Berita Lahat
Sulit Cari Kerja, Banyak Warga Lahat Jadi Pekerja di Luar Negeri, Ada Ke Taiwan Hingga Polandia
Minimnya lapangan pekerjaan di kampung halaman membuat banyak warga di Lahat mengadu nasib menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) kerja di luar negeri
Penulis: Ehdi Amin | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Minimnya lapangan pekerjaan di kampung halaman membuat banyak warga di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan memilih mengadu nasib menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lahat mencatat tahun 2024 ini dipastikan ada ratusan lagi warga Kabupaten Lahat yang memilih menjadi PMI seperti tahun 2023. Alasannya mayoritas untuk merubah nasib.
Penyalurannya melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang ada di Kabupaten Lahat.
"Kita perkirakan ratusan lagi seperti sebelumnya. Untuk data realnya, ada di kantor. Kalau untuk tahun 2023 lalu ada 252 orang, disalurkan melalui tiga PJTKI," terang Kepala Disnakertrans Kabupaten Lahat, Mustofa Nelson melalui Kabid Pelatihan Produktifitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Tubiska Surya, Minggu (13/10/2024).
Tubiska membeberkan, minat warga menjadi PMI mayoritas dikarenakan ingin memperbaiki taraf perekonomian.
Ia tak memungkiri, minimnya lapangan kerja buat sejumlah warga memilih pekerja migran, karena kepincut dengan jumlah penghasilan yang didapat.
"Rata-rata banyak yang berasal dari Kecamatan Jarai dan Tanjung Sakti Area, ada juga yang berasal dari Kota Lahat," ujarnya.
Tubiska membeberkan, PMI asal Kabupaten Lahat tersebut biasanya disalurkan ke 10 negara.
Diantaranya, Taiwan, Malaysia, Hongkong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Hungaria, Uni Emirat Arab dan Polandia.
Dengan pekerjaan menjadi asisten rumah tangga, perawat dan pegawai perusahaan.
"Lebih banyak perempuan daripada laki-laki. Untuk laki-laki biasanya di perusahaan, dengan pekerjaan mengelas dan lainnya," bebernya.
Disinggung terkait kontrak kerja, Tubiska menjelaskan, hal tersebut tergantung dari permintaan tempat bekerja PMI masing-masing.
Ada yang satu tahun ada juga yang sampai tiga tahun, tergantung kontrak kerja.
"Kita hanya sebatas lakukan pemeriksaan administrasi, agar mengetahui identitas CPMI, jika terjadi hal tak diinginkan," sampainya.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Dua Kali Beraksi, Pecandu Narkoba Pencuri Kotak Amal Masjid di Lahat Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Kompol Ardan Richard Le'bo Resmi Jabat Wakapolres Lahat, AKP Ari Gusman Jadi Kasat Intelkam |
|
|---|
| RS AR Bunda Assaalam Diresmikan di Lahat, Bupati Minta RS Milik Pemerintah Untuk Berbenah |
|
|---|
| Polres Lahat Gerebek Rumah Pengedar Narkoba di Pagar Dewa, Polisi Sita Sabu dan Ganja Siap Edar |
|
|---|
| Dendam Lama, Pemuda di Lahat Tega Bunuh Rekannya, Sempat Buron 4 Bulan Sebelum Ditangkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Ingin-Ubah-Nasib-Banyak-Warga-Lahat-Pilih-Jadi-Pekerja-di-Luar-Negeri.jpg)