Seputar Islam

Arti Ya Haqq Ya Jami, Dzikir Asmaul Husna dan Keutamaannya, Contoh Pengamalannya dalam Kehidupan

Allah adalah Sang Maha Benar, sehingga semua yang berasal dari-Nya adalah benar. Allah Al Jami artinya Allah Maha Menghimpun seluruh ciptaan-Nya. 

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
GRAFIS TRIBUNSUMSEL/LISMA
Arti Ya Haqq Ya Jami, Dzikir Asmaul Husna dan Keutamaannya, Contoh Pengamalannya dalam Kehidupan 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kalimat  Ya Ha haqqu Ya Jami adalah salah satu bacaan dzikir asmaul husna, yaitu dzikir dengan nama-nama indah Allah.

Ya Haqq Ya Jami adalah gabungan dari dua kata, yaitu al-haqq dan al-jami yang memiliki arti sebagai berikut: 


Al-haqq ( Ya Haqqu)
Artinya Allah Yang Maha Benar. 

Dalam Alquran, kata al-haqq muncul 187 kali, namun hanya 10 kali muncul sebagai nama Allah. 

Dikutip dari laman muhammadiyah.or.id, Izza Rohman, Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA mengatakan di dalam al-Qur’an, kata al-haqq (dalam bentuk makrifah) terulang 187 kali, namun hanya 10 kali yang muncul sebagai nama indah atau bagian dari nama indah Allah.

Lima kali Allah disebut sebagai Al-Haqq [al-Kahf: 44; al-Hajj: 6, 62; an-Nur: 25; Luqman: 30], dua kali disebut Al-Malik al-Haqq (Maharaja yang sebenarnya), dua kali disebut Mawlâhum al-Haqq (Penguasa/Pelindung mereka yang sebenarnya), dan satu kali disebut Rabbukum al-Haqq (Tuhanmu yang sebenarnya). 


Kata al-haqq sendiri digunakan di al-Qur’an dalam beragam arti, di antaranya: kebenaran, keadilan, kitabullah, agama (dinullah), kebangkitan di akhirat, pembalasan amal, berita atau kisah yang benar, ucapan yang benar, dan hak.

Allah adalah al-Haqq, sehingga segala yang disembah selain-Nya adalah al-bâthil (yang batil).

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Demikianlah (kuasa Allah) karena sesungguhnya Allah Dialah Al-Haqq (Tuhan Yang Haqq), dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah adalah (sembahan) yang batil, dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi Maha Besar.” (al-Hajj: 62; Luqman: 30).

Allah adalah Sang Maha Benar, sehingga semua yang berasal dari-Nya adalah benar, dan semua kebenaran bersumber dari-Nya. Wahyu suci (al-Qur’an dan yang sebelumnya) adalah kebenaran (al-haqq) yang berasal dari Allah, sehingga orang yang beriman akan mengikutinya dan tidak akan sekali-kali meragukannya. “Kebenaran itu dari Rabbmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang yang ragu-ragu.” (al-Baqarah: 147; Ali ‘Imran: 60).

Allah itu Sang Maha Benar, sehingga Allah hanya memihak, membela, menguatkan, menolong dan melindungi ajaran kebenaran dan para pengikutnya. “Dan Allah menghendaki untuk mengukuhkan yang benar dengan firman-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir; agar Allah dapat mengukuhkan yang benar dan membatalkan yang batil walaupun para pendosa tidak menyukainya.” (al-Anfal: 7-8).

Karena Allah adalah Sang Maha Benar, manusia dilarang untuk mengatakan sesuatu yang tidak benar tentang Allah. “Wahai Ahlul Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan tentang Allah kecuali yang benar.” (an-Nisa’: 171).

 

Al-jami (Ya Jami)
Artinya Yang Maha Mengumpulkan atau Menghimpun. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved