7 Mayat Ditemukan di Kali Bekasi

Cerita Remaja Selamat dari Kali Bekasi, Sempat Tenggelam Berkali-kali Hingga Saling Tarik di Air

Satu remaja bercerita mengenai insiden di malam kejadiaan yang menewaskan 7 mayat setelah terjun ke Kali Bekasi, Jatihasih, kota Bekasi minggu lalu.

Editor: Moch Krisna
Warta Kota/Rendy Rutama
Pihak kepolisian saat memeriksa tempat kejadian peristiwa (TKP) penemuan 7 mayat remaja di Kali Bekasi dekat perumahan Pondok Gede Permai (PGP), Jatiasih, Kota Bekasi, Minggu (22/9/2024) pagi. Satu remaja korban selamat bersama tujuh temannya tewas usai terjun ke Kali Bekasi, Jatiasih, Kota Bekasi sempat meminta pertolongan dikejar polisi 

TRIBUNSUSMEL.COM -- Satu remaja bercerita mengenai insiden di malam kejadiaan yang menewaskan 7 mayat setelah terjun ke Kali Bekasi, Jatihasih, kota Bekasi minggu lalu.

Melansir dari Tribunnnews.com, Rabu (25/9/2024) remaja yang enggan disebutkan namanya sebut ajah X mengaku saat itu waktu subuh tengah berada di Flyover Cipendawa.

Remaja berusia 16 tahun tersebut lantas mendapatkan pesan notifikasi dari teman nongkrongnya.

Karena merasa tak ada kerjaaan pada malam itu, akhirnya pemuda ini menyetujui ajakan temannya itu yang berdalih menemaninya untuk menyeruput kopi hangat di warung tersebut.

Kurang lebih 10 menit kemudian, X akhirnya tiba di warung yang dibangun dengan material bambu dan kayu yang berdiri di bawah pohon ceri.

Di sana, dia mengaku melihat ada puluhan sepeda motor yang juga terparkir di depan warung itu.

Dengan keadaan penerangan yang redup, pemuda itu mengaku melihat ada banyak pemuda lain yang dia tak kenali tengah berbincang di bangku dipan di bagian teras warung yang dalam kondisi tutup pada dini hari itu.

Tim Gabungan kembali melakukan pencarian korban lain di Kali Bekasi Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih, Minggu (22/9/2024).
Tim Gabungan kembali melakukan pencarian korban lain di Kali Bekasi Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih, Minggu (22/9/2024). (Tribunnews.com/Reynas)

Memang, lokasi yang masuk dalam wilayah RT 5 RW 4 itu jauh dari pemukiman warga.

Di sana, hanya ada sejumlah pabrik di sisi kiri jalan dan semak belukar di sisi kanan jalan. Lampu penerangan jalan pun hanya ada sekitar 7 buah di sepanjang jalan yang berjarak lebih dari 1 kilometer tersebut dari jalan utama.

Ketika itu, X yang baru saja tiba sempat melihat adanya beberapa senjata tajam yang terletak di bawah sebuah bangku panjang. Timbul pertanyaan dibenaknya saat itu terkait keberadaan senjata tajam yang diduga akan digunakan untuk tawuran.

"Kaget (saat melihat senjata tajam), saya tanya ke teman saya, ini mau tawuran atau gimana? Enggak tau katanya dia," ucap X saat ditemui, Selasa (24/9/2024).

PiatuPikirannya itu berlalu begitu saja karena asyik mengobrol dengan temannya itu.

Sampai sekitar 15 menit kemudian, suasana hening di kawasan warung tersebut berubah menjadi ramai karena semua pemuda berhamburan.

Dari sisi kiri warung, ternyata muncul sejumlah anggota Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota yang sudah mengetahui keberadaan mereka dan hendak membubarkannya.

Para pemuda itu berlari secara acak. X dan yang lain pun berlari ke arah belakang warung yang banyak tanaman pohon pisang. Sekitar 10 meter dari warung juga merupakan Kali Bekasi tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved