Berita Lubuklinggau

Padahal Padi di Lubuklinggau Siap Panen, Tapi Mulai Diganggu Hama Burung, Walang Sangit Hingga Tikus

Sejak terbit matahari, Duhanan sudah pergi ke sawah untuk mengusir ratusan burung pipit yang menyerang tanaman padi siap panen miliknya.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Eko Hepronis
Para Petani Saat Berusaha Mengusir Hama Burung - Padahal Padi di Lubuklinggau Siap Panen, Tapi Mulai Diganggu Hama Burung, Walang Sangit Hingga Tikus 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sejak terbit matahari, Duhanan sudah pergi ke sawah untuk mengusir ratusan burung pipit yang menyerang tanaman padi siap panen miliknya.

Beruntung, jarak sawah dengan rumahnya hanya beberapa meter saja di RT 02, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau.

Dalam hitungan menit ia sudah sampai di pondok dan langsung membunyikan kentongan kaleng dengan cara-cara ditarik yang terpasang di semua sudut-sudut sawah.

Mendengar suara kentongan kaleng yang begitu keras, seketika gerombolan burung pipit langsung terbang dari dalam padi.

Duhanan mengaku bingung mengatasi hama burung pipit yang menyerang padi sawah siap panen miliknya.

"Berbagai cara sudah dilakukan, namun serangan kawanan burung pipit terus datang berganti," ujar Duhanan pada wartawan, Senin (23/9/2024).

Musim panen tahun lalu, serangan hama burung pipit tidak semasif musim panen tahun ini.

Walau tetap ada, tapi populasinya tidak seberapa.

"Sekarang kita jaga 12 jam penuh, dari pagi sampai menjelang maghrib, karena burung ini nyerangnya tidak kenal jam," ungkapnya.

Baca juga: Basmi Hama Tikus Kecamatan Tugumulyo Musi Rawas Gelar Safari Berburu Tikus, 1 Ekor Dihargai Rp 1.000

Baca juga: Hama Wereng dan Tungro Menyerang, Petani Padi di Musi Rawas Gelisah Hasil Panen Menurun

Selain dipasang kaleng untuk mengeluarkan suara agar burung pergi,

Duhanan juga membuat orang-orangan sawah yang diikat pakai tali.

Sehingga orang-orangan sawah tersebut ketika ditarik pakai tali akan bergerak dan membuat burung takut.

Bila ditinggal lengah sedikit, maka burung akan datang bergerombol dalam jumlah banyak. Sehingga banyak buah padi yang siap panen rusak.

"Bila tidak mempan kita juga pakai ketapel untuk mengusir burung," ujarnya.

Sebagai antisipasi Duhanan selalu bergantian dengan saudaranya menunggu sawah terutama kalau waktu masuk sholat dzuhur.

"Ada juga yang saya tinggal saja, ya burung masuk makan padi," jelasnya.

Menurutnya untuk mengatasi burung dengan memasang jaring memang cukup efektif, namun kendalanya burung yang sudah masuk tidak bisa lagi keluar.

"Jadi lebih parah lagi karena mereka terkurung makanan lebih banyak lagi," ungkapnya.

Hama lainnya yang mengganggu padi milik Duhanan yaitu walang sangit dan tikus.

Dimana serangan hama walang sangit dapat menyebabkan buah padi menjadi kosong. 

"Kalau normalnya hasil panen bila tidak ada gangguan dapat menghasilkan 1,5 ton gabah. Kalau jadi beras sekitar 4 kuintal lebih, tidak tahu sekarang," ujarnya. 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved