Arti Bahasa Arab

Arti Ushikum Wa Nafsi Bitaqwallahi Wa Tha’atih, Wasiat Takwa dalam Khutbah Jumat, Ingatkan Jemaah

Ushikum wa nafsi bitaqwallahi wa tha’atih memiliki arti Aku berwasiat kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
Arti Ushikum Wa Nafsi Bitaqwallahi Wa Tha’atih, Wasiat Takwa dalam Khutbah Jumat, Ingatkan Jemaah. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Khutbah Jumat merupakan bagian dari rukun sholat Jumat. 
Keberadaannya wajib disampaikan sebelum ibadah sholat Jumat berakhir.

Rukun khutbah sendiri wajib berisi lima perkara, yakni: pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi, wasiat, ayat al-Qur’an, dan do’a.

Ushikum wa nafsi bitaqwallahi wa tha’atih adalah salah satu kalimat wasiat di dalam khutbah Jumat. Karenanya jangan heran, kalimat ini selalu dibacakan oleh khotib Jumat.

Ushikum wa nafsi bitaqwallahi wa tha’atih memiliki arti:  
Aku berwasiat kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah dan mentaati-Nya.” 

Isi wasiat khutbah Jumat yang  adalah ajakan untuk takwa.

Kalimat tersebut merupakan salah satu contoh kalimat wasiat di dalam khutbah Jumat. 

Kalimat  Ushikum wa nafsi bitaqwallahi wa tha’atih” dapat juga digantikan dengan kalimat

“Yaa ayyuhalladzina amanu ittaqullaha haqqa tuaqtih wala tamutunna illa wa antum muslimun”

Artinya: “wahai orang-orang yang beriman, bertakawalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan Islam.”

Bertakwalah

Firman Allah SWT

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

"Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya" (QS An-Nisaa': 136).

Kita diwajibkan jangan pernah melepaskan keimanan itu. Kita juga diharuskan terus meningkatkan keimanan itu dan bertakwa dalam kondisi apa pun.

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved