Pelantikan Presiden RI

Profil Prabowo Subianto Resmi jadi Presiden ke-8 RI, Pidato Berapi Ajak Bangsa Berani Hadapi Ancaman

Prabowo dengan tegas dan berapi-api dalam pidato perdananya mengajak Bangsa Indonesia untuk berani menghadapi segala hambatan, serta ancaman global.

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
YouTube Sekretariat Presiden
Prabowo dengan tegas dan berapi-api dalam pidato perdananya mengajak Bangsa Indonesia untuk berani menghadapi segala hambatan, serta ancaman global. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah profil Prabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia. 

Prabowo Subianto dilantik setelah menjalani sumpah jabatan Presiden di Gedung MPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). 

Prabowo dengan tegas dan berapi-api dalam pidato perdananya mengajak Bangsa Indonesia untuk berani menghadapi segala hambatan, serta ancaman global.

Baca juga: Sosok Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto jadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto, Gaya Bicara Berapi-api

Prabowo Subianto menyampaikan pidano perdananya setelah resmi menjadi Presiden ke-8 RI 2024-2029 pada Minggu, akan mengutamakan kepentingan rakyat
Prabowo Subianto menyampaikan pidano perdananya setelah resmi menjadi Presiden ke-8 RI 2024-2029 pada Minggu, akan mengutamakan kepentingan rakyat (Youtube MPR RI)

Prabowo tak ingin, berbagai sumber daya yang dimiliki jadi tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Maka, dengan berbagai sumber daya itu, Prabowo berharap bangsa Indonesia tumbuh dengan keberanian.

Inilah profilnya

Prabowo Subianto Djojohadikusumo, lahir pada 17 Oktober 1951.

Ia merupakan putra dari tokoh ekonomi terkemuka, Soemitro Djojohadikusumo, dan Dora Marie Sigar, wanita berdarah Minahasa.

Sebagai anak dari sosok penting dalam dunia politik dan ekonomi Indonesia, Prabowo tumbuh dengan latar belakang yang penuh tantangan. 

Masa kecilnya banyak dihabiskan di luar negeri karena keterlibatan ayahnya dalam gerakan yang menentang Presiden Soekarno.

Pendidikan Prabowo terbilang istimewa, ia menyelesaikan sekolah menengah di berbagai negara seperti Malaysia, Swiss, dan Inggris sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan menempuh pendidikan militer di Akademi Militer Magelang.

Karier militernya terbilang cemerlang, tetapi tidak tanpa kontroversi. 

Baca juga: Isi Pidato Perdana Prabowo Resmi jadi Presiden RI, Utamakan Kepentingan Rakyat dan Swasembada Pangan

Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, periode 20 Maret 1998–22 Mei 1998.

Serta menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), periode 1 Desember 1995–20 Maret 1998.

Ia terpaksa mengakhiri pengabdiannya di TNI pada 1998 setelah terseret dalam kasus penculikan aktivis, yang kemudian berdampak pada pemberhentiannya dari militer.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved