Berita Viral
Curhat Bripka Joko Polisi di Samarinda Kerja Nyambi Gali Kubur, Dulu Digaji Rp35 Ribu
Cerita Bripka Joko Hadi Aprianto (37) mengungkap curhatnya selama bekerja nyambi gaji kubur meski telah menjadi polisi.
Penulis: Thalia Amanda Putri | Editor: Weni Wahyuny
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Thalia Amanda Putri
TRIBUNSUMSEL.COM - Bripka Joko Hadi Aprianto (37), polisi di Samarinda, Kalimantan Timur, mengungkap curhatnya selama bekerja nyambi gaji kubur meski telah menjadi polisi.
Joko bercerita, jika saat SMP dirinya mendapatkan upah Rp35.000 dari menggali kuburan.
Upah itu digunakan untuk membantu orangtuanya.
Baca juga: Kisah Bripka Joko Hadi, Polisi di Samarinda Nyambi jadi Tukang Gali Kubur, Dulu untuk Cari Rezeki
Namun dari niat semula mencari tambahan penghasilan untuk keluarga kini bergeser.
Bripka Joko yang menjadi ketua penggali kubur kini melakukan pekerjaan tersebut karena kemanusiaan.
"Dulu waktu masih sekolah SMP Rp35.000 upah gali kubur, sekarang saya sering nombok, biasanya bagi yang kurang mampu saya gratiskan, tapi anggota tetap saya gaji pakai uang pribadi," kata ayah dari lima orang anak itu, saat dihubungi oleh Kompas.com pada Rabu (22/3/2023) silam.
Bripka Joko menjelaskan, di pemakaman tersebut ada tim penggali kubur lain selain timnya, sehingga pekerjaan memakamkan warga bisa dibagi dua tim.
Rata-rata dalam seminggu, timnya bisa menguburkan 8-11 jenazah.
Namun, Bripka Joko mengatakan, paling banyak timnya menguburkan 14 jenazah sehari saat pandemi Covid-19.
"Kalau yang paling banyak pas Covid-19 ada 14 jenazah sehari. Kalau satu minggu ini kami kuburkan 11 jenazah," ungkap dia.
Awal Mula Jadi Tukang Gali Kubur
Bripka Joko rupanya sudah lama bekerja menjadi tukang gali kubur sebelum menjadi anggota Polri hingga kini mencapai waktu 23 tahun.
Awalnya, Bripka Joko Hadi Aprianto menjadi penggali kubur sejak dia duduk di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal itu dilakukan Bripka Joko karena harus membantu perekonomian keluarga.
| Geramnya Melanie Subono Soal 16 Mahasiswa UI Pelaku Pelecehan di Grup Chat, Desak Sanksi DO |
|
|---|
| UI Resmi Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terlibat Pelecehan di Grup Chat, Pelaku Dilarang ke Kampus |
|
|---|
| Sosok Supriadi, Napi Korupsi Rp233 M Viral Keluyuran ke Coffee Shop, Eks Kepala Syahbandar Kolaka |
|
|---|
| Beredar Chat Diduga Orang Tua Mahasiswa FH UI: Sesalkan Kasus Viral, Sebut Pembocor Tidak Bijak |
|
|---|
| Ini Alasan Munif Taufik Bongkar Grup Chat Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI, Berawal Ketahuan Pacar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Curhat-Bripka-Joko-Polisi-di-Samarinda-Kerja-Nyambi-Gali-Kubur-Dulu-Pikirkan-Upah-Kini-Kemanusiaan.jpg)