Berita Viral
Geramnya Melanie Subono Soal 16 Mahasiswa UI Pelaku Pelecehan di Grup Chat, Desak Sanksi DO
Artis sekaligus pegiat sosial, Melanie Subono, mendesak Universitas Indonesia untuk memberikan sanksi terberat, drop out (DO terhadap pelaku pelecehan
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Melanie Subono secara tegas mendesak pihak Universitas Indonesia untuk memberikan sanksi terberat, yakni drop out (DO) atau pemecatan permanen terhadap 16 mahasiswa pelaku pelecehan seksual
- Ia mengimbau agar para korban berani bersuara dan mencari bantuan melalui kanal-kanal perlindungan seperti Satgas PPKS di lingkungan kampus.
- Ia menyayangkan bagaimana sebuah institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi ancaman bagi para mahasiswi.
TRIBUNSUMSEL.COM - Artis sekaligus pegiat sosial, Melanie Subono, bereaksi keras terkait kasus 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi melalui grup chat.
Lewat pernyataan terbaru yang diunggah di media sosialnya, Melanie secara tegas mendesak pihak universitas untuk memberikan sanksi terberat, yakni drop out (DO) atau pemecatan permanen terhadap para pelaku.
Menurut Melanie, tindakan para pelaku yang melecehkan puluhan mahasiswi hingga dosen melalui grup percakapan daring bukanlah candaan, melainkan masalah moral yang mendasar.
Baca juga: UI Resmi Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terlibat Pelecehan di Grup Chat, Pelaku Dilarang ke Kampus
Ia menyayangkan bagaimana sebuah institusi pendidikan yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru berubah menjadi ancaman bagi para mahasiswi.
"Kalau ada yang masih bisa bilang pelecehan seksual itu bercanda, oh salah. Lo bangga jadi mahasiswa, tapi jawab dengan jujur, pola pikir lo sudah selevel itu belum sih?" ujar Melanie Subono dengan nada tegas, dikutip pada Kamis (16/04/2026).
"Apalagi di tempat yang harusnya terasa aman. Lo harusnya datang untuk belajar, tapi pulang dengan rasa takut," lanjutnya.
Selain mendesak sanksi tegas, Melanie juga memberikan pesan edukatif kepada para korban dan masyarakat luas agar tidak menormalisasi tindakan pelecehan, sekecil apa pun bentuknya.
Ia menekankan bahwa rasa tidak nyaman pada tubuh adalah indikator utama terjadinya pelecehan.
"Kadang orang merasa itu hal kecil jadi memilih untuk mendiamkan," ungkap Melanie.
Ia mengimbau agar para korban berani bersuara dan mencari bantuan melalui kanal-kanal perlindungan seperti Satgas PPKS di lingkungan kampus.
"Kalau kamu di sekolah kamu bisa ke BP. Kalau di kampus cari Satgas PPKS, dan kalau kamu mau cari tahu ke mana bisa melapor, browse: carilayanan.com. Dan kalau HP kamu dimonitor oleh mereka yang melecehkan atau kamu perlu diam-diam yang cache-nya tidak terlihat, buka caripotbunga.com.
Satu hal yang kamu harus ingat: Apa pun yang terjadi itu BUKAN SALAH KAMU. Sekalipun kita berpakaian seperti apa pun, tidak memberikan orang lain hak untuk merendahkan, melecehkan, apa pun itu," tulisnya.
Melanie menilai, tindakan para pelaku tidak bisa ditoleransi.
"Mereka harus di-DO. Out. Harus," tegasnya dalam unggahan lain.
Desakan Sanksi DO
Sanksi penonaktifan sementara yang saat ini dijatuhkan UI kepada 16 mahasiswa tersebut dinilai banyak pihak, termasuk Melanie, belum memberikan keadilan yang setimpal.
| UI Resmi Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Terlibat Pelecehan di Grup Chat, Pelaku Dilarang ke Kampus |
|
|---|
| Sosok Supriadi, Napi Korupsi Rp233 M Viral Keluyuran ke Coffee Shop, Eks Kepala Syahbandar Kolaka |
|
|---|
| Beredar Chat Diduga Orang Tua Mahasiswa FH UI: Sesalkan Kasus Viral, Sebut Pembocor Tidak Bijak |
|
|---|
| Ini Alasan Munif Taufik Bongkar Grup Chat Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI, Berawal Ketahuan Pacar |
|
|---|
| Respon Mendiktisaintek Soal Pelecehan Libatkan 16 Mahasiswa FH UI, Tak Toleransi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Artis-sekaligus-pegiat-sosial-Melanie-Subono-mendesak-Universitas-Indonesia-untuk-mem.jpg)