Berita Travel

Mengenal Sejarah dan Asal Usul Nama Kayu Agung di OKI, Miliki Makna Kayu yang Agung Atau Besar

Ciri khas pohon Kayu Agung itu berukuran besar memiliki urat pohon yang timbul dan memiliki akar yang besar menjalar.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Winando Davinchi
Ikon Kayu Agung - Mengenal Sejarah dan Asal Usul Nama Kayu Agung di OKI, Miliki Makna Kayu yang Agung Atau Besar 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYU AGUNG - Nama Kecamatan Kayu Agung secara umum berasal dari sebuah sejarah, dimana pada zaman dahulu terdapat pohon-pohon yang berukuran besar, bahkan ada yang berdiameter hingga 4 meter.

Maka disimpulkanlah oleh para petuah jika pohon yang berarti Kayu sedangkan besar Itu Agung.

Mungkin sebagian dari kita pernah melihat pohon berukuran besar di beberapa daerah.

Hanya saja, kemungkinan itu bukanlah pohon Kayu Agung.

Pasalnya tidak setiap pohon yang besar itu merupakan pohon Kayu Agung.

Ciri khas pohon Kayu Agung itu berukuran besar memiliki urat pohon yang timbul dan memiliki akar yang besar menjalar.

Selain itu juga, terdapat akar yang menjalar dari atas ke bawah, jadi dari sebuah pohonlah nama dari kota Kayu Agung itu diperoleh.

Baca juga: Kayu Agung dan Lempuing Paling Banyak, Jumlah DPT OKI di Pilkada 2024 Sebanyak 577.241 Jiwa

Baca juga: Bahagianya Bariyah, Warga Kayu Agung yang Dapat Hadiah Rumah, Menangis Ngaku Seperti Mimpi

Kecamatan Kayu Agung sendiri merupakan ibukota dari Kabupaten Ogan Komering Ilir yang luasnya sekitar 21.469,90 kilometer persegi yang secara geografis terletak antara 1042'-106 o' derajat bujur timur dan 4o 30'-4o 15 derajat lintang selatan. 

Saat ini jumlah penduduk dalam sensus 2011 mencapai sekitar 64.584 jiwa lebih dan mayoritas penduduknya ialah beragama Islam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata OKI, Ahmadin Ilyas memperkirakan berdirinya Kecamatan Kayu Agung terbentuk pada tahun 1.400 Masehi.

"Dahulu kala terbentuknya kota Kayuagung ini berawal dari penduduk Morge Siwe (sembilan marga/kelurahan) dengan berbagai adat istiadat yang berkembang di masyarakat," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa (24/9/2024) siang.

Masih kata dia, terdapat 11 Kelurahan yang ada yaitu Sukadana, Paku, Mangun Jaya, Sidakersa, Jua-jua, Perigi, Kotaraya, Kedaton dan Kayu Agung Asli, Sukadana dan Tanjung Rancing.

"Serta memiliki 14 Desa yaitu mulai Bulu Cawang, Lubuk Dalam, Banding Anyar, Anyar, Muara Baru, Kijang Ulu, Celikah, Tanjung Menang, Tanjung Lubuk, Arisan Buntal, Serigeni Lama, Serigeni Baru, Tanjung Serang dan Teloko," tutupnya. 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved