Berita Viral

Divonis Buta Permanen, Agus Disiram Air Keras Ingin Pulang ke Aceh, Minta Sisa Donasi Untuk Hidup

Muhammad Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh karyawannya kini berniat ingin pulang kampung ke Aceh setelah divonis buta permanen.

|
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo
Muhammad Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh karyawannya kini berniat ingin pulang kampung ke Aceh setelah divonis buta permanen. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Muhammad Agus Salim, korban penyiraman air keras oleh karyawannya kini berniat ingin pulang kampung ke Aceh setelah divonis buta permanen.

Harapan Agus Salim untuk bisa melihat lagi pun kini buyar setelah divonis dokter 95 persen alami kebutaan.

Bahkan, uang donasi yang sudah diterima Agus pun belum digunakan Agus untuk berobat sebelum diketahui oleh Pratiwi Noviyanthi menggunakan BPJS.

Baca juga: Agus Salim Akui Uang Rp 98 Juta Diberi ke Keluarga Untuk Bayar Utang di Bank, Ngaku Kasihan

Uang donasi pengobatan Agus Salim mencapai Rp1,5 miliar kini telah dipindah ke yayasan milik Pratiwi Noviyanthi setelah sempat muncul isu penilapan digunakan keluarga untuk bayar utang rumah.

Meski demikian, Agus masih memegang Rp 500 juta separuh dari sisa donasi untuk melanjutkan hidup di Aceh.

Pasalnya, Agus mengaku tidak ingin menyusahkan bibinya di Jakarta.

"Ini kan Agus terakhir kalinya pak Denny, Agus mau pulang karena mata Agus udah divonis (buta) karena mau dikasih mata buatan," kata Agus, saat hadir di podcast Denny Sumargo, Selasa, (15/10/2024).

"Karena Agus udah gak bisa melihat sama sekali lagi, Agus mau balik ke Aceh," terang Agus.

Mendengar permintaan Agus itu, sang bibi sempat melarang lantaran sidang lanjutan dengan tersangka belum digelar.

"Semangat sayang, entar dulu belum boleh, belum sidang belum selesai," ucap bibi Agus.

Namun, Agus kekeh ingin pulang kampung bersama istri.

Baca juga: Nasib Uang Donasi Agus Korban Air Keras usai Diduga Disalahgunakan, Dipindah ke Yayasan Pratiwi

Agus menuturkan telah memaafkan perbuatan tersangka, karena menyadari atas ucapannya yang menjadi pemicu disiram air keras.

"Gapapa wawak biarin aja Agus sudah maafin apapun kesalahan dia Agus maafin, inipun karena lisan lidah Agus sendiri yang berbuat seperti itu gitu kan," kata Agus.

Sebelum pulang, Agus meminta izin kepada Denny Sumargo dan Pratiwi Noviyanthi untuk menggunakan sisa uang donasinya untuk melanjutkan hidup bersama sang istri.

"Cuma, Agus kepengin menggunakan uang donasi Agus itu buat kehidupan Agus dan istri Agus, boleh Agus ambil ketika Agus pulang ke Aceh?" ucap Agus kepada Densu.

"Iya nanti masalah kamu di Aceh dan kebutuhan kamu nanti bicara ke Novi, kira-kira kamu butuh apa ke yayasan, udah jangan lagi ke sosial media," kata Denny Sumargo.

Uang Donasi Dipindah ke Yayasan Pratiwi

Kini uang donasi tersebut di pindah ke yayasan milik Pratiwi Noviyanthi.

Hal itu diungkap Agus Salim saat menemui Denny Sumargo bersama Pratiwi Noviyanthi.

Bukan tanpa sebab, hal itu dilakukan agar dapat memonitor dan mengatur pengeluarannya.

"Supaya enggak salah paham, ya mbak Novi, kita kan disuruh datang ke sana untuk cetak mutasi sama pak Geri. Di sana ternyata pak Geri menyebutkan bahwa ada pemindahan dari donasi ke yayasan. Dengan alasan pemindahan ini bertujuan agar yayasan dapat memonitor dan mengatur pengeluaran Agus," ungkap Agus dalam podcast YouTube Denny Sumargo, dikutip pada Rabu (16/10/2024).

Pratiwi Noviyanthi naik pitam saat mendengar pengakuan Elmi Nurmala, istri Agus Salim korban penyiraman air keras oleh karyawannya, soal donasi Rp1,5 M diduga ditilap
Pratiwi Noviyanthi naik pitam saat mendengar pengakuan Elmi Nurmala, istri Agus Salim korban penyiraman air keras oleh karyawannya, soal donasi Rp1,5 M diduga ditilap (Youtube Pratiwi Noviyanthi)

Agus mengakui awalnya merasa keberatan dengan pemindahan tersebut, namun penjelasan dari pak Geri membuatnya lebih memahami situasi.

"Awalnya Agus agak keberatan, tapi ya udah, karena penjelasan Pak Geri seperti itu, ya udah. Pak Geri bilang nanti biaya rumah sakit akan dikirim dari yayasan, dan uang Agus enggak hilang kok. Nanti pun jika ada sisa setelah pengobatan, yayasan akan mengembalikan uang itu kepada saya," jelasnya.

Selain itu, Elmi istri Agus juga mengaku uang yang masuk ke reningnya sudah di mutasi ke pihak yayasan Pratiwi Noviyanthi.

"Sudah di mutasi lewat mbanking," kata Elmi.

Sementara, Pratiwi Noviyanthi juga memberikan klarifikasi terkait pemindahan donasi tersebut.

Pratiwi mengatakan pemindahan itu dilakukan setelah adanya obrolan dengan Denny Sumargo.

"Sebentar dulu, pada saat pemindahan itu, obrolan kita berdua ya bang (Denny Sumargo) untuk diamankan di take over di yayasan kita. Jangan sampai seolah-olah ini saya yang ambil semua, saya ingin menghindari kesalahpahaman bahwa saya yang mengambil tindakan ini semua," jelas Novi.

Selain itu, Denny Sumargo juga menjelaskan alasannya dengan Pratiwi memindahkan uang tersebut karena uang tersebut amanah dari publik untuk biaya pengobatan Agus.

"Saya koordinasi dengan mbak Novi, ini saya terlibat kalau kondisi kayak begini kalau belum jelas uangnya amani, karena itu uang amanah," jelas Densu.

Baca juga: Pengakuan Agus Salim Sempat Takut Pegang Uang Donasi Rp1,5 M, Pilih Minta Disimpankan Keluarga

Kendati begitu, Denny Sumargo menegaskan bahwa pihaknya dan Pratiwi Noviyanthi tak akan mengambil sepeserpun uang donasi tersebut.

Bahkan ia pun berjanji jika diantaranya dan Novi mengambil uang tersebut, ia akan menggantinya.

"Saya jaminkan saya gak akan ambil, Novi tidak akan ambil, kalau Novi sampai ambil saya sikat dia, uang Rp 1 miliar dari Novi saya kasih ke anda dari uang anda," terangnya.

"Mbak Novi ini saya kenal orangnya baik, kreadibilatasnya tinggi, komunikasinya aja udah kemana-mana," tandas Densu.

Alasan Agus Beri ke Keluarga

Sementara dikesempatan yang sama, Agus juga mengakui memberi bibiknya uang Rp 98 juta untuk membayar utang di bank.

Namun Agus mengklaim hal itu dilakukannya bukan karena paksaan orang lain, melainkan inisiatif sendiri.

"Kalau ke wawa Rp98 juta," kata Agus Salim.

Sementara Pratiwi Noviyanthi menjelaskan soal kabar Rp100 juta itu diketahuinya langsung dari anak bibiknya Agus.

"Rp100 juta itu emang anaknya bilang ke saya untuk bayar ke ibunya, katanya banyak rentenir yang datang," jelas Pratiwi Noviyanthi.

Agus juga mengungkapkan alasannya memberi uang Rp98 juta karena kasihan melihat sang bibik ditagih utang hingga rumah nyaris akan di sita.

Kendati begitu, merasa kasihan dan ingat perjuangan bibi yang merawatnya, Agus pun memberi uang tersebut untuk membayarkan utang di bank.

"Sebenernya itu salah tanggapan, wawa kan dari awal ngurusin Agus, tempat tinggal dari mulai mama Agus dan ayah, makannya juga, jadi Agus pikir dapat uang rezeki banyak berlebihan, apa salahnya Agus ngebantuin orang yang udah berjuang mati-matian, itu pun wawa bilang kalau wawa ada uang nanti dibalikin lagi uang Agus, kalau gak pegang sertifikat wawa, dia sampai nangis-nangis," beber Agus.

"Karena Agus disini jangan panjang, bukan pendek, kalau Agus sewa orang untuk urus Agus mungkin biayanya bisa lebih dari itu juga, kalau jangka panjangnya kita pikirin," sambungnya.

Denny Sumargo yang mendengar itu pun lantas bertanya terkait paksaan pihak lain.

Agus mengaku hal itu dilakukannya karena inisiatif sendiri.

"Sebenarnya waktu itu dengar ada orang datang dari pihak bank rumahnya akan disita kalau gak di bayar," jelasnya.

"Rumah wawa di gadaikan karena ada tunggakan di bank, tapi bukan rentenir tapi wawa sendiri gak pernah minta uang di Agus," sambungnya.

Agus pun mengaku awalnya mendengar kabar ini dari sang kakak dan menyaksikan langsung saat pihak bank menagih utang ke rumah bibiknya.

"Sebenarnya anak wawa (Via) minta bantuan ke kakaknya Agus, gak minta bantuan awalnya cuma lagi cerita aja, Agus dengar dari kakak wawa lagi kesulitan, sambil ada yang datang juga saat itu dan Agus mendengar percakapan itu," ujarnya.

Kendati begitu merasa kasihan dengan sang bibik, Agus pun akhirnya memberi uang tersebut.

Namun Agus diberi jaminan sertifikat rumah setelah diberi uang tersebut.

"Agus merasa kasihan gimana nanti tempat tinggal Agus, jadi Agus merasa prihatin lihatnya, mangkanya Agus gunakan uang itu untuk kebaikan Agus karena wawa sudah ngurus Agus, dapat rezeki lebih kenapa gak dikasihkan ke wawa, itu juga tanpa sepengetahuan wawa, yang tahu itu anak-anak abah, mbak Via," kata Agus.

"Istri Agus juga awalnya sempat bilang jangan karena itu uang donasi," sambungnya.

"Sertifikat wawa juga di serahkan ke Agus, katanya gak enak karena Agus kan sakit, wawa bilang nanti uangnya di balikin, tapi Agus bilang gak usah," imbuhnya.

Selain itu, Agus juga mengaku mengirimkan uang ke rekening kakaknya Rp50 juta.

Ia mengaku hal itu dilakukannya meminta sang kakak untuk memegangnya.

"Kalau yang di rekening kakak yang di Aceh Rp 50 juta, sebenarnya pengen lebih kesitu untuk jaga-jaga biar yang mengatur, tadinya mau mama yang pegang tapi kakak Ida yang buat rekening, di pisah gitu biar mama ada pegangan untuk bantu Agus belanja-belanja," jelasnya.

Tak hanya itu, Agus juga mengakui uang Rp250 juta memang dikirimnya ke rekening istri, Elmi karena untuk mempermudah biaya pengobatan.

Pasalnya Agus mengaku rekeningnya tidak bisa mengirim limit yang besar sehingga memerlukan rekening istri untuk mempermudah saat membayar pengobatan di rumah sakit besar.

Meski begitu, Agus pula mengaku uang di rekening istri Rp 250 juta hingga saat ini masih utuh.

"Betul Rp250 juta di kirim ke istri karena kartua Agus kan gak bisa di gesek takutnya nanti kalau ke rumah sakit besar bayarnya kan pakai limit perlu uangnya cepat jadi bisa ditarik pakai ATM dia (Elmi), uangnya masih ada utuh, kita belum gunakan," kata Agus Salim.

 
Baca berita lainnya di Google News

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved