Berita Prabumulih

Atasi Banjir, Pemkot Prabumulih Bakal Normalisasi Sepanjang Sungai Kelekar, Siapkan Dana Rp 38 M

Untuk mengatasi banjir di kota Prabumulih, Pemerintah kota Prabumulih tahun ini akan melakukan normalisasi di sepanjang sungai kelekar.

|
Penulis: Edison | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Edison
Sungai Kelekar yang Membelah kota Prabumulih - Atasi Banjir Pemkot Prabumulih Bakal Normalisasi Sepanjang Sungai Kelekar, Siapkan Dana Rp 38 Miliar 

Laporan wartawan Tribun Sumsel, Edison Bastari 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Untuk mengatasi banjir di kota Prabumulih, Pemerintah kota Prabumulih tahun ini akan melakukan normalisasi di sepanjang sungai kelekar.

Hal itu diungkapkan Penjabat (PJ) Walikota Prabumulih H Elman ST MM kepada wartawan, Kamis (26/9/2024).

"Tahun ini kita lakukan normalisasi di sungai kelekar, saat ini kita menunggu izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, jika sudah ada langsung dikerjakan," ungkap Elman.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Pemkot Prabumulih, H Beni Akbari melalui Kabid Program Dinas PUPR, Virza Anggi membenarkan hal itu dan menyebut proyek normalisasi Kelekar sudah kontrak tinggal bekerja. 

"Ini sudah kontrak, untuk tenaga dan alat sudah siap semua, tinggal menunggu izin karena itu wilayah BBWS Sumatera," terangnya.

Disinggung titik mana saja akan dibangun, Anggi menyebut normalisasi dibagi menjadi 4 wilayah yakni kecamatan Prabumulih Barat, kecamatan Prabumulih Timur, kecamatan Prabumulih Selatan dan kecamatan Cambai.

"Untuk total anggaran Rp 38 miliar melalui dana bantuan gubernur, untuk pengerjaan nanti akan segera dilakukan ketika sudah dapat izin," katanya.

Baca juga: Anak-anak Desa Pangkul Prabumulih Tak Perlu Jauh-jauh, Sekarang Ada 3 Sekolah Dibangun di Lahan Desa

Baca juga: Kota Prabumulih Raih Penghargaan Tingkat Nasional Kategori Kader Posyandu Inovasi Bidang Kesehatan

Ditanya apakah normaliasi termasuk membangun talud, Anggi mengaku untuk pembangunan talud di titik-titik yang parah saja karena membutuhkan dana besar jika sepanjang kelekar dibangun talud.

"Kita normalisasi dengan mengangkat sedimentasi atau yang dangkal, tidak dilakukan pelebaran karena khawatir kena lahan warga. Titik terendah di Prabumulih adalah Sungai Kelekar, jika kita lakukan normalisasi maka banjir yang sering terjadi bisa diatasi atau diminimalisir," lanjutnya.

Normalisasi dengan mengeruk sungai yang dangkal dan membersihi semua sampah sangat diharapkan warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) disebabkan jika sungai meluap maka warga tersebut yang akan lebih dulu merasakan banjir.

"Kalau musim hujan bisa banjir warga sepanjang sungsi kelekar, makanya butuh di normalisasi," kata Aris, satu diantara warga yang tinggal di pinggir sungai Kelekar kepada wartawan.

Apalagi menurut pria tersebut di kawasan tempat ia tinggal belum seluruhnya dibangun talud pembatas sungai sehingga rentan banjir. "Kalau hujan deras sungai kelekar meluap maka kami kena banjir," tambahnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved