Cuaca Sumsel Hari Ini
Suhu Udara di OKI Capai 36 Derajat, Titik Panas Kebakaran Hutan dan Lahan Bertambah
Suhu panas ekstrem sudah beberapa hari terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) tak terkecuali di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG -- Suhu panas ekstrem sudah beberapa hari terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) tak terkecuali di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Bahkan sudah berhari-hari suhu udara berada di angka 36° derajat celsius sehingga terasa sangat panas.
Kondisi cuaca seperti ini ternyata dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk membakar lahan sehingga berdampak meningkatnya jumlah titik panas di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini.
Disampaikan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyusanto bahwa kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di wilayah Kecamatan Pedamaran Timur, Sungai Menang, Pampangan dan juga Pangkalan Lampam.
"KemarIn bahkan titik panas lebih banyak dari sebelumnya. Terpantau ada 18 titik dan terbanyak dari 17 kabupaten/kota di Sumsel," katanya saat dikonfirmasi Selasa (29/10/2024) siang.
Baca juga: Suhu Udara di Sumsel Terasa Sangat Panas, BMKG Ungkap Dampaknya Bagi Kesehatan Masyarakat
Dijelaskan Nova, beberapa hari yang lalu pihaknya melakukan pemadaman di Desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam bersama perangkat desa dan juga masyarakat peduli api (MPA).
"Maka luasan lahan yang terbakar sekitar 1 hektar, berupa semak belukar dan gambut. Namun api sudah padam sepenuhnya," tuturnya.
Menurutnya, meningkat titik api dapat disimpulkan bahwasanya karhutla merupakan kesengajaan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Sebab, pada bulan ini peningkatan hotspot terjadi di areal persawahan, lahan produktif milik masyarakat,"
"Dikarenakan itu dipandang perlu melakukan tindakan tegas memproses hukum masyarakat yang sengaja lakukan pembakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Selain itu juga, di pinggiran kanan dan kiri jalan tol juga ada titik api yang dibakar masyarakat dan perlu segera dideteksi pemiliknya.
"Dengan sudah berulang kali diingatkan dan dilarang, perbuatan warga yang masih membakar lahan tidak bisa ditolerir lagi dengan dalih dan alasan apapun juga," tegasnya.
Maka dari itu, pihaknya meminta agar Polsek Kayuagung, Polsek SP Padang dan Polsek Jejawi segera mengecek ke lokasi dan lahan sawah yang masih membakar.
"Segera dibawa dan proses hukum, sebagai wujud ketegasan pemerintah terhadap masyarakat yang sudah diimbau untuk tidak bakar lahan, namun masih tidak mengindahkan," tukasnya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Mayoritas Wilayah OKU Timur Diprakirakan Hujan Ringan Senin 18 Mei 2026, Ada Potensi Hujan Petir |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Sumsel Senin 18 Mei 2026: OKU hingga Banyuasin Diprediksi Hujan Ringan hingga Sedang |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca OKU Timur Sabtu 16 Mei 2026, Mayoritas Wilayah Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca OKU Timur Jumat 15 Mei 2026, Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca OKU Timur Kamis 14 Mei 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Intensitas Sedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Suhu-Udara-di-OKI-Capai-36-Derajat-Titik-Panas-Kebakaran-Hutan-dan-Lahan-Bertambah.jpg)