Karenanya, pelaku kabarnya kerap berbuat kasar lantaran tidak bisa mengontrol emosi dengan baik.

Dalam klarifikasi tersebut, keluarga bahkan menyebut George Sugama Halim pernah mencelakai keluarganya sendiri.

Ibu pelaku, Linda disebut-sebut pernah mengalami luka parah akibat dibanting George Sugama Halim.

Pun dengan kakak pelaku yang juga pernah kepalanya bocor lantaran perangai buruk pelaku.

"Bahkan bukan hanya terjadi kepada saudari melainkan terjadi juga kepada pemilik dan saudaranya. Pemilik wanita pernah mengalami patah tulang lengan dan memar akibat dibanting oleh pelaku. Dan adik laki-laki pelaku pernh mengalami luka di kepala yang juga anda alami. Namun adalah sulitnya bagi seorang ibu, sejelek-jeleknya anaknya untuk diproses hukum karena kasih sayang seorang ibu walaupun ia yang menjadi korban sekalipun," pungkas keluarga pelaku.

Seperti diketahui, George Sugama Halim viral lantaran videonya saat menganiaya pegawai bernama Dwi Ayu Dharmawati tersebar di linimasa.

Dalam video terlihat George Sugama Halim secara membabi buta melempari korban dengan berbagai macam barang di toko rotinya.

Akibat kejadian yang terjadi pada 17 Oktober 2024 itu, korban yakni Dwi Ayu pun mengalami luka memar di sekujur tubuh dan kepalanya bocor.

Baca berita lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kondisi Pegawai Toko Roti Korban Penganiayaan George Sugama, Gaji Belum Dibayar dan Alami Trauma

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved