Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 64, Makna Ungkapan Pada Novel Sejarah

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 64, Makna Ungkapan pada Novel Sejarah sesuai materi Bab 2 Menikmati Cerita Sejarah.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
TANGKAP LAYAR
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 64, Makna Ungkapan pada Novel Sejarah sesuai materi Bab 2 Menikmati Cerita Sejarah. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 64, Makna Ungkapan pada Novel Sejarah, silakan disimak ulasannya pada artikel berikut. 

Kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 64 berikut sebagai jawaban soal di Buku Bahasa Indonesia Kelas XII Edisi 2018 ditulis Maman Suryaman, Suherli, Istiqomah diterbitkan Penerbit Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud

Halaman 64 memuat tugas Latihan pada Bab 2 Menikmati Cerita Sejarah Indonesia.

Selengkapnya, soal dan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 64. 

_________

Latihan

Jelaskan makna ungkapan yang terdapat pada kutipan novel sejarah berikut ini.

1. Ia tahu benar Tholib Sungkar Az-Zubaid adalah kucing hitam di waktu malam dan burung merak di siang hari.

Kunci Jawaban:

Ungkapan ini menggambarkan bahwa Tholib Sungkar Az-Zubaid memiliki sifat yang misterius dan sulit diprediksi. 

Dia bisa menjadi kucing hitam yang tidak terlihat dan berbahaya di waktu malam, serta burung merak yang cantik dan mencolok di siang hari. 

Dalam konteks ini, ungkapan itu bisa berarti bahwa Tholib adalah seseorang yang sangat licik dan sulit dipercaya.


2. Dalam hati-kecilnya bayangan Sang Adipati, yang jelas memberanikan istrinya, antara sebentar mengawang dan mengancam hendak merobek-robek hatinya.

Kunci Jawaban:

Ungkapan ini menggambarkan adanya perasaan campur aduk dalam hati seseorang. Bayangan Sang Adipati membuat hati-kecilnya terbagi antara takut dan ingin melawan. 

Ungkapan ini dapat menggambarkan konflik batin atau dilema yang dialami oleh karakter ini dalam membuat keputusan penting yang melibatkan keberanian dan pengorbanan diri.


3. Bau kemenyan menyebar menyapa hidung siapa pun tanpa kecuali.

Kunci Jawaban:

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved